
SINAR Mentari pagi telah menyinari indah nya pagi hari yang damai kala itu. Doni baru saja masuk ke dalam mobil nya bersama istri dan kedua anak nya. tujuan mereka adalah Sekolah Dasar Permata Harapan tempat kedua anak nya Doni dan Dona bersekolah. Doni dan Dona libur kerja dahulu dan pak Yaris saja yang masuk kerja di kantor nya Doni. pagi itu, mobil yang ditumpangi Doni bersama istri dan kedua anak nya sudah melaju menuju sekolahan tempat Diana dan Diani belajar. disamping itu, pak Yaris sedang menghubungi pak Broto melalui panggilan telepon nya. ia sedang memperbincangkan permasalahan para tersangka kejahatan.
Para tersangka itu akan diadili dikejaksaan hakim nanti dan pak Yaris dipersilahkan untuk hadir bersama Doni nanti nya. obrolan pak Yaris dan pak Broto itu hanya sebentar saja dan kemudian pak Yaris segera menghubungi Doni. waktu kala itu baru jam setengah sembilan dan seperti biasa para pekerja kantor sudah masuk dan mulai bekerja. telepon Doni berdering dan segera diangkat oleh pemilik nya. Doni yang sedang masih menyetir mobil nya itu menjawab nya.
"halo pak Yaris? ada apa?"
"tadi pak Broto menghubungi bapak. kata nya nanti siang kita berdua disuruh untuk menghadiri pengadilan para tersangka yang menculik putri mu itu nak."
"baik pak kalau begitu. nanti siang Doni hubungi lagi."
"baiklah nak. kamu urusi dulu urusan mu itu dahulu."
"iya pak." lalu panggilan berhenti dan Doni lanjut menyetir lagi.
Doni yang duduk disamping kemudi itu bertanya.
"apa kata pak Yaris pa???"
"tadi pak Broto menelepon nya dan menyuruh pak Yaris beserta papa untuk menghadiri pengadilan para tersangka kejahatan itu nanti siang ma."
"ouh begitu. apakah pak Yaris sudah tahu kita ini sedang ada urusan sementara dulu pa???"
"beliau sudah tahu ma."
"baiklah kalau begitu pa." lalu Dona menoleh ke arah kursi belakang nya yang disana ada Diani yang memeluk Diana sembari memainkan ponsel nya. Dona tersenyum bahagia bisa melihat kedua anak gadis nya itu bersatu kembali dan kemudian Dona fokuskan pandangan nya ke depan.
__ADS_1
Jam sembilan tepat, mobil Doni sudah terparkir diarea depan gerbang sekolahan dasar itu. mereka turun dan disambut oleh pak Imron yang membuka gerbang sekolahan itu sembari tersenyum ramah.
"selamat datang pak Doni beserta keluarga. Diana sudah selamat kah???" ucap nya sembari menatap wajah Diana yang masih terlihat membiru dibeberapa bagian wajah nya.
"iya pak Imron alhamdulilah. berkat pak Imron, Diana bisa ditemukan kembali."
"syukurlah. tetapi saya tak membantu apa-apa pak?" Doni tersenyum dan kemudian berkata sembari membuka koper yang ia bawa dan di dalam nya berisi amplop coklat lumayan tebal.
"nih buat bapak. terima kasih sudah menolong saya dengan memberikan bukti plat nomor kendaraan lewat CCTV pos satpam ini." pak Imron tercengang sedikit tak paham akan maksud Doni barusan.
"ini apa pak Doni???"
"ini hadiah untuk pak Imron karena telah membantu saya dalam mencari jejak penculikan Diana."
"sudah terima saja pak imron. suami saya ingin memberi kepada orang yang sudah menolong kesulitan kami ketika Diana diculik." terpaku Diam pak Imron dan mau tak mau ia menerima nya sembari berkata.
"terima kasih kalau begitu. semoga pak Doni beserta keluarga nya selalu dalam naungan lindungan tuhan dan semoga rezeki nya semakin lancar."
"amiiin." ujar Doni beserta istri dan kedua anak nya. Diana dan Diani tersenyum melihat pak Imron tersenyum senang seperti itu. bekas wajah memar diwajah nya pak Imron, tak kentara masih terlihat walau sudah terlihat samar-samar bekas nya.
