DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Belajar dua puluh empat jam


__ADS_3

Agni mendengar temen-temennya memberikan Selamat menikah, tapi juga diselingin dengan ledekan merasa malu dan kesel. Berbeda dengan Aziel yang santai saja mendengar ucapan temen-temennya yang datang ke resepsinya.


" Baru lulus sekolah, sudah menikah. Apa jangan-jangan Agni sudah mengisi?." Tanya Lukman yang curiga, dengan pernikahan tiba-tiba Agni dan Aziel.


" Menikah cepat bukan bearti lagi mengandung, menikah cepat supaya bisa lebih bebas menjaga dan bisa belajar dua puluh empat jam." Ucap Aziel dengan santai, Aziel selalu membanggakan status menikah cepat supaya tidak mudah dihina orang.


" Nah bener apa kata Aziel, kalo pacaran cuman sebentar ketemunya." Ucap Agni yang setuju saja dengan alasan Aziel, karena ini lah yang Agni inginkan menikah cepat.


" Yah deh, Kalian sama-sama suka baca buku, alasannya masuk akal juga dan percaya deh. Semoga kalian langgeng pernikahanya." Lanjut Lukman percaya dengan alasan menikah cepat, Aziel dan Agni.


Lukman turun dari panggung dan mulai makan, karena sudah merasa lapar.


" Sayang, tidak cape kan kelamaan duduk?." Tanya Aziel, melihat Agni kembali duduk Setelah Lukman pergi.


" Tidak kok sayang, Aku tahu kok orang yang menikah pasti lama duduk disini sampai acara selesai." Ucap Agni mulai merasa bosan, tapi tidak mungkin untuk ngeluh diacara sendiri.


" Alhamdullah jika tidak cape, I love you sayang. Alhamdullah yah pernikahan kita sudah masuk tahun ke dua, dan semuanya masih berjalan dengan lancar." Lanjut Aziel, yang tidak menyangka bisa menjalankan pernikahan tanpa ada berantem sama sekali.


" Alhamdullah, Selama dua tahun kita bisa bertahan yah sayang, walaupun ribet karena Vivi dan violet sering datang ke rumah tapi semuanya aman ya sayang." Lanjut Agni senang karena Aziel diajak ribet, tidak pernah protes dan Agni kebanyakan main tidak pernah marah-marah tidak jelas sama sekali.


Agni bahagia karena tidak salah pilih laki-laki menjadi suaminya.

__ADS_1


Dilain sisi, David tidak menyangka jika Feri dipindahkan ke pesantren, setelah di keluarkan oleh Kepala sekolah.


" Feri. Dari mana saja sih? Baru ketemu sekarang? Kamu pindah kemana?." Tanya David yang penasaran, selama setahun sama sekali tidak pernah ketemu dengan Feri.


" Di sekolahin di Pesantren, yang ada dua sekolah itu loh yang pagi sekolah SMU dan siang nya sekolah Pesantren. Sumpah demi apapun orang tua saya tega sekali membuat saya merasa diasingkan sekali!." Protes Feri kesal, karena tiba-tiba dipaksa sekolah di pesantren dan tidak ada pilihan sama sekali.


" Pantesan selama setahun saya tidak pernah melihat kamu, oh yah hari ini Aziel dan Agni menikah. Datang yuk sekalian temu kangen bagaimana apa mau kesana?." Tanya David, yang mau ajak Feri datang ke acara resepsi pernikahannya Aziel dan Agni.


" Boleh saja deh, hayo mau melihat wajah orang yang sudah tega membuat saya menderita seperti ini." Lanjut Feri yang langsung pakai style Feri, yang terlihat tampan, bukan style anak santri lagi.


Walaupun benci dengan tingkahnya Aziel dan Agni, tapi masih mau datang ke resepsi pernikahannya.


Dilain sisi, Kiki dan Vivi. Beli kado pernikahan untuk Aziel dan Agni, sengaja mendadak belinya supaya tidak ribet bawa dari rumah.


" Aku beli kosmetik untuk Agni dan juga Aziel sayang, apa lagi untuk malam pertama mereka sayang. Wajib dibelikan tuh sayang supaya semakin harmonis mereka." Ucap Kiki yang sejujurnya bingung, mau beliin apa untuk Aziel dan Agni.


