
Agni, Vivi, dan Violet. Minta Aziel, Kiki, dan David. Untuk keluar dari mobil karena Agni dan temen-temennya mau ganti baju karena belum siap harus berhijab.
" Kalian tunggu diluar yah dan jangan ngintip, buat Aziel awas kalo iseng! Bakal mendapatkan hukuman!." Ancam Agni, yang tidak ingin Aziel iseng untuk modus masuk kedalam mobil.
" Mana berani aku sayang. Apa lagi ada Vivi dan Violet juga, aku tidak ingin jadi cowok yang meresahkan sayang. Sudah buruan ganti baju, supaya kita bisa main timezone." Ucap Aziel, Aziel dari dulu paling tidak bisa modusin perempuan sama sekali, selalu bisa menjaga matanya.
" Agni beruntung sekali, bisa mendapatkan suami yang bisa menahan keinginannya, untuk merasakan kebebasan tidak seperti David dan sekarang terjebak dengan hubungan dengan adanya kontak fisik." Batin Violet merasa sedih, karena dengan bodohnya nurut saja ajakan David waktu itu.
" Kita duduk saja nungguin tiga bidadari cantik untuk ganti baju, dari pada digangguin terus tidak akan beres-beres mereka." Ucap Kiki, yang langsung jalan ke pohon untuk duduk sambil nunggu Vivi selesai ganti baju.
Aziel dan David ikut saja duduk dibawah pohon, sambil main handphone dari pada bosan tungguin Agni dan temen-temennya ganti baju.
Agni, Vivi, dan Violet. Setelah memastikan pasangan masing-masing, sudah duduk manis dibawah pohon langsung ganti baju dan makeup supaya semakin cantik wajahnya.
" Agni mau tanya dong, apa enaknya menikah setelah SMU? Apa tidak takut Aziel membatasi kamu main?." Tanya Vivi penasaran, karena Agni mau saja diajak nikah cepat.
" Sebenarnya temen-temen, saya dan Aziel sudah menikah disaat kita kelas dua SMU semester dua, kalian kan tahu orang tua saya yang jarang sekali di rumah kan. Dari pada punya pacar tapi tidak bisa temani saya sepuasnya dan akhirnya saya minta orang tua saya dan orang tuanya Aziel, untuk nikahi kita diam-diam selama sekolah tidak boleh melakukan kesalahan apapun, dari pada kita putus sekolah dan orang tua kita setuju untuk nikah cepat dan setelah SMU baru meresmikan pernikahan kita." Ucap Agni terus terang, Agni tidak masalah untuk cerita sekarang soal statusnya, karena sudah menikah resmi juga.
" Pantasan saja yah Agni. Kamar kamu beda untuk menutupi rahasia besar kamu yah bersama Aziel, lebih penting lagi setiap kita mau ajak main selalu ada Aziel bahkan malam pun Aziel masih dirumah kamu, dengan alasan belajar yah." Ucap Violet masih ingat, pas main ke rumahnya Agni, melihat kamarnya beda dan tidak seperti biasanya, sekarang baru terungkap ke aneh-aneh kamarnya Agni.
" Betul sekali Violet, jadi kan tidak merasa sendirian di rumah karena sudah ada Aziel, apa lagi setiap malam bisa lebih bebas jalan-jalan berdua tanpa takut dimarahin karena keluar malam-malam sampai tengah malam juga aman. Selain itu juga bisa banyak waktu untuk belajar bersama Aziel, apa lagi disaat mau kelulusan harus belajar lebih ekstra kan." Lanjut Agni terus terang, Agni merasa bersyukur menikah dengan Aziel sebelum kelas tiga, supaya ada yang temani Agni belajar sampai tengah malam.
__ADS_1
Vivi setuju dengan alasan Agni, karena selama ini Agni selalu minta ditemani selama orang tuanya pergi untuk kerja, Vivi sejujurnya merasa heran karena Agni sudah tidak minta ditemani dirumahnya semenjak pacaran dengan Aziel tapi tidak pernah tanya langsung ke Agni.
