DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
BERHASIL LOLOS


__ADS_3

SEORANG Anak perempuan sekitar berumur sebelas tahun itu, terlihat berjalan dengan gontai nya dipinggiran jalan trotoar. wajah cantik anak itu berubah menjadi wajah memar membiru dan bengkak dibeberapa bagian wajah nya. anak gadis itu adalah Diana, sebelum nya Diana Berhasil Lolos dari dalam gudang tempat nya disekap. sampai ia dikebun pisang, ia segera berjalan menyusuri belakang rumah warga kampung yang mayoritas masih banyak nya kebun-kebun pisang berjajar. Diana menyelinap dari belakang rumah warga sampai ia tiba dijalanan umum. tak ada satu pun warga yang menemui nya, karena warga kampung itu sedang sibuk melihat kejadian yang sedang terjadi di rumah pak Yohan.


Diana terus saja melangkahkan kaki nya yang beralaskan sepatu sekolahan warna hitam di jalanan trotoar dikeremangan senja berganti maghrib. ia sudah tak perduli akan keadaan nya yang sangat menyedihkan dan memprihatinkan itu. orang-orang yang melihat keadaan Diana yang memprihatinkan itu, semua nya hanya bisa melihat nya dari jauh dengan pandangan aneh dan heran. orang-orang itu menganggap Diana adalah pengemis cilik yang sedang menyamar dengan wajah yang babak belur dan pakaian yang serba kusam dan kotor. mereka tak ada yang mau mendekati atau menolong nya dan lagi pula, Diana pun enggan mendekati para orang-orang yang melihat nya dengan tatapan aneh itu. anak itu kini mendekati sebuah pedagang kaki lima yang sedang sepi pelanggan. pakaian nya yang serba kotor dan kusam itu membuat seorang ibu-ibu penjual nasi goreng itu menjadi kasihan terhadap Diana yang berkata memelas.


"saya beli nasi goreng nya satu porsi bu..." ucap Diana dan ibu itu mendekati Diana dan bertanya.


"wajah mu kenapa memar dan bengkak-bengkak begitu nak??? apakah kamu habis berkelahi dengan teman sekelas mu disekolah???" ujar ibu itu yang menebak hal itu karena Diana berpakaian seragam sekolah SD dan hanya ibu penjual nasi goreng itu saja yang tak menganggap Diana adalah seorang pengemis.


Diana paksakan tersenyum dan ia berkata lagi sembari merogoh kantung baju nya, lalu mengeluarkan uang pecahan satu lembar seratus ribu dan suara gadis kecil nya terdengar berkata.


"saya lapar bu. uang segini cukup kan untuk membeli makan disini???" ibu penjual nasi goreng itu berkerut dahi nya melihat Diana menyodorkan uang seratus ribu kepada nya.


"cukup nak. tetapi kau dapat dari mana uang ini??? lalu kenapa pakaian mu serba kotor begini?? apakah kamu habis melarikan diri dari rumah mu nak???" Diana yang ditanya-tanya seperti itu akhir nya menjawab nya juga dengan alasan yang masuk akal.


"iya memang bu. nih ambilah uang jajan saya untuk bayar makanan nya bu, saya sudah sangat lapar sekali bu." ibu itu hanya mengangguk dan berkata.


"simpan saja uang mu nak. ibu akan buatkan nasi goreng untuk mu." lalu ibu penjual nasi goreng itu membuatkan pesanan untuk Diana. anak itu lalu minum air digelas yang sudah disediakan oleh ibu penjual nasi goreng itu.


Diana yang duduk di kursi makan lesehan itu, merenungi apa yang telah terjadi kepada nya saat itu. ia bingung harus pergi ke mana setelah makan ditempat itu. ia tak tahu arah jalan pulang dan mulai terbersit dipikiran nya untuk menghubungi nomor ponsel nya. Diana hanya hapal nomor ponsel nya saja dan pasti orang rumah akan ada yang membuka ponsel nya nanti. hal itu masih Diana pikirkan dan ia akan mencoba meminjam ponsel kepada ibu pedagang nasi goreng itu nanti. didalam mobil nya Doni, ia sedang mengobrol dengan Dona yang duduk disamping kemudi. sedangkan ibu Asih, ia duduk di belakang sembari memeluk Diani, cucu nya itu.

__ADS_1


"mama tak habis pikir akan kejadian ini pa. bisa-bisa nya aksi penculikan Diana ini bertepatan dengan terkuak nya seorang bandar narkoba kelas kakap. apa jadi nya jika anak kita tak sampai diculik oleh orang suruhan ibu Dewi itu?"


"keluarga kita akan tetap aman dan tentram tanpa ada nya kejadian seperti ini ma." ucap Doni dan ibu Asih berkata,


"mungkin secara tidak langsung, tuhan telah mengungkap tabir penyelundupan obat terlarang ini kepada pihak kepolisian untuk menangkap seorang bandar narkoba itu lewat kejadian ini. meskipun kita tak tahu dengan nasib Diana sekarang, semoga saja Diana masih baik-baik saja sampai sekarang."


"amiin bu." ujar Doni dan Dona berbarengan.


