DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Semangat sekolah


__ADS_3

Agni berusaha menjadi istri yang rajin untuk suami, Agni periksa buku sekolahnya Aziel dan siapin baju sekolahnya Aziel, selama Aziel mandi dan Agni sudah rapih duluan.


" Lucu juga, jadi seorang istri walaupun masih sekolah, sudah siapin baju sekolahnya Aziel, tidak menyangka seru juga ternyata." Ucap Agni, langsung ambil bajunya Aziel untuk dipakai ke sekolah sekarang, Agni berusaha merias wajahnya sambil nungguin Aziel selesai mandi.


" Sayang, sudah enakan badannya sayang? Yakin ke sekolah sayang? Badan Mamah pasti masih pegel-pegel kan?." Tanya Aziel, yang merasa tidak tega membuat Agni merasa remuk badannya, tapi Aziel seneng menjalankan kewajibannya dan Agni tidak pernah menolak berapa pun Aziel ajak Agni sampai jam sepuluh malam,  baru selesai dan bisa tidur.


" Tidak masalah sayang, konsekuensi pengantin baru kan sayang, ini yang aku inginkan dan kita juga masih sekolah masa tidak sekolah, karena status baru kita? Buruan pakai baju dan sarapan sebelum, kita ke sekolah sekarang." Ucap Agni, yang tidak ingin ngeluh, karena ini lah yang Agni inginkan. Punya suami disaat masih sekolah.


" Iyah sayang, terimakasih sudah siapin baju sekolah aku sayang." Lanjut Aziel senang, karena Agni semangat ke sekolah dan tidak ingin bolos sama sekali.


Aziel pertama kalinya pakai seragam sekolah dengan perasaan bahagia sekali, Karena Agni mau siapin baju sekolahnya dan nungguin dengan sabar Aziel pakai seragam sekolah.


Dilain sisi, Vivi keluar dari dalam rumah, saat mendengar bel dirumahnya dibunyikan oleh Kiki.


" Hayo masuk Ki, aku lagi siap-siap nih." Ucap Vivi, membuka pintunya lebih lebar, supaya Kiki bisa masuk kedalam rumah.


" Santai saja sayang, selesaikan saja siap-siap Nya aku akan dengan sabar menunggu kamu sampai selesai." Ucap Kiki, pertama kalinya kerumahnya Vivi dan bahkan masuk kedalam ruang tamunya.


" Sepuluh menit lagi, aku akan kesini.' Lanjut Vivi langsung masuk kedalam rumah, melanjutkan siap-siap Nya. Vivi tidak menyangka jika Kiki datang kerumahnya lebih cepat dari perkiraannya Vivi.


Dilain sisi, Bik Iyem, membuatkan jamu khusus untuk Agni, karena pertama kalinya Agni menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri,  apa lagi selama dua hari menjalankan kewajiban perdananya bersama Aziel.

__ADS_1


" Nona, minum ini dulu yah, walaupun pahit tapi ini sangat berguna untuk Nona. Supaya badan kembali fitz seharian." Ucap Bik Iyem memberikan, jamu khusus Agni sebelum berangkat ke sekolah.


" Terimakasih Bik, Tahuan saja minuman yang harus Agni minum. Dihabiskan sayang." Ucap Aziel, pegang gelas jamu, dan langsung kasih Agni supaya langsung diminum.


" Pahitnya parah sekali sayang, Oh yah Bik apa setiap hari saya minum itu?." Tanya Agni melihat Bik Iyem dan melihat Aziel bergantian.


" Dua hari sekali saja Nona, pas kalian menjalankan kewajiban kalian saja. Supaya badan tidak terasa pegel Nona." Lanjut Bik Iyem, dulu disaat awal-awal menikah juga diberikan ramuan khusus wanita yang baru menikah.


Dilain sisi, Feri tidak sabar mau ke sekolah, setelah operasi mata dan kedua kakinya. Karena sudah tidak sabar kembali beraktivitas lagi.


" Bunda, kata Dokter kapan Feri bisa kembali normalnya?." Tanya Feri manja, karena bener-bener tidak sabar mau main bersama David dan Ucup main basket, lebih penting kembali berkuasa didalam kelas.