Dilain sisi, Feri melihat Wulan jalan ke perpustakaan, pura-pura masuk kedalam perpustakaan untuk cari buku, padahal supaya bisa ketemu dengan Wulan.
" Rajin sekali baca buku, lagi cari buku apa?." Tanya Feri pelan, supaya tidak dimarahin karena ngobrol bersama Wulan.
" Eh kamu! Tidak rajin juga sih Fer, lagi cari buku sosiologi nih soalnya lagi kepengen baca buku itu." Ucap Wulan kaget, karena tiba-tiba ada Feri di depannya.
" Oh buku itu yah. Nih saya pinjamkan buku yang tadi dibawakan temen-temen saya, jika sudah selesai baca bisa kasih saya lagi di kelas besok yah." Lanjut Feri, mulai pendekatan dengan Santri karena Feri punya niat setelah lulus SMU langsung ajak Wulan nikah.
" Seriusan boleh? Kamu kan belum baca buku itu berarti?." Tanya Wulan merasa tidak enak, masa Feri yang dikasih buku tapi belum baca sama sekali.
Wulan senyum senang, karena Feri mau pinjamkan bukunya ke Wulan. Wulan langsung cari tempat duduk untuk baca buku sosiologi.
Dilain sisi, Aziel, Agni, Vivi, Kiki, David, dan Violet. Langsung jalan bareng ke timezone, karena sudah tidak sabar untuk main games bareng-bareng.
" Kita mencar yah, have fun main games bersama pasangan masing-masing." Ucap Aziel, yang ingin main games berduaan dengan Agni.
" Oke deh, jika sudah selesai tunggu didepan kasir saja yah. Supaya tidak susah dicarinya." Ucap David, yang setuju main games berduaan dengan pasangan, dari pada ramean.
" Iyah Vid." Ucap Agni, langsung gandeng tangannya Aziel, untuk antri duluan beli koin dan tidak sabar main games bersama Aziel.
__ADS_1
Dilain sisi, Kiki memberikan eskrim untuk Vivi, karena Kiki suka sekali makan eskrim.
" Eskrim manis untuk perempuan paling manis, apa lagi kalo lagi bahagia terpancar jelas senyum manisnya enak dilihat." Ucap Kiki dengan gombalannya, Kiki memberikan eskrim rasa coklat untuk Vivi.
" Terimakasih raja gombal, aku makan yah eskrim manisnya." Ucap Vivi yang sudah biasa mendapatkan ucapan Kiki, yang berlebihan tapi Vivi seneng setiap kali Kiki gombalinnya dengan kata-kata yang membuatnya senang dengernya.
Dilain sisi, Agni bahagia sekali mendapatkan boneka dari Aziel, Aziel sudah menghabiskan sepuluh koin dan akhirnya mendapatkan satu boneka yang Agni inginkan.
" Perjuangan panjang demi dapatin satu boneka, dasar wanita ada-ada saja keinginannya." Batin Aziel, yang merasa lelah main capit boneka dan harus sesuai keinginannya Agni bonekanya.
" Terimakasih sayang bonekanya, akhirnya dapat juga dan aku suka Boneka ini." Ucap Agni langsung peluk bonekanya, Agni senang sekali karena sudah banyak koleksi boneka yang diberikan oleh Aziel.
" Sama-sama sayang, aku ikut senang mendengarnya. Beli minum yuk sayang, aku haus sekali." Ucap Aziel yang merasa capek, karena hampir setengah jam berusaha mendapatkan boneka yang Agni inginkan.
" Hayo sayang." Lanjut Agni senang, Agni peluk boneka yang sudah Aziel dapatkan.
Agni temani Aziel untuk beli minum, karena Agni belum haus jadi Aziel sendirian yang beli minum.
..........TAMAT.........TAMAT..........TAMAT.........
Terimakasih, yang sudah baca novel ini selama dua bulan.
__ADS_1