
Aziel dan Agni setelah selesai jalan-jalan, langsung melihat kamar tamu dirumahnya Agni, ternyata cukup banyak dan bisa dijadikan kamar pura-pura.
" Sayang, kalo kamar ini kita jadikan, kamar bohongan Bunda bagaimana? Kita pasang wallpaper sesuai keinginan Bunda. Bagaimana menurut Bunda?." Tanya Aziel melihat Agni yang lagi lihat-lihat kamar tamu.
" Boleh sayang, kamar ini jarang dipakai setiap keluarga Bunda dan Ayah kesini, padahal ini kamar menurut aku paling bagus. Tapi Kakek dan Nenek saja malas disini." Ucap Agni, yakin kamar yang dipilih oleh Aziel kamar paling jarang dipakai.
" Oke sayang, Bunda kirim chat ke Bunda dan Ayah, ijin pakai kamar ini untuk pura-pura jadi kamar Bunda. Supaya tidak jadi salah faham pas mereka melihat kamar ini, ada barang-barang sayangnya aku. Kita akan belajar disini sebelum tidur, karena disini disimpan buku-buku sayangnya aku dan beberapa baju Bunda juga." Lanjut Aziel berusaha tidak ngeluh, karena akan bulak-balik untuk belajar saja.
__ADS_1
" Iyah sayang, aku mengerti dan terimakasih yah sayang, mau ribet demi aku sayang." Lanjut Agni lega, punya suami yang mau diajak ribet untuk siapin kamar bohongan. Demi kedua sahabatnya tidak curiga sama sekali.
...................................................................................................................................
Feri sarapan sebelum berangkat ke sekolah, Feri kesal sekali karena ke sekolah diantar supir karena Maryam tidak berani, membiarkan Feri naik motor sendirian ke sekolah.
" Feri, Kamu ke sekolah diantar supir, begitu juga pas pulang sekolah kamu pulang bersama supir yah." Ucap Maryam, yang tidak akan memberikan kesempatan Feri bawa kendaraan sendiri.
__ADS_1
" Sudah ada di garasi mobil, boleh kamu bawa motor lagi, tapi jika kamu sakit seperti kemarin, Kamu tidak akan boleh lagi bawa kendaraan sendirian, karena Bunda tidak ingin melihat kamu mengalami buta dan lumpuh lagi!." Ancam Maryam dengan tegas, karena tidak tega melihat anaknya tersiksa sekali dengan keadaan sakitnya.
Feri kesel sekali, karena Maryam larang Feri bawa motor dengan kencang, apa lagi tidak boleh ikut balapan sama sekali.
Dilain sisi, Aziel dan Agni sarapan bersama, sebelum berangkat ke sekolah supaya tidak merasa lapar karena tidak makan sebelum berangkat sekolah.
" Ayah, katanya Feri hari ini masuk sekolah, aku takut melihat Feri marah dan takut dicelakai sayang. Karena tidak jenguk Feri selama sakit." Ucap Agni takut, apa lagi Feri bisa melakukan apapun sesuka hati.
__ADS_1
" Sayang, ngapain takut sayang, Bunda kan pulang dan pergi ke sekolah bersama aku kan bahkan sampai rumah. Jadi tidak akan ada alasan Feri usil ke Bunda kan? Tenang saja sayang, aku tidak akan biarkan anak bodoh itu, mencelakai istri aku sayang." Ucap Aziel yang tidak akan membiarkan, Feri seenaknya ke Agni.
" Oh Iyah bener, aku kan sudah punya suami yang bisa melindungi aku sayang, ngapain harus takut. Beda waktu kita masih pacaran, masih ada saja waktu aku tidak bersama Ayah sayang." Lanjut Agni bersyukur karena disaat Feri sembuh, tidak akan takut dengan ancaman yang diberikan oleh Feri.