DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Jalan jalan


__ADS_3

Aziel bahagia dan tidak menyangka bisa jadian juga dengan Agni, perempuan yang selama ini disukai oleh Aziel.


" Sayang, jalan-jalan yuk, kamu mau pergi kemana? Untuk merayakan hari jadi kita?."  Tanya Aziel sambil melihat Agni, yang terlihat senang jadian dengan Aziel.


" Kita jalan-jalan setelah kerjain tugas yah sayang, supaya jalan-jalan tidak pusing memikirkan tugas sekolah sayang." Ucap Agni yang mau selesaikan tugas sekolah sebelum jalan-jalan, walaupun kesel belajar bersama Aziel pelajaran biologi tapi berusaha bersyukur setidaknya tidak berfikir sendirian.


" Boleh sayang, sini bukunya kita kerjain bersama-sama yah, sebelum kita jalan-jalan."  Lanjut Aziel dengan senang hati, bisa bantuin Agni untuk kerjain tugas sekolah.


" Oke sayang."  Lanjut Agni bahagia dan lega, karena Aziel mau kerjain tugas sekolah dulu baru jalan-jalan bareng.


Agni langsung keluarin buku sekolahnya, untuk belajar bersama-sama Aziel.


Dilain sisi, Feri ikutan balapan motor, karena penasaran dengan balapan yang sering dilihatnya selama ini.


" Bang, saya ikutan balapan motor dong Bang, sering melihat Kakak-kakak disini balapan." Ucap Feri yang ingin mencoba balapan motor, bersama mahasiswa yang sering balapan motor setiap hari.


" Boleh saja, tapi kamu harus tanda tangan perjanjian, kalo kamu jatuh tidak minta kita tanggung jawab jika kamu mengalami cedera pada kedua kaki ataupun tangan kamu mengalami patah tulang karena jatuh dari motor, bahkan koma jika kamu mengalami pendarahan di kepala, diakibatkan kelalaian kamu sendiri!." Tegas Panitia yang tidak ingin, tanggung jawab atas musibah yang dialami Feri jika Feri jatuh selama ikut balapan motor.


" Tidak masalah Bang, sini surat perjanjiannya Bang karena saya mau ikutan balapan ini." Lanjut Feri yakin tidak akan jatuh dari motor, karena Feri selama ini suka sekali bawa motor ngebut ngebut.


" Oke, jika kamu yakin tidak akan jatuh sama sekali. Silahkan kamu isi perjanjian ini dan kamu akan ikut balapan dua jam lagi nunggu giliran yah." Lanjut Panita langsung memberikan kertas perjanjian, supaya tidak menanggung biaya pengobatan atas kelalaiannya Feri sendiri.

__ADS_1


Dilain sisi, Aziel ajak Agni jalan-jalan berdua naik motor, menikmati jalan-jalan berdua merayakan, hari jadiannya.


" Sayang mau kemana nih sayang?."  Tanya Aziel melihat Agni, yang duduk di jok belakang.


" Ke taman bermain saja sayang, sepertinya seru kita menikmati wahana berdua." Ucap Tasya yang sudah berani ajak Aziel jalan-jalan, karena Azriel penampilannya sudah berubah lebih cool.


" Oke kita kesana." Lanjut Aziel bahagia, karena akhirnya sudah tidak merasakan temen tapi mesra lagi, karena Aziel sudah menyatakan cinta pada Agni dan diterima untuk menjadi pacar beneran.


Aziel pelan-pelan bawa motornya, takut Agni tidak suka dengan laki-laki yang bawa motor ngebut.


Dilain sisi, Feri dilarikan ke rumah sakit, karena jatuh dari motor karena ikut balapan tadi dan Feri tidak sadarkan diri.


" Bagaimana ini bisa terjadi!, panitianya bagaimana sih kenapa mengijinkan anak SMU ikut balapan motor juga? Kan sangat bahaya sekali?" Tanya Anton kesal, karena mendapatkan kabar anaknya jatuh dari motor.


Plak, Satu tamparan mendarat di pipinya Lina, Maryam kesal sekali dengan Lina yang tidak rela jika suaminya bayarin pengobatan nya Feri.


