DIAM BUKAN BERARTI TAKUT

DIAM BUKAN BERARTI TAKUT
Ke Ancol


__ADS_3

Aziel dan temen-temennya bahagia sekali, karena Wali kelas ajak jalan jalan ke Ancol besok.


" Anak-anak, besok kalian libur sekolah karena kita akan jalan-jalan ke Ancol, besok kita akan ketemu disini jam tujuh pagi dan kalian bawa bekel sendiri." Ucap Wali kelas, yang akan ajak liburan murid-muridnya.


" Yey, Oke deh Bu, kita bakal bawa bekel besok. Apa kita bayar Bu?" Tanya Aziel yang seneng sekali, jalan-jalan ke Ancol bersama temen-temennya.


" Bawa seratus ribu saja yah, untuk tiket masuk saja. Besok jam tujuh harus sudah ada disini dan tidak boleh terlambat yah." Lanjut Wali kelas, setelah memberikan pengumuman langsung keluar kelas.


" Besok jalan jalan sayang, aku jemput pagi yah." Ucap Aziel senang, karena tiba-tiba Wali kelas ajak liburan bersama.


" Boleh sayang, aku tunggu dirumah yah." Ucap Agni senang, karena besok tidak sekolah tapi jalan -jalan liburan bersama temen-temen sekelas.


Dilain sisi, Maryam membawa pekerjaanya ke kamarnya Feri, supaya bisa melihat anaknya dan menemani Feri selama kerja.


" Apa itu Bunda? " Tanya Feri saat mendengar suara pintu kebuka.


" Iya sayang, Bunda mau kerja disini sayang, temani Feri takut butuh teman dan karena Ucap lagi Bunda suruh ke kantor untuk ketemu om kamu." Ucap Maryam, yang tidak tega membiarkan anaknya sendirian didalam kamar.


" Ya ampun Bunda, kenapa ikut kerja Bunda kan bisa santai saja dirumah dan biarin saja om Heru yang kerja di kantor Bunda." Lanjut Feri, berusaha mengganti posisi duduk.

__ADS_1


" Jangan dong Feri, masa seenaknya seperti itu sih, walaupun itu punya kamu tapi kan tidak boleh seenaknya ke orang yang sudah baik ke kita. kamu tidak belajar Feri? Kok tidak ada rekaman yang diputer yah?" Tanya Maryam, yang tidak denger suara apapun didalam kamarnya Feri.


" Nanti saja Bunda, Feri cape dengerin Guru jelasin pelajaran terus, Bunda sudah beberapa hari ayah tidak kesini tumben sekali Bunda. Apa ayah lagi sibuk?" Tanya Feri yang mulai kangen dengan Anton.


" Bunda larang kesini sayang, karena Leni istrinya selalu marah kalo tahu ayah kamu kesini, dari pada bikin sakit kepala kan lebih baik dilarang kesini saja sayang, karena Leni tidak suka ayah kamu kasih perhatian ke kamu." Lanjut Maryam terus terang, sengaja bicara apa adanya supaya Feri tidak salah faham.


" Perempuan itu, yah sudah Bunda kalo itu menurut Bunda terbaik. Tidak masalah jika ayah tidak akan kesini lagi, ketemu pas jadi wali nikah saja, untuk sekarang biarin saja supaya Bunda tidak sedih karena perempuan itu." Lanjut Feri yang tidak tega, denger Maryam nangis karena istri kedua Anton.


Dilain sisi, Aziel siap siap ikut olahraga lari, sebentar lagi pelajaran olahraga akan dimulai.


" Aziel, pacar kamu semenjak jadian dengan kamu, tidak pernah lagi jadi profokator yah, atau karena Feri tidak ada jadi Agni tidak berani cari masalah?." Tanya Kiki penasaran, tapi Kiki memang tidak pernah denger Agni menghasut siapapun untuk berantem.


