DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Suara ombak


__ADS_3

Aziel dan Agni yang baru bangun tidur, langsung siap-siap untuk makan malam di pinggir pantai.


" Bunda. Kita pakai baju samaan yuk sayang, biar romantis dan so sweet dilihatnya." Ucap Aziel, yang sengaja tadi beli baju kembaran dengan Agni. Supaya terlihat keren bajunya samaan dengan Agni.


" Boleh saja sayang, untungnya tadi kita belanja yah sebelum ke hotel. Jadi sekarang bisa pakai baju kembaran." Ucap Agni langsung pakai baju, yang sama seperti Aziel pakai.


" Rela deh temani belanja, kalo bisa dapat baju yang seperti Ini. Aku tungguin sampai Bunda selesai mempercantik wajah Bunda dengan full makeup." Lanjut Aziel, langsung pakai baju barunya. Aziel semenjak menikah dengan Agni sudah punya style baru yang membuat Aziel terlihat lebih tampan.


Dilain sisi, Feri ikut santri-santri untuk jalan-jalan ke pasar, untuk belanja bareng beli kebutuhan pribadi dan makanan.


" Hayo adik-adik, kalian boleh belanja selama dua jam disini yah. Setelah itu kita kembali ke pondok." Ucap Pengurus kamar santri.


" Seperti anak kecil saja! Dikasih batasan waktu belanja, dasar orang udik." Batin Feri kesal, setiap kali keluar pondok selalu saja diberikan batas waktu untuk keluar.


" Iya Ka." Ucap Ucok, yang nurut saja diberikan batas waktu belanja, dari pada melawan yang akhirnya tidak dikasih ijin untuk keluar.


Feri melihat temen-temennya jawab ucapan pengurus kamarnya, merasa aneh dan Feri paling malas menjawab perintah orang lain untuk diatur-atur untuk belanja. Feri langsung jalan duluan untuk belanja sendirian.


Dilain sisi, Vivi ajak Violet untuk nginep di villa, membuat Violet mau ikut nginep. Membuat Kiki dan David merasa sedih, karena tidak mungkin bisa ikut nginep dengan pacarnya.


" Sayang. Apa kalian tidak berniat pulang dan pergi saja? Kita mau loh ikut ke villa dan jalan-jalan bersama kalian?." Tanya Kiki, yang ingin sekali bisa ikut nginep.


" Betul itu. Apa enaknya di Villa tanpa ada kita sih? Diam-diam kita ikut nginep yah? Disana kan pasti banyak kamar kosong, bisa kali kita ikut kalian?." Tanya David, berharap boleh ikut nginep.

__ADS_1


" Ya sudah boleh. Tapi jangan modus yah karena kita kan belum menikah." Ucap Vivi melihat Kiki, Walaupun Vivi percaya jika Kiki tidak melakukan apapun, karena Kiki bukan lah tipe laki-laki mecum dan modus ke pasangannya.


" Ya sudah. Kita tunggu kalian dijalan mawar yah, supaya orang tua kita tidak curiga kalo kalian ikut kita. Nanti saya bawa mobil untuk ke Villa supaya tidak dianter orang tua, untungnya sekarang sudah bisa bawa mobil sendiri." Ucap Violet, yang merasa senang, karena orang tuanya memberikan Violet mobil disaat kenaikan kelas tiga dan sudah mendapatkan kartu identitasnya.


" Terimakasih Violet sayang, love-love deh sayang." Lanjut David bahagia, akhirnya bisa ikut jalan-jalan juga walaupun sedikit ribet tapi tidak masalah bagi David yang penting bisa ikut jalan-jalan.


Dilain sisi, Aziel dan Agni senang sekali, dengan makan malam nuansa romantis. Yamg sudah disiapkan oleh orang tuanya.


" Wow, Bagus sekali ada banyak bunga dan makanan nya enak sekali, jadi tidak sabar untuk menikmatinya." Ucap Aziel senang, karena mendapatkan makan malam romantis bersama Agni.


" Apa kalian mau nginep disini? Disini juga ada gazebo yang aman, untuk Kalian bisa menikmati sensasi malam pengantin kalian dan ini kan malam pertama kalian disini?." Tanya Pemandu wisata, yang menawarkan nginep di hotel dan menikmati alam bebas berdua.


" Boleh juga dan Sepertinya seru juga, kita akan coba sensasi alam bebas di gazebo." Ucap Agni yang penasaran, sensasi hahahihihohoho bersama Aziel malam ini.


