
Feri mengepalkan kedua tangannya, karena temen-temen sekelas beneran dengan ucapannya. Untuk adukan sikap dan ucapannya Feri ke Kepala sekolah dan minta Feri dikeluarkan dari sekolah.
" Pak, kita semua sudah risih dan tidak nyaman dengan sikapnya Feri yang semakin seenaknya ke kita semua, Kita sudah ajak bicara baik-baik supaya Feri tidam seenaknya dan zolim ke kita semua. Kita minta Guru-guru dan Kepala sekolah keluarkan Feri dari sekolah ini, sudah cukup kita disakiti oleh Feri." Ucap Aziel, yang sudah lelah kasih tahu baik-baik, tapi tidak dihargai sama sekali.
" Tadi pagi Feri datang ke kelas, marah besar karena kita semua balas dendam kebiasaan Feri, yang larang kita semua jenguk temen yang lagi sakit. Feri langsung lempar tasnya ke meja Aziel, karena tidak terima kita semua tidak peduli dengan Feri." Ucap Kiki dengan lantang, Kiki setuju jika Feri dikeluarkan dari sekolah.
" Apaan sih! Cuman serti itu saja kalian ngadu ke Kepala sekolah, kalian banci sekali sih, laki-laki sejati itu kalahin lawan dengan tenaga bukan seperti perempuan ngadu seperti ini!." Ledek Feri menatap sinis, kearah Kiki, Aziel, dan Agni.
" Baik lah anak-anak, jika memang itu keinginan kalian, alasan kalian minta Feri dikeluarkan dari sekolah. Semakin keterlaluan ke temen-temennya dan membahayakan temen-temennya terus. Bapak akan membuat surat resmi keluarin Feri dari sini dan Feri hari ini kamu terakhir sekolah disini!." Tegas Kepala sekolah, yang sudah tidak ingin ada keributan lagi diantara murid-muridnya, dan juga tidak ingin muridnya merasa tidak tenang selama ada di sekolah.
__ADS_1
Feri mendengar keputusan Kepala sekolah, langsung mengepalkan tangannya. Bener-bener emosi karena Feri beneran dikeluarkan dari sekolah.
Dilain sisi, Violet, Vivi, David, dan Hendra. Ngabahas Aziel, Agni, dan Kiki. Minta Feri untuk dikeluarkan dari sekolah.
" Temen-temen, apa kalian bisa tebak apa Feri dikeluarkan atau tidak dari sekolah ini?." Tanya Vivi penasaran, bagaimana hasil pertemuan Kiki, Aziel, dan Agni. ke Kepala sekolah.
" Pasti dikeluarkan sih, apa lagi kalo kesaksian mereka ada bukti nyata. Dijamin dikeluarkan dan sekarang dia pasti lagi murka-murkanya ke Aziel, Kiki, dan Agni." Ucap Hendra yang yakin, Feri dikeluarkan dari sekolah.
" Kasihan juga sih yah, karena sehari-sehari seenaknya membuat Feri harus putus sekolah seperti itu kan." Ucap Violet, sejujurnya tidak tega dengan Feri, putus sekolah karena tingkahnya sendiri.
__ADS_1
Dilain sisi, Maryam kaget mendengar kabar dari Kepala sekolah, kalo Feri harus keluar dari sekolah hari ini juga.
" Ibu. Saya minta maaf, Putra Ibu harus saya keluarkan dari sekolah ini, karena Feri sudah keterlaluan sikapnya dengan temen sekelasnya. Dari pada membuat anak-anak ketakutan dengan sikap seenaknya Feri, dengan terpaksa saya keluarkan atas keinginan murid saya." Ucap Kepala sekolah, yang terpaksa harus keluarkan siswanya, tapi kedamaian siswa lain jauh lebih penting.
" Saya minta maaf, atas sikapnya Feri yang selalu seenaknya sakitin temen-temennya, juga membuat teman-temannya semakin ketakutan karena ucapan dan sikapnya Feri selama ini." Ucap Maryam walaupun kesel, Feri dikeluarkan tapi memaklumi keputusan Kepala sekolah.
" Silahkan Ibu, selesaikan biaya pendidikan Feri yang belum selesai dibayar, dan maaf saya berikan surat dikeluarkan Feri dari sekolah ini." Lanjut Kepala sekolah, langsung kasih surat keterangan, Feri dikeluarkan dari sekolah karena kelakuan buruk.
" Dasar banci! Puas kalian berdua, puas kalian membuat saya keluar dari sekolah ini!." Teriak Feri penuh amarah, melihat Aziel dan Kiki yang semakin keterlaluan.
__ADS_1
" Hayo Feri, kita pulang sekarang." Lanjut Maryam, Maryam langsung tarik tangannya Feri sambil menahan amarahnya.
" Maafkan kami, tapi kamu benar-benar membuat kita semua semakin tidak tenang, disayangkan kamu tidak bisa berubah sama sekali, memperlakukan temen kamu kurang baik." Ucap Aziel, sejujurnya tidak tega melihat Feri marah, dan sedih harus putus sekolah.