" Ya sudah belanja yuk sayang, supaya tidak terlalu lama kita datang ke resepsi mereka. " Lanjut Vivi, Vivi langsung masuk kedalam mobilnya Kiki yang sengaja Kiki minta dari orang tuanya. Supaya kuliah kelihatan keren bawa mobil.


Dilain sisi, Aziel walaupun kesal dengan doa yang diucapkan oleh Feri, tapi senang melihat temen lamanya datang juga.


" Selamat yah, kalian menikah dan semoga secepatnya mendapatkan momongan yah, Supaya Agni tidak melanjutkan pendidikannya." Ucap Feri langsung kasih, kado yang sudah dibawanya.

__ADS_1


" Sial! Doain istri saya tidak kuliah, insya allah saya tidak akan membiarkan Agni tidak kuliah sama sekali!." Protes Aziel kesel, karena Feri doain Agni tidak kuliah sama sekali.


" Dasar huh! Saya tidak ingin lah, cuman lulus SMU saja, sembarangan sekali kalo bicara. Menikah cepat bukan berati harus punya anak cepat juga!." Protes Agni kesal, karena Feri mau melihat Agni putus kuliah karena lagi mengandung.


" Sudah lama tidak ketemu, tuh mulut tidak dijaga juga." Lanjut Aziel kesal, karena Feri tidak berubah juga, masih saja bicara sembarangan.


Aziel berusaha tidak emosi terlalu lama, karena tidak ingin keganggu acara pernikahannya.


Dilain sisi, Leni merasa kesepian dirumahnya, ajak Anton untuk rujuk kembali, tapi ditolak oleh Anton.


" Mas, jangan ceraikan aku dong, aku disini cuman sendirian Mas, Ingat Mas kesalahan fatal kamu, Karena kamu anak kandung aku meninggal dunia. Anak pertama dan anak didalam kandungan meninggal dunia aku merasakan keguguran, karena kecerobohan kamu yang pel lantai tidak becus yang akhirnya aku harus kehilangan anak aku. Aku tidak ingin diceraikan Mas." Bujuk Leni berusaha tidak ingin bercerai.


" Enak saja, kamu memperlakukan suami sendiri seperti pesuruh kamu, memangnya saya tidak punya harga diri sama sekali? Saya memang bodoh di masa lalu memungut janda miskin seperti kamu, Sekarang saya tidak akan memungut janda tidak tahu diri seperti kamu. Soal kamu keguguran, itu bukan kesalahan saya tapi kecerobohan kamu sendiri." Ucap Anton, yang sudah cukup dijadikan pesuruh istri sendiri dan tidak akan mau lagi menjalanin pernikahan yang tidak sehat.


" Kasihan sekali sih, sudah jadi selingkuhan, merebut harta, memperlakukan suami seenaknya, dan sekarang diceraikan lagi. Makan tuh harta sampai kenyang tapi tidak memberikan kebahagiaan sama sekali." Ucap Maryam menatap sinis ke Lina, yang berusaha bujuk Anton untuk tidak menceraikannya.


Dilain sisi, Aziel penasaran kado yang dibawa oleh Kiki, karena kadonya kotak kecil dan Kiki memberikannya sambil bisik-bisik segala.


" Dibukanya pas sudah didalam kamar yah, jangan dibuka duluan oke." Ucap Kiki, sambil memberikan kado untuk Aziel.


" Memangnya isinya apa sih? Tidak yang aneh-aneh kan?." Tanya Aziel menatap Kiki, dengan tatapan curiga.

__ADS_1


" Sudah lah, ingat yah pesan saya kalo kado dari saya wajib dibuka yang terakhir kali, sebelum Kalian siap-siap merapihkan bungkus kado yang sudah dibuka." Lanjut Kiki yang langsung turun dari panggung, setelah puas membuat Aziel penasaran dengan pemberiannya.


" Pemberian Kiki kenapa membuat saya curiga yah, bikin penasaran saja jadinya." Lanjut Aziel sambil melihat Kiki, yang mulai mencari makanan yang sudah diincarnya.


__ADS_2