" Ya sudah kalian menikmati makan malam yang romantis, biar saya yang urus untuk biaya nginep disini yah." Lanjut Pemandu wisata, yang langsung pergi untuk urus sewa semalam untuk Aziel dan Agni.


" Ayah tenang saja, disini ada yang jual baju kok, Kaka itu pasti akan ajak kita beli baju ganti. Sudah Ayah sekarang nikmati saja makan malam kita." Lanjut Agni, Agni langsung menikmati makan nya lagi, dan membiarkan Aziel dengan pikirannya sendiri yang bingung dengan baju ganti.


Dilain sisi, Untuk pertama kalinya, Bunda Nya Agni merasa kesepian dirumah, Karena tidak ada Agni apa lagi pergi selama seminggu.


" Sepinya tidak ada Agni dirumah, biasanya Agni ajak jalan-jalan setiap pulang ke rumah." Ucap Bunda Nya Agni.


" Apa ini yang dirasakan Agni yah, selama ini kita sibuk kerja dan disaat dirumah lebih banyak tidur dan pergi lagi. Apa alasan menikah cepat supaya tidak merasa kesepian terus dirumah." Ucap Ayah Nya Agni, yang baru sadari, alasan Agni menikah waktu kelas dua SMU. Supaya tidak merasa kesepian terus dirumah.

__ADS_1


" Bisa jadi Ayah, kesibukan kita justru mengabaikan anak kita yah, untungnya Aziel mau diajak nikah cepat. Mungkin sudah tahu alasan Agni supaya ditemani dan tidak merasa kesepian dirumah sebesar ini." Lanjut Bunda Nya Agni, yang yakin, jika Aziel sudah tahu alasan Agni untuk menikah cepat.


Dilain sisi, Agni dan Aziel merasa salut, melihat dalam gazebo cukup luas dengan isi perabotan seperti kasur, meja, dan kamar mandi.


" Bener sayang. Disini ada yang jual baju ganti, jadikan kita langsung ganti baju sekarang." Ucap Aziel baru percaya, setelah belanja tadi.


" Ya kan sayang, mereka punya tempat seperti ini, pasti sudah siapin yang jualan baju ganti juga." Ucap Agni, yang sudah yakin pasti ada yang jual baju.


" Suara ombaknya bikin suasana semakin romantis ya sayang, aku suka sekali mendengarnya sayang." Lanjut Aziel, mulai mendaki gunung, sambil menikmati suara ombak yanh membuat suasana semakin romatis.


" Hahahihihohoho, bikin mantap sayang, aku senang sekali bisa menikmati suara ombak seperti ini sayang." Desa han merdu Agni, menikmati suara ombak.


" Sangat mantap sayang, yuk mulai olahraga senam terindah sayang." Lanjut Aziel, yang sudah tidak sabar, untuk olahraga senamnya.


Agni langsung rebahan, untuk mulai posisi push up sambil menikmati suara ombak dan juga suara merdunya Agni saat menyebut hahahihihohoho.


.....................................................................


Violet jemput Vivi dirumahnya, karena mau berangkat bareng ke Villa dan sengaja berangkat subuh, Supaya lebih puas berlama-lama di Villa nya.


" Kalian di Villa berapa hari? Kalian yakin cuman berdua saja? Tidak ditemani sama sekali?." Tanya Bunda Nya Vivi, yang sejujurnya tidak setuju anaknya pergi berduaan dan jauh lagi.


" Yakin dong Bunda, kita kan sudah besar Bunda. Kalo ditemani Bunda untuk liburan, mau kapan Vivi belajar mandirinya?." Tanya Vivi, yang ingin merasakan liburan jauh tanpa orang tua.

__ADS_1


" Ya sudah kalian hati-hati dijalan yah, ingat yah anak-anak kalo kalian sudah ngantuk lebih baik kalian istirahat di resarea atau menepi mobilnya didepan tempat ibadah, dan kalian bisa tidur didalam mobil selama ngantuk yah." Lanjut Bunda Nya Vivi, yang berusaha memberikan kepercayaan untuk Vivi jalan-jalan tanpa ditemani dan berharap Vivi selama liburan dalam keadaan baik-baik saja. Selama liburan sampai pulang dengan selamat dan sehat tanpa kekurangan apapun.


" Iyah Tante, tenang saja yah. Bunda dan Ayah juga berpesan hal yang sama tadi, insya allah kondisi mobil aman dibawa sampai ke Villa." Ucap Violet yang harus sabar, mendapatkan nasehat yang sama, demi mendapatkan ijin pergi selama tiga hari tanpa orang tua sama sekali.


__ADS_2