
Pertama kalinya Feri menerima tamu dan ternyata temen-temen SMU di sekolah lama, yang mendatanginya Feri di pondok.
" Alhamdullah, melihat Agni, Vivi, dan Violet. pakai kerudung untuk kesini, kalian cantik sekali loh pakai kerudung rapih dan baju sopan seperti ini." Ucap Feri terus terang, Feri mana berani memuji santri wanita terus terang selama didalam sekolah dan didalam pondok.
" Waduh berani sekali memuji Agni! Tidak melihat disini ada pawangnya apa!." Protes Aziel kesal, Karena Feri berani sekali puji kecantikan istrinya.
" Loh kok marah? Saya kan puji apa adanya Aziel, Kalian bawa apa kesini? Sepertinya banyak sekali barang bawaan Kalian?." Tanya Feri melihat bawaannya, Aziel dan temen-temennya.
" Saya dan Aziel habis pulang dari Bali, karna kita baru selesai bulan madu, kita kesini bawa oleh-oleh untuk kamu dan kebetulan ada bazar yah sudah kita beli saja deh oleh-oleh untuk kamu, kita juga sekalian makan siang disini bareng." Ucap Agni lega, karena Feri sekarang matanya tidak nakal seperti dulu lagi.
" Semoga kamu suka apa yang dibawakan, oleh pengantin baru yah." Ucap Violet yang langsung buka bungkusan makanan, yang dipegangnya dan dibagikan ke temen-temennya.
" Ini oleh-oleh atau ledekin saya sih? Kasih perlengkapan solat, buku tentang bacaan agama, dan juga al quran." Batin Feri saat melihat oleh-oleh pemberian Aziel dan Agni, mereka tidak memberikan barang yang membuat Feri terlihat cool sama sekali.
" Saya juga oleh-oleh dari kalian, Terimakasih banyak yah pengantin baru dan semoga pernikahan kalian langgeng sampai kalian tua." Ucap Feri berusaha santai dan tidak menunjukan kekesalannya, karena sudah tidak berani mencari masalah sama sekali.
" Amin-amin dan terimakasih doanya." Lanjut Azriel dan Agni bersamaan, Aziel dan Agni berharap jika pernikahannya bisa sampai tua bersama.
Aziel, Agni, Kiki, Vivi, Violet, David, dan Feri. makan siang bersama didalam gazebo yang memang disiapkan untuk tamu yang datang untuk jenguk santri dan santriwati di pondok.
Feri setelah makan langsung ajak temen-temennya untuk solat bersama santri, membuat David langsung menolak ajakan Feri karena tidak hafal bacaan solat.
" Saya tunggu didalam mobil yah, sampai kalian semua selesai solat." Ucap David yang tidak ingin malu, karena tidak bisa solat sama sekali.
" Loh kenapa? Kamu kan laki-laki sayang, kenapa tidak mau solat?." Tanya Violet melihat David, menolak diajak solat.
__ADS_1
" Pasti tidak hafal bacaan solat yah? Ikut gerakan saja, yang penting niatnya saja untuk tetep solat, saya juga kalo bukan karena sekolah disini mana mau solat?." Tanya Feri terus terang, Feri selama sekolah terpaksa banyak perubahan supaya tidak dimarahin terus oleh Guru dan Ustad didalam pondok.
" Sial! Terus terang sekali kamu ini, ya sudah hayo dan kamu bicara seperti itu didepan pacar saya!." Protes David kesal, karena Feri terus terang tidak sesuai tempatnya sama sekali.
David jalan duluan ke kamar mandi, untuk ikutin gerakan wudhu bersama santri.
" Kamu kenapa tidak ada filternya sama sekali sih? Kan kasihan David jadi malu, karena tidak bisa solat huh!." Tanya Violet kesal, karena Feri terus terang didepan David.
" Maaf deh, huh! Kalo bukan didalam pondok, sudah saya godain kamu Violet!." Protes Feri kesal, karena begitu saja Violet jadi kesal ke Feri.
" Sudah-sudah. Vivi dan Violet hayo wudhu, ditempat perempuan dan kita solat ditempat perempuan. Aziel sayang kita pamit untuk wudhu dan ke dalam masjid duluan yah." Ucap Agni yang cuman senyum, melihat Aziel karena tidak berani salim Walaupun sudah menikah.