" Entahlah, yang jelas disyukuri saja ada perubahan dari Agni, biarin saja dia berubah tanpa sakiti siapapun lagi kan. Karena sudah cukup lah dulu Agni seenaknya kan." Ucap Aziel, yang tidak ingin menduga peribayan sikap dan ucapannya Agni, selama perubahannya baik tidak akan dibahas ke Agni langsung.


Dilain sisi, Vivi dan Violet heran karena Agni bisa jadian dengan Aziel, cowok yang dulunya culun dan sering dihina tapi sekarang penampilan Aziel lebih cool dan Agni tidak lagi menghina Aziel.


" Agni, kamu kenapa bisa jadian dengan Aziel? Bukannya selama ini, kamu selalu menghina Aziel?" Tanya Vivi penasaran, karena Vivi tahu kalo Agni tidak akan suka dengan cowok culun.


" Apa kamu memanfaatkan Aziel, demi pelajaran kamu aman nilainya?" Tanya Violet, ikut ikutan kepo, dengan perubahannya Agni.

__ADS_1


" Enak saja, saya benar-benar suka dengan Aziel oleh karena itu, saya menerima cintanya." Ucap Agni pura-pura karena jika jujur, takut ketahuan dengan Aziel, bisa bahaya nilai pelajarannya kalo tidak jadian dengan Aziel.


" Syukur lah kalo karena cinta, dikirain memanfaatkan Aziel, karena kasihan kan dia sudah merubah penampilannya tapi kamu tidak tulus kan. Semoga langgeng yah hubungan kalian berdua." Lanjut Vivi, berharap jika Agni dan Aziel bisa langgeng hubungannya sampai dewasa bersama.


Dilain sisi, Feri yang tidak ingin membuat Bunda sedih, akhirnya mau belajar juga walaupun bosen dan pusing dengerin setiap kali Guru memberikan penjelasan tentang mata pelajaran.


" Alhamdulillah, Mau belajar juga, selama ini Bunda tidak tahu bagaimana kamu belajar dan nilai kamu di sekolah. Tapi semoga dengan kondisi seperti sekarang, Mau lebih semangat belajar lagi." Batin Maryam, melihat Feri dengerin rekaman suara, saat dikelas kemarin.


" Ya Tuhan! Pusing rasanya dengerin rekaman sebanyak ini, kalo bukan demi Bunda sudah menyerah deh belajar seperti ini!." Batin Feri protes, karena harus dengerin rekaman suara yang tidak sedikit dan tidak pendek sama sekali.


Dilain sisi, Agni bahagia sekali, karena Aziel mau temani Agni belanja untuk besok jalan-jalan bersama temen-temennya.


" Sayang, kue-kuenya, mau dititip ke aku atau bawa sendiri?." Tanya Aziel, melihat belanjaannya Agni yang lumayan banyak.


" Bawa sendiri saja sayang, aku tidak tega jika kamu bawa kue sebanyak ini sendirian." Ucap Agni yang masih lihat-lihat chiki yang akan dibelinya.


" Perhatiannya sayang, ya sudah jika itu mau kamu. Tapi jika merasa keberatan jangan sungkan untuk titip ke aku yah." Lanjut Aziel tidak tega, melihat Agni bawa sendiri belanjaannya.


Dilain sisi, Vivi dan violet merasa kesepian, karena Agni semenjak jadian dengan Aziel jadi tidak pernah main bareng lagi.

__ADS_1


" Vio, apa seperti Agni yah, orang-orang yang sudah punya pacar dan tidak ada waktu sama sekali bersama sahabatnya yah? Agni semenjak jadian dengan Aziel tidak pernah lagi ada waktu bersama kita?." Tanya Vivi sedih, karena Agni sama sekali tidak pernah main sama sekali, semenjak Aziel ajak jalan jalan berdua terus setiap hari.


" Ya seperti Itu lah, orang yang sudah punya pacar, lupa segalanya dan lupa punya sahabat, merasa dunia milik berdua. Ya kita biarin saja lah mereka bersama-sama dan jangan marah juga tapi dimaklumi saja." Ucap Violet yang juga, merasa kehilangan Agni sudah beberapa hari tidak pernah main sama sekali.


__ADS_2