
Aziel melihat Agni, nangis setelah menerima telefon dari orang tuanya yang tidak bisa pulang hari ini, dan akan nginep di luar kota selama tiga bulan.
" Sayang, kenapa nangis? Orang tua kamu kenapa?" Tanya Aziel bingung, melihat Agni nangis setelah menerima telefon dari orang tuanya.
" Aku ditinggal sendiri lagi dirumah, orang tua aku masih nginep diluar kota sayang selama tiga bulan." Ucap Agni sedih karena orang tuanya selalu sibuk dengan peekrjaan, jarang sekali ada dirumah.
" Sabar yah sayang, berfikir positif ya sayang, orang tua kamu kerja juga kan untuk memenuhi kebutuhan kamu sayang, sudah jangan sedih lagi yah" Lanjut Aziel, pegang tangannya Agni supaya pacarnya tidak sedih terus karena orang tuanya terlal sibuk kerja.
" Iyah sayang, tapi tetep saja aku sedih karena tidak menjadi prioritas mereka, untuk tetep dirumah saja salah satunya kek, aku selalu sedih dirumah sendirian terus, tidak enak selalu minta Vivi dan Violet nginep dirumah setiap kali orang tua aku tidak pulang." Lanjut Agni merasa kesepian tanpa ada orang tua sama sekali.
" Aku mau sih temani kamu, tapi kan kita belum menikah sayang, aku temani pas telepon saja yah seperti kamu merasa kesepian pas makan boleh sekali vidio call aku temani sayang." Lanjut Aziel ikut sedih, mendengar curhatannya Agni.
Aziel ingin sekali temani Agni selama tiga bulan dirumahnya, selama orang tuanya kerja tapi sadar dari kalo Aziel belum menikah dan mana boleh nginep.
.................................................................
Maryam siap siap ke sekolahnya Feri, untuk ketemu dengan guru sekaligus kepala sekolahnya Feri untuk bahas kelanjutan Feri untuk sekolah, walaupun sakit tapi Feri tetep harus belajar.
__ADS_1
" Feri, kamu ditemani pak Ujang disini yah, selama bunda pergi sayang." Ucap Maryam sambil memoleskan bedak diwajahnya.
" Bunda mau kemana? Ini masih pagi loh bunda?" Tanya Feri heran, karena masih pagi bunda nya sudah siap pergi.
" Ke sekolah kamu, mau bahas soal pendidikan kamu, selama kamu sakit, minta guru guru kamu memberikan mata pelajaran tambahan untuk kamu, datang kesini selama kamu masih dirawat di rumah sakit dan tetep belajar di rumah pas sudah boleh pulang." Lanjut Maryam, yang rela bayar berapapun demi Feri tetep bisa belajar setiap harinya.
" Alhamdulillah, bunda mau ke sekolah dan minta guru guru di sekolah tetep ajarin Feri selama buta. terimakasih bunda yang mau berjuang demi Feri bisa tetep belajar." Lanjut Feri bahagia dan lega karena Maryam, diam diam sudah memikirkan bagaimana Feri bisa tetep belajar walaupun tidak datang ke sekolah.
Dilain sisi, Aziel nurut saja saat Agni ajak sarapan bareng, di dapur rumahnya Agni.
" Sayang, maaf yah aku ajak sarapan bareng, soalnya aku lupa bilang ke bik Nur untuk tidak bikin sarapan, eh sudah dibuatkan sarapan, yah sudah aku ajak kamu saja untuk sarapan bareng di rumah." Ucap Agni, langsung gandeng tangannya Aziel untuk masuk kedalam rumahnya dan jalan ke dapur.
" Dimakan sayang, setelah itu kita berangkat bareng ke sekolahnya." Lanjut Agni, yang mulai menikmati nasi goreng buatan bik Nur, bersama Aziel sebelum berangkat sekolah.
Aziel menikmati nasi goreng yang dihidangkan oleh bik Nur dan di nikmati bersama Agni yang baru pertama kalinya ajak makan didalam rumah.
Dilain sisi, Maryam minta bantuan guru gurunya Feri, untuk tetep memberikan pelajaran untuk Feri selama Feri mengalami buta dan lumpuh.
__ADS_1
" Bapak bapak dan ibu guru, saya kesini mau sampaikan kondisi Feri yang sekarang mengalami ke butaan, saya ingin anak saya tetep mendapatkan materi pelajarannya dengan baik. apa bapak bapak dan ibu ibu mau memberikan pelajaran setiap hari datang ke rumah saya, berapapun bayarannya akan saya berikan yang penting anak saya bisa naik kelas, selama sakit apa boleh?" Tanya Maryam berharap guru gurunya Feri, mau bantu Feri tetep belajar dengan keterbatasan fisiknya Feri.
" Boleh saja Bu, kita akan berikan pelajaran sesuai untuk Feri supaya tidak ketinggalan sama sekali pelajaran selama Feri sakit." Ucap Guru biologi, yang akan memberikan pelajaran untuk Feri.
" Dengan belajar di rumah ini, kita akan tahu sejauh mana Feri mempelajari pelajaran selama ini kita berikan." Ucap Guru Fisika, yang mau tahu sejauh mana Feri mengerti pelajaran yang diberikan oleh guru.
" Kira kira kapan Feri mulai belajarnya? Feri besok baru pulang ke rumah?" supaya Feri tidak terlalu banyak ketinggalan pelajarannya?" Tanya Maryam yang berharap, Feri tidak terlalu lama diajarin oleh guru guru sekolahnya.
" Nanti sore kita akan ke rumah sakit, kita akan cari cara untuk Feri bisa kerjain tugasnya dengan cara yang baru sesuai kondisinya." Ucap Kepala sekolah, merasa senang karena Feri walaupun kondisinya tidak bisa melihat tapi masih mau belajar dan mau menerima pelajaran yang disampaikan guru.
Maryam lega sekali karena guru guru sekolahnya Feri, mau memberikan pelajaran dan ajarin Feri dengan keterbatasannya sekarang
Dilain sisi, Aziel melihat Agni, yang tangannya tidak bisa diam, membuat Aziel merasa risih dengan apa yang dilakukan oleh Agni selama naik motornya.
" Sayang, kenapa tangan kamu nakal sayang? Tolong dikondisikan sayang?" Tanya Aziel, berusaha menahan sensasi yang belum pernah Aziel rasakan, karena tangannya Agni yang tidak bisa diem.
" Kenapa sayang? Sebentar lah yah, oh yah malam apa kamu mau temani aku di rumah? aku bener bener tidak betah di rumah sendirian?" Tanya Agni, yang belajar godain Aziel supaya Aziel mau temani Agni dirumahnya
__ADS_1
" Tidak bisa, aku tidak ingin pacaran melebihi batas sayang, tolong jangan diteruskan dan jangan paksa aku sayang!" Tegas Aziel yang tidak ingin, merusak Agni sebelum lulus sekolah dan sebelum halal.
Agni sedih sekali mendapatkan penolakan dari Aziel, padahal Agni senang punya pacar yang dikirain Agni bisa temani Agni sampai malam dan kadang kadang bisa nginep di rumah