" Heh orang kampung!, siapa juga yang mau dibiayai oleh kalian hah!, saya juga mampu biayai anak saya sendiri, belagu sekali kamu bicara seperti itu, mendapatkan harta dengan cara curang saja jadi sombong tidak tahu diri seperti itu!." Bentak Maryam kesal, karena Lina tidak ada simpati sama sekali dengan kondisi Feri.


" Biarin saja, saya harus waspada dong, kecelakaan yang menimpa Feri kan kesalahan sendiri ngapain juga harus membebani orang tua sama sekali. Tidak tahu diri sama sekali." Lanjut Lina, yang tidak akan bantuin biaya pengobatan Feri karena Feri kecelakaan karena ikut balapan motor.


Plak, Anton menampar pipi Lina, merasa kesal sekali karena Lina tidak ada rasa peduli sama sekali dengan kondisi anaknya.

__ADS_1


" Kamu keterlaluan sekali!, Sudah tahu anak saya krisis simpati kek sedikit saja. Mau bagaimana pun Feri anak saya dan saya tidak akan rela jika kamu bicara sembarangan tentang Feri, kamu boleh kuasai harta saya tapi tidak membuat saya lepas tanggung jawab sebagai orang tua untuk memberikan biaya pengobatan mengerti, dalam surat perjanjian itu tidak tertulis kalo saya tidak boleh biayai pengobatan anak saya jika suatu saat sakit kan. Jadi jangan sembarangan bicara seperti itu!." Tegas Anton, yang tidak akan melepaskan tanggung jawab sama sekali, Anton memang membuat kesalahan besar dan tidak akan mengulanginya lagi dengan mengabaikan Feri.


Lina takut sekali melihat Anton marah seperti itu, karena Lina melarang Anton untuk biayai pengobatan Feri, Maryam melihat Lina dibentak langsung senyum sinis,  Maryam selama menikah dengan Anton tidak pernah dibentak sama sekali bahkan didepan banyak orang.


Dilain sisi, Aziel membelikan boneka hello kitty, untuk Agni setelah puas bermain wahana tempat bermain anak anak.


" Ini untuk my love, disimpan yah sayang didalam kamar, pemberian pertama aku dihari pertama kita jadian." Ucap Aziel, Aziel bahagia sekali karena akhirnya bisa beliin boneka untuk Agni.


" Terimakasih yah sayang, aku simpan bonekanya dan aku suka sekali bonekanya cantik. " Ucap Agni langsung peluk boneka pemberiannya Aziel.


" Sama-sama Sayang, sekarang mau kemana lagi?." Tanya Aziel langsung pegang tangan kirinya Agni.


" Tidak tahu sih, jalan-jalan saja sayang kalo sudah lelah baru kita pulang yah dan lagian aku dirumah sendirian jadi bebas pulang jam berapa juga." Lanjut Agni bahagia, karena sekarang ada yang temani Agni selain sahabat sahabatnya.


" Boleh deh hayo." Lanjut Aziel tidak masalah, selama Agni senang diajak jalan tidak masalah muter-muter saja.


Aziel langsung menyalakan motornya dan melihat Agni, sudah duduk manis dibelakangnya langsung menyalakan motornya untuk melanjutkan jalan-jalan.


Dilain sisi, Dokter setelah melakukan pemeriksaan kondisinya Feri, setelah kecelakaan langsung kasih tahu kondisi Feri ke orang tuanya.


" Feri mengalami koma, tangannya Feri mengalami patah tulang dan mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya cukup parah, dan Feri mengalami buta karena wajahnya kebentur aspal cukup keras, membuat matanya mengalami kerusakan cukup parah." Ucap Dokter setelah melihat hasil ronsennya Feri.

__ADS_1


" Astaga Feri!, Berat sekali cobaan yang kamu alami Nak, sudah lumpuh dan buta segala, apa anak saya bisa sembuh total Dokter? Berapa pun biaya pengobatannya pasti saya bayar?."  Tanya Maryam tidak bisa bayangin Feri, menjalankan kehidupan barunya setelah sadar dari koma.


" Bisa Bu, tapi tidak langsung semuanya di sembuh kan dan butuh waktu yang lama Bu. sabar yah Bu dan saya permisi kalo begitu. " Lanjut Dokter langsung pergi, sejujurnya merasa tidak tega tahu pasiennya kecelakaan karena ikut balapan motor.


__ADS_2