DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Malam yang indah


__ADS_3

Agni menikmati jalan-jalan berdua dengan Aziel, Aziel memarkirkan motornya dipinggir jalan, untuk menikmati kuliner malam berdua.


" Sayang, apa kamu merasa kedinginan sayang?." Tanya Aziel melihat Agni, yang masih betah duduk diatas motornya.


" Tidak sayang, aku kan pakai jaket, sarung tangan, dan kaos kaki. Bagaimana kalo kita nginep yuk untuk merayakan hari jadi kita sebagai suami dan istri?." Tanya Agni melihat Aziel, yang terlihat tampan dengan style barunya.


" Jangan dong sayang, kita kan masih sekolah yah mana boleh dong sayang, walaupun sudah menikah tapi masih belum pantas sayang." Lanjut Aziel, yang sejujurnya mau juga merasakan nginep di hotel bersama istri tapi sadar diri, Kalo Aziel masih sekolah dan tidak pantas untuk nginep di hotel bersama Agni.


" Iyah sayang, yah sudah kita lanjut jalan-jalan yuk, menikmati sepanjang malam ini." Lanjut Agni yang mengerti maksudnya Aziel, untuk tidak nginep dihotel.


Aziel mencium keningnya Agni, sebelum naik motornya dan melanjutkan perjalannya.


Dilain sisi, Feri bahagia sekali, karena Dokter Ortopedi atau Dokter spesialis tulang setuju terima keinginannya Feri, untuk operasi besok pagi.


" Feri, besok kamu operasi kakinya, siap-siap yah besok operasi jam delapan pagi." Ucap Dokter Ortopedi.


" Yes, Terimakasih yah Dokter, akhirnya diijinkan untuk operasi juga." Ucap Feri bahagia, karena operasi kakinya bisa dipercepat.


" Ya sudah kalo begitu saya permisi, jangan bergadang yah supaya besok tidak ngantuk dan tidak sakit sebelum operasi." Lanjut Dokter Ortopedi langsung keluar, kamar perawatannya Feri.


" Yah sudah Feri, sekarang tidur dan besok bangun sudah fresh, Bunda juga mau tidur." Ucap Maryam, Maryam bahagia sekali, karena Feri akhirnya mau sembuh total kondisi mata dan kondisi kakinya sebentar lagi normal seutuhnya.


Dilain sisi, Aziel dan Agni, setelah puas jalan-jalan berdua, memutuskan untuk pulang karena tidak bisa nginep dimana pun karena tidak bersama orang tua.


" Terimakasih yah sayang, akhirnya aku bisa menikmati dan merasakan jalan-jalan malam, tanpa merasa takut sama sekali." Ucap Agni bahagia, karena pengalaman pertama bisa jalan malam sepuasnya.


" Sama-sama sayang, setiap hari akan aku ajak jalan malam, asal bukan hari sekolah yah, karena besoknya pasti ngantuk disekolahnya." Ucap Aziel, paling tidak suka tidur terlalu malam dan besoknya ngantuk selama disekolah.

__ADS_1


" Iyah sayang, sayang kita lanjut malam pengantin kita yuk sampai pagi, besok kan hari libur bisa bangun siang." Lanjut Agni, yang ingin sekali mengulang siang yang indah bersama Aziel.


"  Boleh sekali sayang, yah sudah kita mandi dulu yah dan baru kita lanjut malam indah kita sampai pagi" Lanjut Aziel, langsung siap-siap untuk mandi.


Agni ikutan siap-siap untuk mandi, dan merasa akan merasakan kembali siang yang indah bersama Aziel.


..........................................................................................................................................................................


Feri langsung dibawa ke ruangan operasi, untuk operasi kedua kakinya, Feri tidak sabar ingin sekali secapatnya kembali jalan.


" Bunda, terimakasih yah karena turutin ke inginan Feri, untuk bujuk Dokter Ortopedi untuk operasi kedua kakinya Feri sekarang." Ucap Feri bahagia, karena Maryam mau turutin keinginannya.


" Sama-sama sayang, Bunda akan melakukan apapun untuk kamu sayang, optimis operasinya berhasil yah Nak" Ucap Maryam senang, melihat Feri terlihat bahagia sekali, karena keinginan untuk operasi lebih cepatnya tercapai dan tidak terlihat sedih lagi.


