
Aziel melihat jam di handphone nya, sudah menunjukan jam sembilan pagi, membuat Azriel sedih karena hari ini tidak masuk sekolah.
" Yah sudah siang!, padahal Aziel sudah tidak sabar mau masuk sekolah padahal, kenapa tidak kemarin sih diperiksanya, jadi kan hari ini bisa sekolah!." Protes Azriel kesel, padahal mau kasih kejutan untuk Agni.
" Sabar dong Aziel, besok sekolah kok karena kan kamu sudah sembuh total juga." Ucap Bunda Nya Azriel, yang mengerti anaknya mau ketemu dengan pujaan hatinya.
" Huh masih lama!, yah sudah deh kita pulang saja!." Protes Aziel kesel, padahal sudah kangen sekali dengan Agni dan mau menikmati jalan-jalan berdua setelah sembuh.
Aziel pasrah diajak pulang dan tidak jadi ke sekolah, karena Aziel sudah ke siangan berangkat sekolahnya.
Dilain sisi, Feri perintahkan Yuyun untuk kerjain tugas sekolahnya, Feri langsung lempar bukunya diatas mejanya Yuyun.
" Salin dengan benar! Dan setelah itu bawa ke meja saya, awas jika ada yang salah isi mengerti!." Tegas Feri, Feri lempar bukunya kemejanya Yuyun, membuat Yuyun takut dengan tingkahnya Feri.
" Bisa minta dengan sopan tidak! Saya bukan pesuruh kamu, jika ingin dibantu bilang yang sopan dan kamu belajar bahasa Indonesia kan?." Tanya Yuyun, Yuyun sudah kesal dengan tingkah nya Feri yang selalu seenaknya saja, tidak bisa kerjain sendiri tapi minta bantuan temennya selalu tidak pernah sopan sama sekali.
" Sudah berani melawan? Ingat perempuan itu makhluk lemah, jadi jangan berharap bisa melawan saya mengerti?." Tanya Feri, Feri sengaja matanya nakal untuk takut-takuti Yuyun.
__ADS_1
" Jangan macam-macam kamu!, sini bukunya huh." Protes Yuyun, merasa takut dan risih dengan tatapan nakalnya Feri.
" Hahahaha, baru dilihatin begitu saja sudah takut, jadi makhluk paling lemah, Itu nurut saja apa kata saya, jangan pernah melawan." Lanjut Feri ketawa puas, karena berhasil takut-takutin Yuyun.
Feri langsung kembali ke mejanya, membiarkan Yuyun salin tugasnya ke dalam buku tulisnya, Yuyun yang mendapatkan tatapan nakalnya Feri jadi takut jika melawan perintah Feri.
Dilain sisi, Agni berangkat ke sekolah bareng kedua sahabatnya, sambil menikmati sarapan pagi bersama-sama.
" Katanya Aziel sudah pulang ke rumah dan besok mulai sekolah, akhirnya yah Aziel kembali ke sekolah, jadi kan tidak sulit lagi kerjain tugas sekolah." Ucap Agni, sambil menikmati sarapan paginya.
" Kita nanti siang ke rumahnya Aziel yuk, pasti dia seneng kita ke rumahnya tentunya sambil belajar, ajak Kiki saja sekalian, supaya Aziel lebih banyak ngobrol bersama Kiki." Ucap Vivi, yang tidak ingin terlalu banyak ngobrol bersama Aziel diluar pelajaran.
" Ide yang bagus, baik lah kita akan ajak Kiki juga." Lanjut Agni setuju, supaya Aziel tidak berusaha lihatin Agni dan sambil senyum kearah Agni.
Dilain sisi, Kiki belajar kembali pelajaran, yang sudah dipelajarinya bersama Aziel kemarin di rumah sakit.
" Masih pagi sudah buka buku, rajin sekali." Ucap Krisna melihat Kiki belajar sendirian di mejanya.
__ADS_1
" Dari pada bosan didalam kelas, sambil nunggu Guru datang kan lebih baik belajar saja." Ucap Kiki, yang jadi rajin belajar berkat deket dengan Aziel.
" Betul sih, dari pada cuman ngobrol saja kan, lebih baik belajar." Lanjut Krisna yang setuju, belajar dari pada ngobrol bersama temen-temenya.
Kiki langsung baca buku LKS, yang sudah dipelajarinya kemarin, membuat Kiki baca kembali supaya faham pelajaran hari ini.
Krisna langsung kembali ke tempat duduknya, untuk main games dari handphone nya, Krisna malas belajar dan malas juga ngobrol lebih baik main games saja sendirian.
Dilain sisi, Aziel bahagia sekali, karena akhirnya bisa kembali ke kamarnya, setelah beberapa hari dirawat dirumah sakit.
" Sekarang kamu istirahat dulu yah, jangan kemana-mana, karena Bunda mau masak untuk Aziel yah." Ucap Bunda Nya Aziel, simpan tas Aziel ke atas meja belajarnya Aziel.
" Iyah Bunda, lagian ini masih pagi dan temen-temen juga pada sekolah jam segini Bunda, mana bisa main juga." Ucap Aziel melihat kamar, yang sudah empat hari tinggalin.
" Bagus kalo kamu tahu itu Aziel, sudah yah Bunda mau masak dulu. " Lanjut Bunda Nya Aziel, langsung keluar dari kamarnya Aziel untuk masak makan siangnya Aziel
Aziel langsung melanjutkan tidurnya setelah dibangunkan oleh Dokter, untuk ronsen terakhir sebelum pulang dan sampai rumah langsung tidur kembali.
__ADS_1