
Agni melihat temen temannya yang pusing kerjain tugas sekolah, cuman bisa senyum sinis melihat sahabat sahabatnya kesusahan isi soal soal tugas sekolahn
" Susah sekali sih jawabannya, pasrah deh dengan hasilnya " Ucap Dina berusaha untuk kerjain tugas sekolahnya dan pasrah dengan nilai yang diberikan guru nanti
" Sama saya juga pasrah lah, yang penting kan mau belajar dan mau berusaha juga." Ucap Vivi merasa pusing karena kerjain tugas sekolah pelajaran matematika.
" Jawaban mereka ada yang salah, untungnya bersikap manis didepan Aziel membuat saya, tidak harus susah payah memikirkan jawaban tugas yang ada. Jadi aman deh sekarang" Batin Agni bangga karena berhasil manfaatin Aziel hari ini
" Santai saja temen temen, ikhlas saja dengan hasilnya kita kan sudah berusaha belajar dan mau berusaha kan, hasilnya sesuai bu guru saja dan jika ada yang salah juga kita diberikan jawaban yang bener setelah pulang sekolah untuk kita belajar lagi kan.' Ucap Agni berusaha bijaksana dan tidak terkesan sombong, karena Agni percaya jawaban yang sudah dikerjakan Aziel bener semua
" Ya sih, walaupun dikasih jawaban juga setelah kita diberikan nilainya kan, jalan jalan yuk lah cari eskrim supaya tidak pusing kepala, makan yang dingin dingin." Lanjut Dina langsung masukin buku pelajarannya kedalam tasnya.
" Sayang, aku lagi belajar bersama temen temen, buruan sehat yah supaya kita bisa belajar bersama" Batin Agni kirim chat ke Aziel, supaya Aziel percaya kalo Agni mau jadi temen tapi mesranya Aziel.
" Enak juga makan eskrim rasa coklat pakai roti tawar mantap tuh" Lanjut Agni yang setuju makan eskrim, apa lagi pakai roti tawar.
Agni melihat temen temennya yang merapihkan buku buku, yang sudah dipakai untuk kerjain tugas sekolah.
Dilain sisi, Feri merasa pusing karena harus kerjain tugas sekolah, Feri telefon Dani untuk bayar Dani jika Dani ingin memberikan jawaban tugas sekolahnya.
__ADS_1
" Dani, kamu mau uang warna biru empat lembar tidak?" Tanya Feri saat saluran telefon terhubung
" Yah mau lah, apa yang harus saya lakukan?" Tanya Dani diseberang telefon, Dani tidak menolak diberikan uang biru empat lembar
" Besok sebelum berangkat sekolah, ke rumah saya untuk saya salin jawaban kamu tugas sekolah, dan besok kan ulangan pelajaran KIMIA, siapin jawaban yang bener yah, jadi saya bayar kamu untuk dua pelajaran yah empat lembar uang biru untuk besok yah." Lanjut Feri yang malas belajar, karena Feri setiap belajar pasti sakit kepala terus.
" Boleh saja, tapi ditambah minuman biasa yah, pas kita nongkrong besok kamu yang beliin oke." Lanjut Dani tidak masalah dimanfaatin oleh Feri, asal menguntungkan Dani.
" Beres lah, ingat harus bener jawabannya yah jangan ada yang salah satu pun." Tegas Feri yang sudah bayar, tapi ada yang salah jawaban karena Dani, karena Feri tidak ingin malu karena ada jawaban yang salah.
" Tenang saja, sudah dibayar kok bikin nilai kamu jelekk sih, sudah yah saya mau belajar nih." Lanjut Dani semangat belajar karena dikasih uang oleh Feri besok pas sampai di sekolah.
Dilain sisi, Aziel baca chat dari Agni merasa bahagia sekali, karena akhirnya bisa ngobrol banyak bersama Agni melalui chat pribadi
" Dari dulu harusnya di operasi, biar bisa Deket dengan Agni bikin semangat saja kan jadinya, lama sekali rasanya pulang ke rumah, mau jalan bersama Agni dan mau belajar bareng juga padahal, kan kasihan dia harus bulak balik kesini untuk jenguk saya dan belajar bareng lagi " Ucap Aziel setelah baca chat chat yang diberikan oleh Agni.
Aziel merasa lega baca chat yang diberikan oleh Agni, pas kedua orang tuanya pergi beli makan malam membuat Aziel bisa bebas baca chat dari Agnu tanpa harus digodain orang tuanya
Dilain sisi, Kiki merasa lega sekali, karena tugas sekolahnya sudah selesai dikerjakan membuat Kiki langsung merapihkan buku sekolah untuk besok.
__ADS_1
" Alhamdulillah sudah selesai belajar, tugas sekolah untuk besok sudah dikerjakan dan besok jenguk Aziel di rumah sakit ah, kasihan juga tidak ada yang jenguk Aziel sama sekali." Ucap Kiki langsung merapihkan buku sekolah dan baju sekolah untuk besok, sebelum tidur Kiki sempetin diri untuk belajar dulu.
...................................................
Agni sarapan bersama kedua orang tuanya, yang lagi tumben ada di rumah membuat Agni bahagia melihat kedua orang tuanya lengkap bisa sarapan bersama.
" Ayah dan bunda, kapan kita jalan jalan keluarga? kalian kan sudah sibuk kerja dan Agni ingin sekali bisa jalan jalan lagi bersama kalian?" Tanya Agni yang ingin sekali, bisa jalan jalan bersama orang tuanya lagi
" Tidak bisa sayang, karena kita sibuk kerja dan kamu jalan jalan saja bersama temen temen kamu yah." Ucap Ayah nya Agni, yang tidak punya waktu untuk jalan jalan, karena pekerjaannya bener bener sibuk sekali.
" Selalu saja sibuk kerja, yah sudah lah Agni pasrah saja jika kalian tidak pernah ada waktu bersama Agni untuk jalan jalan bareng." Ucap Agni sedih, karena orang tuanya tidak pernah prioritas kan Agni sebagai anaknya, yang butuh juga kebersamaan orang tuanya.
" Jangan begitu lah sayang, kita kerja kan untuk hidup Agni punya apapun yang Agni mau karena banyak uang, jadi jangan sedih seperti itu lah sayang, karena kita sibuk kerja " Bujuk Bunda nya Agni sedih, setiap kali Agni bilang pasrah
" Yah ya, uang saku Agni sudah habis dan butuh untuk ke bengkel karena harus beli oli dan bensin. sudah yah Agni berangkat sekolah dulu kalo begitu " Lanjut Agni kesel, Agni langsung mencium tangan kedua orang tuanya
" Hati hati dijalan yah sayang, Iyah ayah transfer yah sayang." Lanjut Ayah nya Agni, langsung transfer uang saku untuk Agni dan kebutuhan Agni untuk ke bengkel.
Agni melihat m-banking yang ada di handphone nya, membuat Agni senyum sinis dan langsung jalan begitu saja. karena orang tuanya, tidak peduli sama sekali dengan perasaan Agni, yang bukan butuh uang saja tapi Agni butuh kasih sayang dan peduli dari orang tuanya
__ADS_1