
Aziel minta Agni untuk ke rumahnya, kebetulan ke dua orang tuanya lagi pergi dan Azriel ada kesempatan untuk ketemu dengan Agni dirumah.
" Sayang, ke rumah yah, ada yang mau aku kasih bicarakan." Ucap Azriel kirim chat ke Agni, Azriel tidak ingin menjalankan hubungan tanpa status yang tidak jelas.
Aziel mau ke dapur untuk melihat makanan yang bisa, dimakan bersama Agni berdua di rumahnya.
" Bik, lagi masak apa? lihat penampilan saya Bik, apa sudah rapih?." Tanya Aziel melihat ART Nya yang baru mulai masak untuk makan siang Aziel saja, karena ibu nya ke kantor Ayahnya setelah antar Aziel pulang dari rumah sakit.
" Bikin pepes ikan emas, penampilan Tuan muda rapih, maaf Tuan muda, rambutnya jangan seperti itu, dan kacamatanya diganti Tuan muda jangan kacamata besar seperti itu, Tuan muda cakep loh, kenapa tidak tampil modis saja sih, Bibik tahu pasti mau ketemu cewek kan, jadi tanya penampilan segala." Ucap Bik Iyem terus terang, Aziel sebenarnya cakep tapi entah kenapa Aziel tidak percaya diri dengan penampilan sendiri.
" Masa sih Bik, oh yah bikin ikan pepesnya dua yah Bik, karena temen saya mau makan siang disini dan baik lah saya akan coba ganti penampilan saya, sebelum temen saya kesini, jangan lupa ditambah yah bik pepesnya." Lanjut Aziel, Aziel langsung jalan ke kamarnya untuk melihat penampilan cool saat menyatakan cinta pada perempuan di google.
Dilain sisi, Agni pusing sekali, karena tiba tiba ada ulangan matematika membuatnya merasa pusing dan bingung jawabnya.
" Kalo tugas sekolah bisa tanya Aziel, dan besok tenang dibawa ke sekolahnya tapi ini ulangan matematika, harus dikerjakan dan dikumpulkan sekarang juga." Batin Agni, kesel karena saat ulangan seperti ini bener-bener pasrah dengan hasilnya.
" Hayo kalian jangan salin punya temennya, kalian sama-sama belajar dan seharusnya kalian bisa kerjain soal mudah ini, kalo kalian dirumah rajin belajar." Ucap Guru matematika, melihat murid-muridnya yang terlihat pusing dan tegang melihat soal matematika yang cukup sulit.
" Halah belajar, tinggal ancam orang-orang disini juga dapat jawabannya, ngapain juga harus cape-cape belajar sih." Batin Feri dengan bangga, Feri melihat Linda yang mau selesai jawab soalnya, langsung buru-buru tuker kertas yang dipegang oleh Linda.
" Salin yang bener untuk kamu, yang ini untuk saya!." Tegas Feri, yang sengaja sedikit galak supaya Linda takut dan mau memberikan jawabannya untuk Feri.
" Iyah Feri, silahkan diambil saja." Ucap Linda takut, Linda tidak berani membuat Feri marah, dari pada dicelakai karena tidak memberikan jawaban sama sekali.
__ADS_1
" Bagus" Lanjut Feri senyum kemenangan, Feri dengan santai jalan duluan ke depan kelas langsung serahkan jawabannya ke guru matematika.
" Bagus Feri, kamu boleh istirahat duluan." Ucap Guru Matematika menerima kertas yang diberikan oleh Feri.
" Baik Bu." Ucap Feri senyum manis melihat gurunya, yang terlihat masih muda, Feri langsung keluar kelas untuk ke kantin duluan.
" Hayo kalian juga, jangan kelamaan isi soalnya, kalian tidak akan istirahat kalo tidak bisa isi soal soal itu!." Tegas Guru Matematika, yang mulai lapar dan ingin sekali ke kantin untuk makan.
" Baik Bu." Ucap Temen-temennya Agni sekelas, dengan kompaknya.
" Dia dapat jawaban siapa tuh? Dasar perempan mendapatkan jawaban dengan cara yang tidak bener, mana bisa membuat Feri pinter coba kalo tidak belajar sama sekali" Batin Kiki, yang menduga jawaban yang dikasih ke guru bukan jawaban hasil Feri sendiri.
Kiki langsung periksa kembali jawabannya sebelum diberikan ke guru dan pasrah dengan hasilnya.
" Nah kan, lebih cakep Tuan muda, perempuan juga pasti suka melihat penampilan baru Tuan muda dan tuan muda kalo menyatakan cinta sekarang pasti diterima deh. Soalnya beda sekali dari yang tadi." Ucap Bik Iyem, yang puji penampilan barunya Aziel.
