DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
MENDONGENG


__ADS_3

Malam Semakin larut dan sudah waktu nya mereka untuk tidur. Diana dan Diani belum tertidur dan kedua nya berada dalam dekapan kedua orang tua nya. Doni dan Dona masih berada di kamar anak nya, karena kedua anak nya merengek tak mau ditinggal oleh kedua orang tua nya dan merajuk ingin ditemani tidur. jadi Dona dan Doni terpaksa harus menuruti kedua anak nya itu tidur sembari Doni dan Dona bercerita tentang dongeng apa saja agar kedua anak nya itu cepat tertidur.


Disela Dona bercerita Mendongeng tentang asal-usul putri duyung, Diani bertanya kepada ibu nya itu.


"jadi putri duyung itu awal nya manusia kayak kita ya ma?"


"iya sayang. tetapi putri itu terkena kutukan dari penyihir menjadi setengah ikan setengah manusia." Diani manggut-manggut seakan paham dengan ucapan ibu nya itu. Diana sejak tadi hanya menjadi pendengar saja bersama ayah nya. lalu Diani bertanya lagi kepada ibu nya akan cerita dongeng tersebut.


"apakah cerita tadi sama hal nya dengan cerita yang pernah nenek katakan kepada dede dan kakak ma???" Diana agak ingat akan cerita nenek nya lagi tentang kisah kedua orang tua mereka dulu. ia awal nya ingin bertanya tentang yang nama nya ibu Dewi, tetapi lidah nya bagai tak sanggup untuk menyebutkan pertanyaan tersebut. ia hanya bisa memendam rasa penasaran nya itu di dalam hati nya. pada saat itu Dona menjawab pertanyaan Diani tadi.


"maksud mu cerita putri duyung dan cerita kisah mama dan papa dulu?" Diani hanya mengangguk dan ibu nya lalu menjelaskan nya.


"memang hampir sama sayang, karena sama-sama cerita dongeng dan kisah masa lalu. tetapi kalau kisah dongeng putri duyung itu sudah ribuan tahun yang lalu dan belum tentu cerita itu benar terjadi ataupun sekedar hanya karangan dari orang zaman dulu sampai sekarang saja. tetapi jika kisah papa dan mama yang sudah diceritakan oleh nenek kalian itu, itu ada benar nya dan benar-benar terjadi secara nyata."


"oh begitu ma." ucap Diani kepala nya manggut-manggut. lalu ibu mereka lanjut bercerita lagi sampai dirasa diri nya dan kedua anak nya itu mulai merasakan kantuk. Doni yang sejak tadi hanya menjadi pendengar sembari mengusap-usap rambut halus Diana itu pun, mulai merasakan kantuk juga. kini kedua orang tua dan kedua anak gadis nya itu sama-sama tertidur dengan pulas nya.


Waktu terus cepat berlalu dan pagi hari telah tiba. seperti biasa jam alarm kamar Diana dan Diani terdengar pada jam enam pagi. kedua anak itu terbangun dari tidur nya dengan malas-malasan. mereka berdua tak menyadari bahwa waktu subuh tadi kedua orang tua nya sudah bangun terlebih dahulu dan pindah ke dalam kamar mereka yang berada di lantai dua.


Kedua anak itu celingak-celinguk seakan sedang mencari sesuatu dan mereka mulai mengobrol.


"bukankah semalam kita ditemani papa dan mama tidur kak?" tanya Diani masih sedikit linglung dan kakak nya berkata.


"seingat kakak memang begitu de. mungkin papa dan mama sudah bangun dahulu sebelum jam alarm membangunkan kita."

__ADS_1


"hmm mungkin saja kak." jawab Diani dan mereka masih berbaring diranjang nya sembari lanjut mengobrol. mereka berdua tak buru-buru bangun pagi karena hari itu adalah hari libur sekolah.


"kak?" tanya Diani dan Diana menjawab nya.


"apa de?" lalu Diani berkata.


