
Maryam marah besar ke Feri, karena bisa-bisanya dikeluarkan dari sekolah karena menzolimi temen-temen dikelasnya sampai hari ini.
" Feri! kamu itu, bikin malu Bunda saja Nak, sampai dikeluarkan seperti ini oleh Kepala sekokah. Kamu mau sekolah atau berantem sih Feri, Bunda bener-bener kecewa dengan kamu, kalo Ayah tahu kamu dikeluarkan nanti dikirain Bunda tidak bisa mendidik kamu lebih baik Feri!." Bentak Maryam kesal, karena Feri beneran di keluarkan dari sekolah.
" Habisnya kesal Bunda! Temen-temen berani sekali balas dendam ke Feri dan tidak jenguk Feri sama sekali, Mereka jenguk Feri kan bisa bantuin Feri kerian soal-soal dari Guru, ya sudah lah sudah keluar juga. Terus Feri mau didaftarin di SMU mana Bunda?." Tanya Feri dengan sombong, Feri sama sekali tidak merasa bersalah sudah bersikap seenaknya ke temen-temennya.
__ADS_1
" Kamu mau berubah tidak Feri! Jika kamu masih seenaknya, dan kamu bikin masalah pasti dikeluarkan lagi. Dari pada sia-sia dan bikin malu yah, lebih baik kamu tidak usah sekolah sama sekali dan jangan harap perusahaan Kakek bisa kamu pimpin Feri!." Tegas Maryam, yang tidak ingin merasa malu lagi karena tingkahnya Feri yang semakin seenaknya, dan tidak ingin dibuat malu lagi oleh Feri.
" Tidak lanjut sekolah! Yang benar saja sih Bunda, masa ganteng-ganteng tidak lulus sih Bunda, yang benar saja!." Protes Feri kesal, dengar keputusan Maryam jika Feri masih saja mencari masalah dengan temen-temennya, Lebih baik tidak usah sekolah sama sekali.
Dilain sisi, Aziel, Agni, Kiki, dan temen-temen. Sekelasnya merasa lega dan tenang, akhirnya Feri beneran di keluarkan dari sekolah.
__ADS_1
" Betul sekali, semoga dengan Feri keluar dari sekolah ini, tidak ada lagi yang seperti dia. Sesama temen wajar saling membantu untuk kerjain tugas sekolah, tapi minta tolong dengan sewajarnya saja." Ucap Agni yang merasa lega, karena tidak akan ada lagi yang membuat Agni merasa risih dan takut.
" Bener itu, Alhamdulillah kelas ini jadi damai sampai kita semua lulus sekolah." Ucap Kiki senang, akhirnya bisa kalahin Feri, membuat Feri dikeluarkan oleh kepala sekolah.
Dilain sisi, Anton menghajar wajahnya Feri, saking kesalnya karena anaknya dikeluarkan dari sekolah. Karena terlalu sering sakitin perasaan temen-temennya terus.
__ADS_1
" Feri! Kamu di sekolah kan untuk pinter dan jadi anak yang baik, bukannya seperti sekarang, berasa jagoan kamu di sekolah dan akhirnya kamu dikeluarkan dari sekolah. Mau jadi apa kamu dimasa depan? Kamu masih mau sekolah tidak? Dipindahin tapi tingkahnya masih seperti ini ini, yah sama saja bohong nantinya!." Tanya Anton dengan tegas, menatap Feri dengan tatapan penuh amarah.
" Namanya juga laki-laki Ayah, bertingkah kan wajar apa lagi punya ilmu bela diri yang baik, Feri tetep mau sekolah dan menjadi pemimpin diperusahaan pemberian Kakek." Ucap Feri yang merasa bangga, bisa kalahin tiga puluh siswa, walaupun akhirnya dikeluarkan karena aduan ke Kepala sekolah, bukan dengan tenaga.