" Tahuan saja Bibik, kalo saya mau menyatakan cinta ke temen saya, Iyah Bik saya mau ajak temen saya untuk jadian hari ini, oh yah tolong buatkan jus jeruk dua yah Bik dan kalo ada buah juga tolong disiapkan yah Bik, buat pujaan hati saya Bik." Ucap Aziel, yang nurut saja merubah penampilannya, demi menyatakan cinta ke Agni siang nanti.
" Siap Tuan muda" Lanjut Bik Iyem, Bik Iyem berharap temennya Aziel mau menerima cinta nya Aziel dan mau menjadi pacarnya.
Dilain sisi, Agni ajak ketiga sahabatnya, untuk makan eskrim di kantin sekolah, karena kepala pusing setelah kerjain ulangan tadi.
" Parah-parah!, kenapa sih harus ada ulangan harian!, Padahal kan tugas sekolah saja sudah cukup pusing dan ini selalu dikasih ulangan segala sih." Protes Agni kesel, karena sudah dibuat pusing dengan soal matematika tadi.
__ADS_1
" Bener tuh, Guru memang paling demen bikin muridnya pusing terus, dengan kasih kita ulangan dan tugas terus setiap hari." Protes Violet, selalu protes setiap dikasih soal untuk ulangan dan tugas sekolah.
" Kapan sih libur, mau jalan-jalan nih seharian tanpa pegang buku sama sekali dan tanpa pusing-pusing melihat soal yang tidak pernah sedikit sama sekali." Ucap Vivi, yang tidak sabaran untuk liburan sekolah.
" Eh ada chat dari Aziel, Sayang habis pulang sekolah ke rumah yah, karna ada yang mau aku bahas bersama kamu, tenang saja dirumah tidak ada orang tua aku sama sekali jadi kita bisa ngobrol santai dan sambil makan siang bersama. Penasaran Aziel mau bahas apa yah dirumahnya." Batin Agni, penasaran apa yang mau dibahas oleh Aziel, Agni balas chat yang dikirim oleh Aziel.
" Pulang sekolah ke salon yuk,buat rileksasi soalnya kan kita sudah dibuat pusing oleh Guru matematika yang sadis itu." Lanjut Violet yang ingin ke salon, untuk rileksasi dan di lulur, supaya kepalanya tidak merasa pusing lagi.
" Maaf tidak bisa ikut, karena saya mau ke rumah saudara." Lanjut Agni, yang tidak mungkin jujur, kalo Agni sebenarnya mau ke rumahnya Aziel.
" Yah sudah deh, kita berdua saja." Lanjut Vivi percaya saja, dengan apa yang dibilang oleh Agni.
Dilain sisi, Aziel merasa beruntung karena orang tuanya, punya taman kecil yang sengaja dibuat untuk duduk santai sambil menikmati pemandangan bunga-bunga yang selalu dirawat oleh Bunda Nya Aziel.
" Makan siang disini dan disini juga menyatakan cinta ke Agni, bunga mawar juga sudah disiapkan, semoga Agni mau diajak pacaran beneran bukan lagi temen tapi mesra, karena tidak enak dan tidak leluasa memberikan perhatian dan melindungi Agni kalo didepan temen-temen." Ucap Aziel, sambil membuat tulisan i love you di karton yang akan dihias seromantis mungkin, untuk Agni datang nanti.
Aziel membersihkan sampah-sampah daun, yang ada disekitar tempat duduk supaya nanti siang terlihat bersih dan rapih, supaya tidak ganggu momentum romantisnya Aziel bersama Agni nanti.
Dilain sisi, Kiki setelah makan siang langsung jalan ke dalam kelas, Kiki tidak sengaja denger temen-temen perempuan yang semakin takut diancam oleh Feri, setiap Feri minta contekan.
" Kalian kalo takut, aduin saja Feri ke Kepala sekolah, jika yang aduin Feri ramean yakin deh Feri akan diberikan teguran oleh Guru, dan Kepala sekolah terus jika kalian dicelakai oleh Feri, jangan takut untuk minta perlindungan, karena orang seperti Feri tidak akan takut apapun selama kalian diem dan masih saja nurut memberikan contekan untuk dia." Ucap Kiki, yang semakin tidak suka Feri membuat temen-temennya semakin takut dengan ancamannya.
" Kamu yakin kalo ramean pasti menang?, Tapi saya tidak suka cara Feri kerjain tugasnya, matanya gatel sekali dan dengan nada ancaman terus membuat risih dan takut." Tanya Yuyun ragu dan Yuyun yang sering diancam oleh Feri.
__ADS_1
" Yakin dong, kalo dia semakin parah pasti sih akan dikeluarkan secara tidak hormat. Asal kalian kompak aduin ke Kepala sekolahnya pasti menang." Lanjut Kiki, berusaha membuat temen-temen perempuan dikelasnya berani, supaya tidak ditindas terus oleh Feri setiap hari.