" Kenapa sih!, Apa-apa harus sabar dan sabar terus!." Protes Feri kesel, Feri makan makanan yang diberikan rumah sakit, supaya Maryam tidak bujuk Feri untuk makan saja.


Dilain sisi, Agni bahagia sekali sekaligus, tidak menyangka jika Vivi dan Kiki bisa jadian.


" Selamat yah, kalian jadian semoga hubungan kalian bisa langgeng dan Kiki bahagiakan sahabat saya loh, awas sampai kamu tega sakitin Vivi dengan sengaja, saya sunat kamu!." Ancam Agni pura-pura serius, supaya Kiki tidak seenaknya ke Vivi.


" Buset galak amat sih, jangan kwartir soal itu, saya tidak akan sakitin Vivi selama saya mencintai Vivi sepenuh hati saya." Ucap Kiki janji, akan bahagiakan Vivi, tidak akan sakitin Vivi apapun alasannya.


" Sepertinya semua yang punya sahabat seperti itu yah, Waktu Awal saya jadian dengan Agni, juga digituin oleh Vivi kan?. Tanya Aziel melihat Vivi, Karena Aziel masih ingat ancaman Vivi waktu itu.

__ADS_1


" Itu tandanya saling peduli Aziel, karena kan sahabat yang sering melihat apa saja, yang dialami sahabatnya selama pacaran, jika terjadi kenapa-kenapa yang ditanyakan orang tua pasti sahabatnya dulu, baru pacarnya yang disunat yang bikin anaknya nangis." Ucap Vivi, yang ngerti orang yang pertama ditanyakan orang tua pasti sahabatnya dulu baru pacarnya.


" Betul kata Vivi, perempuan itu beda dengan laki-laki, jarang ditanya orang tua karena yang selalu jadi korban keisengan laki-laki yah perempuan, yang harus punya pelindung dan yang ditanya-tanya yah sahabat sendiri." Ucap Agni, yang pernah merasakan ditanya-tanya oleh sahabatnya waktu SLTP.


Jadi perempuan itu ribet juga yah ternyata." Lanjut Kiki yang merasa jadi perempuan ribet, bagaimana tidak yang punya masalah siapa tapi yang ditanya siapa dan yang marah lebih galak siapa.


Dilain sisi, Dokter Ortopedi, periksa kondisinya Feri setelah operasi kedua kakinya Ferdi kemarin.


" Dokter, kapan nih saya bisa pulang? Saya bener-bener bosan di rumah sakit terus?, mau jalan-jalan nih dan mau berantem juga Dokter?." Tanya Feri, yang tidak sabar mau pulang.


" Dasar ya anak muda, sabar dong Feri, baru juga diobatin sudah mau jalan saja, tunggu tulang kamu normal dulu, dironsen, dan baru kamu belajar jalan setelah operasi. Obat saja baru dikasih tiga kali, sudah mau jalan saja kamu." Ledek Dokter Ortopedi, setelah periksa kondisinya Feri.


" Namanya juga anak laki-laki dong, lebih tidak betah dirumah sakit kan, lebih besar keinginannya untuk bisa jalan." Lanjut Feri mewajarkan anak laki-laki, tidak sabar ingin cepat jalan, main bola, dan menikmati bebasnya bisa jalan normal.


Dilain sisi, Aziel ajarin Agni pelajaran Kimia, sambil nungguin Guru datang, dan untungnya Agni mau belajar bersama Aziel.


" Sayang, aku bosan tidak melakukan apapun, bagaimana kalo kita belajar? Dari pada ngantukan?." Tanya Agni, yang rela belajar, dari pada ngobrol bersama temen-temennya. karena badannya Agni masih sedikit pegel-pegel.


" Boleh dong sayang, kita belajar bersama-sama yah." Ucap Aziel, yang senang sekali karena Agni ajak belajar duluan.


Aziel langsung buka buku LKS, pelajaran Kimia dan mulai belajar bersama Agni, untungnya kemarin dirumah Aziel sudah belajar dan sekarang bisa belajar bersama Agni, dan pelan-pelan bantuin Agni, isi soal yang ada.

__ADS_1


__ADS_2