Dilain sisi, Agni membuka matanya, melihat cowok yang beberapa hari ini menemani Agni, dan sekarang menjadi suaminya yang akan selalu temani Agni setiap saat.


" Pagi sayang, kok bangun jam segini? Kan hari libur sayang? Memangnya tidak ngantuk?." Tanya Aziel  menatap wajah cantiknya Agni, tanpa makeup sama sekali dan ciri khas bangun tidur tidak membuat kecantikan Agni memudar.


" Terbiasa bangun pagi sayang, mungkin karena kita kan setiap hari bangun jam segini sayang." Lanjut Agni, Agni membiarkan Aziel iseng ke Agni walaupun membuatnya geli tapi tidak melarang Aziel sama sekali.


" Ya sudah sayang, sekarang kita mandi, makan, dan jalan-jalan yuk, menikmati pagi pertama kita sebagai suami istri." Lanjut Aziel, mencium wajahnya Agni penuh dengan cinta.


Dilain sisi, Ela pertama kalinya dirumah tanpa ada Aziel, membuat Ela merasa rindu dengan anaknya yang sekarang sudah menikah.


" Ayah, sepi yah dirumah tidak ada Aziel, biasanya anak itu banyak tanya ke Ayah yah, Bunda rindu Aziel." Ucap Ela sambil siapin sarapan untuk Reno.


" Sama Bunda, Ayah juga kangen anak kita, tapi yah mau bagaimana lagi sekarang anak kita sudah menikah dan punya istri kan, jadi anak kita tinggal dirumah istrinya." Ucap Reno, yang merasa kehilangan Aziel yang sudah tinggal dirumahnya Agni.

__ADS_1


" Anak itu ada-ada saja, masih kecil sudah tidak sabar menikah dan rela nikah sekarang!" Protes Ela kesel, karena anaknya baru pacaran sudah ajak nikah pacarnya.


Dilain sisi, Aziel ajak Agni sarapan ditaman dan sekalian nongkrong ditaman berdua.


" Enak sekali sayang, nasi uduk disini dan porsinya juga banyak lagi." Ucap Aziel senang, karena baru pertama kalinya makan di taman bersama Agni.


" Iyah sayang,memang enak nasi uduk disini dan porsinya juga banyak sayang, aku sering makan disini bersama temen-temen aku sayang." Ucap Agni yang sering makan di taman kota bersama kedua sahabatnya.


" Oh pantasan saja tahu makanan enak disini, ternyata sudah terbiasa makan disini bersama Vivi dan Violet yah." Lanjut Aziel menikmati, nasi uduk yang pertama kalinya Aziel nikmati.


Dilain sisi, Maryam ikutin Suster yang bawa Brankard menuju kamar perawatan, yang Maryam minta untuk Feri dirawat.


" Ibu, jika pasien sudah sadar jangan dikasih minum dulu yah, biarin pasien buang angin dan setelah itu baru hubungi kami yah." Ucap Suster yang sudah pindahkan Feri ke tempat tidur pasien.


" Baik Suster, terimakasih sudah bawa Feri jauh-jauh kesini, dari ruang operasi tadi." Ucap Maryam senang,melihat Feri yang berhasil operasinya.


" Sama-sama Bu" Lanjut Suster langsung pergi, meninggalkan Feri dan Maryam dikamar perawatan VVIP.


Maryam pakaikan selimut untuk Feri,yang masih tidur karena obat bius bekas operasi tadi.


Dilain sisi, Kiki ajak Vivi jalan-jalan menikmati Weekend, olahraga dan jalan-jalan bersama ke care free day.


"  Sayang, kita beli sarapan apa yah? Aku mulai lapar sayang, setelah lari tadi?." Tanya Kiki, melihat Vivi yang kelelahan habis lari tadi.


" Makan bubur ayam yuk sayang, aku juga mulai lapar sayang."  Ucap Vivi, yang mendadak merasa lapar, setelah sejam lari bersama Kiki.


" Hayo sayang" Lanjut Kiki, langsung gandeng tangannya Vivi untuk mencari penjual bubur ayam untuk sarapan bareng.

__ADS_1


Kiki langkah kakinya berusaha tidak dipercepat, supaya tidak membuat Vivi merasa kelelahan karena menyeimbangi langkahnya Kiki.


__ADS_2