
Aziel bantuin Agni untuk pisahin pesenan temen-temennya dan belanjaannya, untuk dikasih langsung ke Vivi, Violet, Kiki, dan David pas ketemu di kampus.
" Bunda. Ternyata belanjaan temen-temen banyak juga yah, untungnya aku bilang ke mereka kalo mau nitip barang atau makanan maksimal satu orang dua barang." Ucap Aziel yang melihat belanjaan, temen-temennya yang ternyata tidak sedikit.
" Kalo Kiki dan david memang dua barang Ayah, coba lihat kosmetik Violet dan Vivi yang takut dilarang dibelikan dan bilang punya aku pas kita belanja." Ucap Agni yang kasih lihat kosmetik yang terlihat lebih banyak, dari pada barang-barang lainnya.
" Astaga dasar wanita! Ya sudah lah, sudah terlanjur dibelikan juga. Sudah yuk berangkat ke kampus dan bawa satu tas oleh-oleh punya temen-temen." Protes Aziel kesel, ternyata ketipu dengan belanjaan dikirain punya Agni karena pas belanja Agni bilang mumpung ada di Bali mau belanja banyak kosmetik dan ternyata kebanyakan titipan Vivi dan Violet.
Dilain sisi, Violet merasa lega karena kedua orang tuanya nginep di luar kota, karena ada pekerjaan selama dua bulan. Jadi dengan bebas ketemu David lebih lama.
" Sayang. Senam yuk sebelum kita berangkat ke kampus." Ucap David yang sudah mulai mencium wajahnya Violet, membuat Violet tidak bisa menolaknya sama sekali.
" Aahhh. Tentu mau dong sayang, olahraga senam supaya kita bisa semangat kuliah di hari pertama." Desa han Violet, Violet sengaja ke kosan barunya David dari pagi dan berangkat sendiri supaya tidak dicurigai oleh supir dan ART nya.
" Kamu selalu cantik Violet, aku suka melihat wajah cantik kamu." Lanjut David mulai gerakin pinggangnya.
" Aaaahhhh. Terimakasih pujiannya sayang, kamu juga semakin tampan sayang, apa lagi setelah lulus SMU terlihat lebih cool." Desa han Violet semakin merdu didengarnya.
__ADS_1
Violet berharap David tidak meninggalkannya, setelah puas mendapatkan apa yang diinginkannya dan tidak ingin menjadi perempuan bodoh selamanya.
Dilain sisi, Kiki sarapan di rumahnya Vivi karena kedua orang tuanya Vivi, ajak makan bersama.
" Kalian jadi satu kelas?." Tanya Bunda Nya Vivi sambil mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya.
" Iyah Bunda. Soalnya kalo beda kelas rasanya tidak enak Bunda, kalo satu kelas kan bisa bareng kerjain tugas kuliahnya." Ucap Kiki sambil menikmati makanan buatan Bunda Nya Vivi.
" Kamu betul sih, punya pacar satu kelas tuh asik, bisa di modusin dan bisa saling bantu kalo ada kuis tentunya." Ucap Ayah Nya Vivi, yang berbagi pengalaman jeleknya.
" Jangan diikutin yah Ki, Ayah cuman bercanda saja. kalian satu kelas untuk saling mendukung untuk bisa kerjain tugas dan kuis yang diberikan oleh Dosen." Lanjut Bunda Nya Vivi, sambil melihat suaminya yang ajarin tidak benar ke Kiki dan Vivi.
" Ayah sayang. Bagaimana masakan aku?." Tanya Agni penasaran, Karena pertama kalinya masak nasi goreng.
" Enak sayang. Bumbunya pas dan pedesnya juga pas, semakin enak masakan Bunda dan aku bangga melihatnya sayang." Ucap Aziel terus terang, Aziel senang sekali karena Agni terus dan terus belajar membuat masakan enak.
" Alhamdullah jika enak, yuk dihabiskan sayang." Lanjut Agni bahagia, karena Aziel suka dengan masakannya.
__ADS_1
Agni mulai menikmati masakannya sendiri dan rela cape-cape masak, jika hasilnya enak dan membuat Aziel bisa menikmati masakannya.
Dilain sisi, Feri pertama kalinya diminta untuk jadi imam solat, Feri berusaha untuk menghafal dengan baik bacaan solat dan juga gerakan solat sampai selesai.
" Alhamdullah Feri, kamu pelan-pelan sudah bisa menjadi imam solat dan semuanya benar." Ucap Ustad setelah solat, dan memuji perkembangannya Feri.
" Alhamdullah Ustad. sedikit-sedikit saya belajar untuk bisa menjadi imam solat." Ucap Feri senang mendapatkan pujian dari Ustad, karena bacaan solat dan gerakan solat nya bener semua.
" Tidak tahu saja Ustad, kalo saya belajar mati-matian supaya bisa menjadi imam solat dan tidak malu dilihatin seluruh santri." Batin Feri yang berjuang belajar, untuk hafalin gerakan solat dengan baik.
Dilain sisi, Agni memberikan belanjaan Vivi, Violet, David, dan Kiki. Setelah acara ospek selesai.
" Terimakasih yah. Karena kalian mau saya repotkan untuk beli sepatu yang lagi ngetren di Bali, membuat saya mau beli dan kebetulan kalian kesana kan." Ucap David langsung pakai sepatu barunya.
" Sama-sama. Oh yah kita ke pondok yuk, karena saya beliin oleh-oleh untuk Feri juga." Ucap Aziel, kasih lihat oleh-oleh untuk Feri.
" Buku dan perlengkapan solat, Memang cocok untuk Feri sekarang dan penasaran penampilan Feri selama ada di pondok." Ucap Vivi antusias untuk ketemu dengan Feri.
__ADS_1
" Awas kecantol sama penampilan santri loh Vivi, bisa-bisa disamping kamu murka." Ledek Agni melihat Vivi, yang selalu kagum melihat laki-laki pakai peci dan sarung.
" Ya tidak akan berani Agni, Lebih tampan pacar aku kemana-kemana kok." Lanjut Vivi, yang langsung senyum manis melihat Kiki yang mulai merasa cemburu. Karena Vivi terlihat senang dan tidak sabar mau ketemu dengan Feri.