
Maryam dan Anton melihat Aziel, masuk kedalam kamar perawatannya Feri membuat Maryam langsung berdiri dan membiarkan Aziel duduk didepan Feri.
" Tidak usah tante, tante saja yah duduk biarin saya dan Agni berdiri." Ucap Aziel, Tidak enak membuat Maryam berdiri.
" Tante keluar saja deh, Takutnya kalian bertiga mau bicara lebih bebas." Ucap Maryam yang tidak ingin ganggu Feri dan temen temenya ngobrol, takutnya merasa tidak bebas.
Maryam langsung keluar dari kamar perawatannya Feri, membiarkan Feri, Aziel, dan Agni. bicara sebebas mungkin.
" Maaf yah kita baru kesini, soalnya tadi David baru bilang kalo kamu kecelakaan dan di rawat disini." Ucap Aziel, Aziel simpan buah yang dibawanya ke meja.
" Ngapain kalian kesini? Apa kalian mau menghina saya?, Apa lagi kamu Aziel pasti seneng kan melihat kondisi saya lebih parah dari kamu waktu itu?" Tanya Feri yang sejujurnya malu, karena kondisinya akhirnya dilihat juga oleh temennya.
" Idih, bicara sembarangan sekali dia, Heh. masih bagus kita datang apa lagi Aziel sering kamu sakiti tapi masih mau jenguk kamu, temen temen yang lain mana mau jenguk kamu yabg selalu seenaknya ke mereka." Protes Agni kesel, karena Feri tidak suka dengan kehadirannya di rumah sakit.
" Sesama temen wajib saling peduli, kita kesini karena peduli kamu kan temn kita masa harus cuek dan benci sih, yang akhirnya tidak melihat keadaan kamu. tidak baik juga jadi pendendam karena tidak membuat saya tenang juga." Lanjut Aziel, yang berusaha menjadi temen yang baik, dengan melupakan masa lalu yang selalu disakiti oleh Feri dengan seenaknya.
" Terimakasih yah Aziel dan Agni, kalian mau jenguk saya dan maaf selama ini saya selalu seenaknya dengan kalian pasti kalian marah sekali dengan saya selama ini, Terimakasih sudah mau menjadi temen baik untuk saya." Lanjut Feri, yang malu ke Aziel karena baik mau jenguk dan maafin kesalahan Feri di masa lalu.
Dilain sisi, David dan Adam main basket, dilapangan yang biasa main basket bareng Feri dan sekarang terasa sepi tidak ada Feri yang lagi sakit.
__ADS_1
" Cuy, kurang personil tuh berasa sepi yah, untungnya sekarang tidak ada anak kuliahan yang sombong berasa penguasa lapangan ini." Ucap Adam, baru merasakan sepi tidak ada Feri, biasanya Feri yang selalu semangat untuk main basketnya.
" Iyah bener, untungnya anak kuliahan sombong itu tidak kesini, karena cuman Feri yang berani melawan mereka kan, saya sih takut bikin masalah dan bikin ribut ditempat umum." Ucap David yang merasa bersyukur, disaat Feri sakit kebetulan anak kuliahan tidak main basket, jika mereka ada dilapangan basket pasti David sudah pasrah tidak akan main basket dan lebih milih pulang.
" Bener sekali, kangen juga dengan Feri, ke rumah sakit yuk jenguk dia, walaupun seenaknya ke kita selama ini tapi kan dia temen main kita dan temen nongkrong kita." Lanjut Adam yang ingin melihat kondisinya Feri, dan bisa makan bareng Feri selama ada di rumah sakit.
" Hayo deh, tidak semangat main basket jadinya karrna tidak ada Feri." Lanjut David, David langsung masukin baju basket dan botol minum ke dalam tasnya.
Dilain sisi, Agni dan Aziel memutuskan untuk kerjain tugas sekolah, dikamar perawatannya Feri karena Feri minta Aziel dan Agni belajar dikamar perawatannya.