"amin nenek..., dede enggak mau kehilangan kakak...,!" ucap Diani meratap dengan ucapan wajah cemberut manja kepada nenek nya. ia membawa tas kecil yang isi nya ponsel milik nya dan ponsel kakak nya. sebelum mereka berangkat, Diani sempatkan dulu membawa ponsel milik nya dan kakak nya. hal itu bertujuan untuk mengurangi rasa khawatir dalam diri Diani terhadap kakak nya.


Ibu Asih lalu berkata menenangkan Diani agar jangan terlalu berpikir yang tidak-tidak tentang kakak nya itu. mobil Doni masih melaju di belakang mobil nya pak Broto, sedangkan dibelakang mobil nya Doni ada mobil pak Yaris yang mengikuti nya. pak Yono duduk disamping kemudi dekat pak Yaris dan Wawan duduk dibelakang bersama Febri, anak nya itu. mereka sejak tadi sedang mengobrol dan di lanjuti dari pak Yono yang berbicara.


"begitulah orang yang hidup nya sudah diburu dendam dalam diri nya. jika sipat iri dengki manusia sudah tertanam dalam diri manusia, maka orang itu akan seperti yang sudah terjadi kepada ibu Dewi dan pak Tomi sampai ajal menjemput mereka."


"apakah kali ini mereka akan dipenjara seumur hidup atau dihukum pidana mati pak???" tanya Wawan tiba-tiba berkata begitu kepada pak Yaris.


Pak Yaris yang fokus menyetir itu menjawab pertanyaan Wawan tadi.


"kalau soal seumur hidup sudah pasti, karena ada unsur memakai narkoba juga. kalau soal dipidana mati, mungkin hanya berlaku bagi sang bandar narkoba nya saja."

__ADS_1


"jadi maksud pak Yaris hukuman mati hanya berlaku bagi seorang bandar nya saja? lalu anak buah nya bagaimana pak? bukankah mereka bekerja di bawah pimpinan pak Yohan itu???"


"entahlah pak Yono. saya masih sanksi juga kalau membahas hukum yang akan mereka jalani nanti, tapi kita nanti akan tahu setelah kita sampai dikantor polisi." setelah pak Yaris berkata begitu, mereka diam lagi dalam renungan nya masing-masing akan kejadian tersebut.


Kehadiran Wawan dan pak Yono dalam rombongan tersebut, awal nya berasal dari Febri yang bercerita kepada ibu nya. lalu ibu nya Febri, yaitu Avril langsung menghubungi suami nya, yaitu Wawan. ternyata Wawan sudah tahu akan hal itu ketika ia disusul oleh mobil pak Yaris yang di dalam nya sudah ada pak Yono dan anak nya, Febri. memang pak Yaris ketika sore itu, memang berada di rumah nya Doni dan ia sedang membicarakan perihal ditemukan nya tempat kediaman penculik Diana. Febri ingin ikut ketika pak Yono di ajak pak Yaris untuk menyusul Wawan atas usul Doni. maka dari itu, Wawan dan anak nya beserta pak Yono bisa ikut dan melihat kejadian yang sudah mereka saksikan itu.


Suara sirene ambulan dan sirene mobil polisi terdengar sangat nyaring dikejauhan jalan sana. Diana yang sedang makan nasi goreng dengan lahap nya itu, mendengar suara itu dan ia bertanya kepada ibu penjual nasi goreng yang bernama ibu Samsiah.


"ramai sekali suara sirene mobil ambulan itu bu? apakah ada yang meningga dari kecelakaanl?"


"entahlah nak. ibu pun baru kali ini mendengar sirene mobil ambulan ramai sekali." ujar ibu Samsiah yang duduk di kursi meja dihadapan Diana yang sedang makan itu. ibu Samsiah sesekali mengajak Diana berbincang tentang asal-usul Diana sebenar nya disela Diana makan. pada saat itu muncul lima mobil ambulan berjalan berurutan dan melaju cepat dijalanan umum dekat penjual nasi goreng itu. tak lama muncul sepuluh mobil tahanan polisi beserta mobil-mobil dinas kepolisian yang jumlah nya sekitar empat puluh mobil.


Semua orang yang melihat hal itu menatap heran dan tegang akan muncul nya rombongan mobil ambulan dan polisi itu. Diana dan ibu Samsiah pun menatap berlalu nya mobil-mobil tersebut, dalam hati Diana membatin setelah ia melihat satu mobil merah mewah dan dua mobil hitam mewah juga yang berjalan berurutan.


"apakah itu mobil papa???" ucap batin nya disela ia makan nasi goreng. tanpa sadar, mobil itu sudah berlalu jauh dan membuat Diana hanya tertegun bengong dengan pandangan mata tegang. ia baru sadar, ketika ia melihat para mobil tahanan yang terbuka mirip mobil losbak itu, ia melihat Yoshua yang duduk dengan kedua tangan terikat besi tahanan didekat ayah nya bersama para tahanan lain nya. hal tersebutlah yang membuat Diana tertegun akan apa yang ia lihat sebelum nya itu di dalam mobil tahanan itu.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2