"bukankah semalam papa dan mama bilang, bahwa pagi ini kita akan pergi ke tempat sanggar less seni bela diri???"


"oh iya de! benar juga apa katamu!" ujar Diana setengah terperanjat dan ia lanjut berkata.


"ayo de kita bangun dan cepat mandi. kakak sudah tak sabar ingin segera berangkat pagi ini ke tempat kita belajar seni bela diri nanti."


"ayo kak...!" ujar Diani dengan riang nya dan kini mereka berdua sudah pergi ke luar kamar nya menuju dapur rumah tersebut.


"bibi Um lihat nenek tidak?" tanya Diani dan ibu Umyati menjawab nya.


"tadi pagi bibi lihat nenek kalian pergi bersama pak Soleh ke pasar."


"lho kok nenek yang ke pasar bi? lalu bibi Romlah kemana?" tanya Diana merasa heran dan ibu Umyati menjawab nya.


"bibi Romlah sedang menyiram tanaman di halaman depan rumah ini non. mungkin nenek kalian sedang ingin pergi ke pasar dan berbelanja sekehendak nya sendiri."


"memang nya nenek mau belanja apa bi?" tanya Diani penasaran dan ibu Umyati angkat bahu seraya berkata.

__ADS_1


"kalau soal itu bibi tak tahu menahu non." jawab nya jujur dan Diana berkata.


"yasudah kalau begitu bi. ayo de kita mandi saja dulu."


"ayo kak." lalu kedua nya pergi ke dalam kamar mandi untuk mandi pagi.


Disamping itu, kedua orang tua anak gadis itu baru saja bangun dari tidur nya. sebelum nya setelah kedua nya selesai shalat subuh, mereka tidur lagi sampai menjelang jam setengah tujuh pagi. Doni bangun untuk mandi pagi dan disusul oleh istri nya untuk bangun juga. Dona tak mengikuti Doni mandi, ia pergi keluar kamar hanya untuk menengok kedua anak nya seperti biasa. setelah ia turun ke lantai satu dan membuka pintu kamar kedua anak gadis itu, dahi Dona sedikit berkerut sembari membatin.


"mereka berdua kemana? apa mereka sudah pergi untuk mandi pagi?" setelah membatin begitu, Dona menutup pintu kamar itu dan berjalan menuju dapur rumah tersebut. di ruangan meja makan ia berpas-pasan dengan ibu Umyati yang sedang menyiapkan alat makan untuk sarapan pagi majikan nya.


"bi lihat Diana dan Diani tidak???" tanya Dona dan ibu Umyati menjawab nya.


"tadi saya bertemu dengan mereka di dapur, kata nya mereka berdua mau mandi pagi bu."


"oh yasudah kalau begitu bi." ujar Dona sembari berlalu menuju dapur rumah tersebut. ia ingin mengambil air minum di dalam kulkas sembari ingin melihat kedua anak nya itu memang benar-benar sedang mandi.


Setelah Dona minum air dingin dari dalam kulkas itu, ia mendekati pintu kamar mandi dan membuka pintu tersebut. ternyata pintu itu tak dikunci dari dalam dan Dona bisa masuk dan membuat kedua anak gadis yang sedang bermain busa sabun di bathub itu terperanjat kaget. Dona tersenyum menatap wajah anak nya yang lucu karena kaget itu sembari berkata.


"sudah puas main busa nya?"


"belum ma! dede baru saja mandi sama kakak."


"iya mama. kami baru saja mandi..." jawab Diana dan Dona tersenyum saja sembari berkata.

__ADS_1


"yasudah jangan lama-lama. ingatkan nanti kalian akan pergi sama papa kemana?" kedua anak itu mengangguk paham dan kemudian Dona keluar dari dalam kamar mandi tersebut untuk kembali ke lantai dua. ia akan mandi pagi juga dan setelah itu ikut sarapan bersama suami dan kedua anak nya nanti.


__ADS_2