" Aziel, apa saya terancam tidak naik kelas yah, dengan kondisi saya seperti ini?" Tanya Feri sedih, walaupun selama ini malas belajar dan malas kerjain tugas sekolah, tapi Feri masih mau naik kelas.
" Tergantung dari orang tua kamu juga, kalo berhasil bujuk guru guru tetep kasih pelajaran dan kasih ulangan khusus datang ke rumah kamu, insya allah kamu bisa naik kelas." Ucap Agni, yang merasa kasihan dengan Feri yang baru semangat belajar disaat sakit seperti sekarang.
" Tapi kamu harus berjuang untuk mengerti apa yang guru guru kasih materi setiap harinya, sudah tidak bisa seenaknya kamu. guru guru pasti tahu cara untuk kamu mengerti materi yang mereka sampaikan. insya allah saya mau bantu kamu belajar demi bisa naik kelas, karena saya tahu rasanya belajar disaat kita tidak sehat." Lanjut Aziel, yang mau bantuin Feri belajar supaya tidak ketinggalan pelajaran sama sekali.
" Saya mengerti Aziel, iyah baik lah saya akan minta bunda untuk minta guru guru tetep ajarin saya belajar, supaya tidak tinggal kelas lagian malu juga kan. saya akan berjuang belajar dengan metode baru demi saya mengerti pelajaran yang disampaikan oleh guru." Lanjut Feri yang baru mau fokus belajar, setelah kondisinya buta seperti sekarang dan takut tinggal kelas selama tidak masuk sekolah.
Walaupun malu selama ini malas belajar dan seenaknya ada tugas sekolah, selalu minta paksa temen temennya kerjain tugasnya Feri, membuat Feri sekarang harus berjuang sendiri demi bisa mengerti apa saja yang dijelaskan oleh guru.
__ADS_1
Dilain sisi, Maryam yang mendengar obrolan Feri dan temen temennya, setuju jika Feri belajar dengan khusus dengan minta bantuan guru guru sekolahnya.
" Besok ke sekolahnya Feri ah, supaya bisa minta bantuan guru guru tetep memberikan materi pelajaran ke Feri, berapapun guru gurunya Feri minta pasti saya berikan yang penting Feri tetep belajar dan naik kelas." Batin Maryam, Maryam cari orang yang mau jagain Feri selama Maryam pergi dan mau sabar hadapi Feri yang suka marah marah.
Dilain sisi, Agni merasa lega, akhirnya pulang juga, setelah temani Aziel jenguk Feri dan belajar bersama juga.
" Sayang, kita langsung ke rumah kamu untuk pulang, atau mau jalan jalan sebelum pulang?" Tanya Aziel yang sudah siap untuk pulang, Aziel merasa lega sudah membantu Feri belajar.
" Jalan jalan dulu sayang, soalnya dirumah tidak ada orang tua, kita makan malam dulu yah setelah itu baru pulang." Ucap Agni, Agni merapihkan buku sekolahnya untuk jalan jalan bersama Aziel.
" Iya sayang, aku juga mulai lapar sayang." Lanjut Aziel, yang selalu senang bersama Agni apa lagi sampai selesai makan malam.
" Kalian sudah mau pulang yah, terimakasih yah mau jenguk dan temani saya disini untuk belajar bersama?." Tanya Feri yang mendengar obrolannya Agni dan Aziel.
" Iyah nih mau pulang, soalnya sudah sore." Lanjut Aziel, sambil melihat Feri, yang tidak melihat posisi Azriel sama sekali.
" Kalian hati hati dijalan yah, dan terimakasih banyak untuk hari ini." Lanjut Feri yang seneng, karena temen temennya betah lama dikamar perawatannya.
" Oke deh, yah sudah kita duluan yah." Lanjut Aziel yang sudah selesai merapikan buku sekolahnya, Aziel langsung keluar dari kamar perawatannya Feri bersama Agni untuk melanjutkan jalan jalan berdua.
__ADS_1