DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
PULANG KE RUMAH


__ADS_3

DONI Dan empat klien nya kini sudah berpamitan Pulang. Diana kini di ajak oleh Doni untuk pergi ke toko pakaian anak-anak. ia akan membelikan pakaian semacam gaun ulang tahun untuk anak gadis nya itu. Diana disuruh ayah nya untuk memilih sendiri warna dan merek gaun yang ia sukai.


"ini bagus sekali papa. tetapi kok harga nya mahal sekali...?" ungkap Diana yang melihat bandrol harga gaun yang dipilih nya itu.


"pilih saja sayang. tak perlu memikirkan harga nya."


"baik deh pa." lalu Diana memesan gaun berwarna ungu itu dan kemudian ia berkata.


"sekalian belikan untuk dede boleh ya papa?" Doni tersenyum dan berkata.


"silahkan sayang. tapi papa tidak tahu warna kesukaan dede mau yang bagaimana."


"tenang saja papa. kakak tahu kok." lalu Diani mengambil gaun yang seukuran dengan yang ia pilih itu. gaun nya berwarna merah jambu dan Diana berkata.


"dede suka nya sama warna yang merah jambu papa."


"oh yasudah kalau begitu beli yang itu saja sayang. sekalian kamu pakai dulu buat cocokan dengan badan mu." ujar Doni lagi dan Diana mengangguk saja.


Lalu Doni dan Diana mendekati kamar ganti pakaian dan Doni menunggu diluar nya. sembari menunggu Diana selesai berganti pakaian, Doni menghubungi Dona dulu lewat pesan whatsapp nya.


"bagaimana ma? apakah persiapan sudah selesai?"


"sebentar lagi selesai pa. memang nya papa masih dimana dengan Diana???"


"ini sedang menunggu Diana berganti gaun untuk ulang tahun nya ma."


"owh begitu. lalu, bagaimana dengan klien papa? apakah sudah beres?"


"sudah sejak tadi beres nya ma. habis ini papa langsung pulang kok."

__ADS_1


"yasudah kalau begitu, mama tunggu. kalau sudah sampai gerbang depan rumah, nyalakan klakson mobil saja pa. biar nanti mama dan orang-orang yang ada di dalam rumah, bisa segera bikin kejutan untuk Diana."


"iya mama ku sayang, muachh. dah ya Diana sudah keluar."


"muachh dah sayang." percakapan pesan whatsapp antara Doni dan Dona pun sudah selesai.


Diana berjalan mendekati ayah nya dan berkata memamerkan pakaian yang ia kenakan.


"cocok tidak pa???"


"wah cocok sekali sayang. kamu semakin cantik saja menakai gaun seperti itu,.." sanjung Doni kepada Diana. anak gadis nya itu tersenyum dan berkata,


"sudah cocok ya pa. Diana ganti lagi ya..."


"jangan ganti lagi sayang. pakai itu saja..." ujar seruan Doni tak seberapa keras dan membuat Diana berbalik badan dan bertanya.


"mengapa tak boleh ganti lagi papa? kan ini belum di beli?" tanya Diana keheranan dan Doni menjawab nya.


"iya deh pa." ujar Diana patuh dan kini Doni sudah membayar pakaian yang Diana pilih itu dikasir.


Pakaian yang dikenakan Diana sebelum nya, dimasukan ke dalam tas wadah bersama pakaian untuk Diani. setelah keluar dari toko pakaian, mereka segera bergegas pulang keluar dari mall menuju mobil Doni berada. diperjalanan, mereka mulai mengobrol lagi.


"papa..???" tanya Diani memulai mengawali pembicaraan.


"ya sayang ada apa???" tanya ayah nya dan Diana segera berkata.


"apakah kedua orang tua papa dulu adalah orang yang baik dan sayang terhadap papa???" seketika itu juga Doni langsung mengalihkan pandangan nya menatap Diana yang duduk di samping kiri kemudi.


Doni yang masih fokus menyetir itu, menjawab pertanyaan anak nya itu.

__ADS_1


"seingat papa..., cuman ayah papa saja yang baik dan sayang terhadap papa."


"lalu ibu nya papa bagaimana???" tanya Diana lagi semakin berani bertanya. Doni awal nya enggan membicarakan kejelekan ibu nya itu kepada nya, tetapi sekarang Diana sudah besar dan sudah mengerti akan mana yang baik dan buruk untuk ia dengar dan lakukan.


"ibu nya papa adalah ibu yang sangat jahat dan kejam terhadap papa. ketika papa masih bayi, papa di urus oleh nenek mu sampai remaja berumur lima belas tahun. ayah papa sudah meninggal karena sakit ketika papa seumuran dengan mu sayang." Diana yang mendengar cerita dari ayah nya itu, bertanya lagi.


"lalu dimana sekarang ibu nya papa itu tinggal...???" Doni terdiam sesaat dan pandangan nya tetap fokus menghadap ke arah depan.


Diana diam dan masih melihat ayah nya yang sedang mengemudikan mobil itu. tak lama, ayah nya berkata.


"ibu nya papa sedang di hukum dalam sell penjara karena dulu pernah berniat akan merampas harta warisan milik mendiang ayah papa yang kini sudah resmi menjadi milik papa. singkat nya, ibu papa yang sudah menikah lagi dan sudah mempunyai anak tiga itu ditangkap polisi beserta para pelaku lain nya dan dimasukan ke dalam sell penjara hingga saat ini."


"lebih jahat mana jika dibandingkan dengan kedua orang tua Diana yang sudah tega membuang Diana sejak bayi pa???" Doni tersentak hati nya mendengar Diana berkata begitu.


Doni semakin sedih jika ia mengingat Diana yang selalu bertanya tentang kedua orang tua nya yang telah tega membuang nya itu. Doni sebagai seorang ayah, memahami perasaan anak nya itu.


"mereka sama-sama jahat dan bejat nak. mereka layak dihukum atas kelakuan nya itu. kalau pun papa tahu siapa orang tua mu dulu, papa akan tetap mengadopsi mu sebagai anak papa karena papa sudah sangat sayang sekali kepada mu ketika awal papa menemukan mu sayang." tersentuh perasaan Diana saat itu juga mendengar ucapan dari ayah nya itu.


Air mata Diana mulai menetes lagi dan berkata.


"terima kasih papa sudah menerima ku menjadi anak mu. terima kasih papa..hixhixhix." Diana menangis lagi dengan haru nya dan Doni segera menenangkan Diana dengan ucapan menghibur hati nya.


"sudah lupakan dulu hal itu sayang, kita sudah sampai rumah. usap air mata mu sayang, biar mama dan adik mu tak tahu akan permasalahan mu saat ini."


"baik papa." Diana kini mengusap air mata nya dengan tisue dan Doni mengusap-usap rambut Diana dan berkata menyemati nya agar selalu sabar dan tabah akan kejadian yang sudah menimpa nya dulu.


Diana kini sudah bisa tersenyum manis terhadap ayah nya yang sangat sayang kepada nya itu. Doni pun tersenyum juga melihat anak angkat nya itu bisa tersenyum lagi seperti sebelum nya. kini mobil Doni sudah tiba didepan gerbang rumah nya dan pada saat itu suara klakson mobil Doni terdengar dan mengejutkan pak Soleh yang sedang berjaga dipos satpam dihalaman rumah itu. pintu gerbang sudah dibuka oleh pak Soleh lebar-lebar dan mobil Doni sudah masuk Ke halaman Rumah besar nya itu dan segera memarkirkan nya.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2