" Iyah sayang. Hayo kita juga wudhu takut ketinggalan wudhu." Ucap Aziel, langsung jalan duluan, menuju kamar mandi khusus laki-laki.
" Ya ampun. Dia baca apa sih? Kenapa cuman kedengaran bismillah saja yah?." Batin David. melihat santri disebelahnya, yang mulai wudhu.
Feri, Kiki, dan Aziel. masuk kedalam kamar mandi dan melihat David masih wudhu, membuat Aziel jadi ikutan Wudhu.
" Alhamdullah, dirumah walaupun jarang solat dan sesekali solat bersama Agni, jadi tahu niat wudhu dan bacaan solat." Batin Aziel, merasa bersyukur karena sesekali ajak Agni solat dan sekarang tidak malu disaat solat berjamaah.
" Ya ampun! Niat wudhu tidak hafal lagi, tapi gerakan wudhu masih bisa melihat sebelah saya." Batin Kiki, yang malu melihat santri begitu santai dan tenang selama wudhu.
" Mereka mau wudhu saja melamun dulu, dasar mereka sama saja sebenarnya dengan saya malas solat dan terlihat sekarang." Batin Feri melihat Kiki dan Aziel yang bukannya langsung wudhu, tapi melamun entah apa yang mereka fikirkan.
Dilain sisi, Pertama kalinya Agni solat berjamaah, Agni selama ini solat selalu didalam kamar dan itu juga kadang-kadang kalo lagi niat.
__ADS_1
" Assalamualaikum. Kalian santriwati baru?." Tanya Wulan salah satu santriwati.
" Waalaikumsalam. Maaf bukan, kita temannya Feri kelas dua IPS, kita kesini untuk makan bersama temen-temen kecilnya Feri." Ucap Agni Untung tahu sekarang Feri, kelas berapa dan jurusan berapa ternyata berguna juga disaat ketemu Feri di pondok langsung.
" Oh temennya Feri, maaf sudah ganggu kalian dan permisi kalo begitu." Lanjut Wulan merasa malu, karena sudah sok tahu dan berusaha ramah.
" Sudah SKSD dan salah lagi, dasar sok ide sekali untuk basa basi." Batin Vivi sambil melihat Wulan, kembali ke tempatnya.
" Saya tidak sanggup deh, jika harus seperti mereka. Tinggal di pesantren dan tidak bisa bebas pergi kemana pun saya mau, lebih penting bisa beli baju yang saya mau dengan model yang beda-beda." Batin Violet yang tidak akan pernah mau, tinggal di pesantren sama sekali.
Satu jam kemudian, Aziel dan temen-temennya, yang sudah selesai solat dan ikut ngaji, langsung jalan ke gazebo lagi untuk siap-siap pulang.
" Terimakasih yah, kalian sudah mau kesini, untuk anterin oleh-oleh, makan bareng, dan ibadah bareng. Jangan kapok yah temen-temen untuk kesini lagi." Ucap Feri melihat Aziel, Agni, Vivi, Kiki, Violet, dan David.
" Sama-sama Feri, insya allah kita akan kesini lagi, jika ada waktu yah." Ucap Aziel, Aziel sejujurnya senang diajak solat berjamaah, apa lagi Agni ikut solat bareng walaupun beda tempat.
" Ya sudah Feri, Kita pulang dulu yah." Ucap Agni langsung masuk duluan kedalam mobil, karena sudah mulai merasa ngantuk sekali.
" Terimakasih untuk pengalaman barunya Fer." Ucap Vivi, yang baru Pertama kalinya pakai hijab untuk ke datang ke pesantren. Vivi masuk kedalam mobil dan disusul oleh violet.
" Solat disini memang asik tapi payah, karena tempat wudhu dan tempat solat dengan santri perempuan beda tempat. Jadi tidak bisa melihat wajah cantik santriwati yang sudah selesai wudhu dan mau siap-siap solat." Ucap David pelan, supaya Violet tidak mendengar.
" Dasar yah. Yang namanya masjid dimana-mana sama saja kali, tempat wudhu dan tempat shalatnya beda." Lanjut Feri heran, Karena temennya bisa protes karena tempat solat laki-laki dan perempuan dipisah.
David terkekeh mendengar ucapannya Feri, Apa yang disampaikan oleh Feri bener kalo tempat solat perempuan dan laki-laki, semua masjid sama saja dan tidak ada yang beda sama sekali.
__ADS_1