Kini Doni beserta istri dan kedua anak nya sudah masuk ke dalam halaman sekolahan dasar itu dan berjalan menuju kantor kepala sekolah. keadaan luar sekolahan sangat sepi karena para murid nya sedang belajar didalam kelas nya masing-masing. setelah Doni mengetuk pintu, suara lelaki setengah tua terdengar menyahut menyuruh masuk. lalu Doni beserta istri dan kedua anak nya masuk dan membuat pak Ali selaku kepala sekolahan itu bangun dan tegang. ia di dekati oleh Doni dan Dona, kemudian sepasang suami istri itu bersalaman dengan pak Ali dan kemudian di susul oleh Diana dan Diani yang salim.
"silahkan duduk pak Doni, ibu Dona." lalu mereka duduk disofa panjang tempat para guru-guru lain nya musyawarah. lalu pak Ali berkata lagi setelah mereka duduk,
"alhamduliah Diana sudah bisa ditemukan kembali pak. saya sempat khawatir akan keselamatan Diana." ucap nya tersenyum senang dan Doni berkata.
__ADS_1
"alhamdulilah pak Ali. berkat orang-orang yang baik terhadap saya, maka permasalahan ini cepat terselesaikan."
"alhamdulilah syukurlah. lalu wajah Diana kenapa terlihat bekas memar begitu pak Doni???" tanya pak Ali heran dan Diana yang duduk bersebelahan dengan adik nya itu berkata.
"ini bekas dipukuli oleh Yoshua pak kepala sekolah."
"Yoshua!? apa hubungan nya dengan anak itu???"
"Yoshua terlibat dalam penculikan Diana pak Ali." ujar Dona dan membuat pak Ali tersentak dalam hati nya.
Wajah sanksi mulai terlihat diwajah pak Ali dan Doni segera berkata merubah topik perbincangan dengan tujuan ia datang kesitu bersama istri dan kedua anak nya.
"maaf sebelum nya pak Ali. kedatangan saya kemari sebenar nya ingin meminta izin kepada pak Ali beserta wali kelas nya kedua anak kami ini."
"izin apa pak Doni???"
"seperti yang pak Ali lihat, Diana butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan sakit nya. begitu pun dengan Diani, ia pun masih belum pulih dari sakit nya."
"hmm jadi begitu. sebentar saya panggil ibu Sari dulu." Doni dan Dona mengangguk, kemudian pak Ali menghubungi seseorang lewat telepon genggam nya.
Tak seberapa lama, muncul ibu Sari dengan wajah berseri-seri. tetapi wajah berseri itu mulai surut ketika ia melihat Doni hadir bersama istri nya. rasa suka ibu Sari kepada Doni, mulai surut dan segera membuang rasa itu jauh-jauh.
"oh!? syukurlah kamu selamat nak Diana." ujar ibu Sari yang baru sadar bahwa diruangan itu ada Diana, murid yang paling ia sayangi. Diana dan Diani salim kepada ibu Sari setelah kedua orang tua nya bersalaman dengan ibu Sari. lalu ibu Sari duduk di dekat pak Ali dan pak Ali mulai berkata dengan niat tujuan Doni beserta istri dan kedua anak nya itu datang ke tempat itu. Doni pun menjelaskan ada nya ikut campur dari keluarga nya Yoshua dengan orang yang menculik Diana. pak Ali dan ibu Sari kaget mendengar Yoshua ditangkap juga bersama keluarga nya dan mereka sudah diberi tahu oleh Doni bahwa orang tua Yoshua adalah seorang bandar narkoba.
Pada saat itu pak Ali dan ibu Sari memutuskan untuk ikut menghadiri acara sidang nanti bersama Doni dan pak Yaris, karena pak Ali dan ibu Sari selaku wali kelas nya ingin melihat jelas bahwa Yoshua dan kedua orang tua nya itu memang bersalah. obrolan terus berlanjut dan Diana menceritakan kembali awal ia diculik sampai bisa meloloskan diri. ibu Sari dan pak Ali terkagum-kagum akan cerita Diana itu dan menganggap Diana adalah anak yang pemberani di usia nya yang masih muda itu. setelah obrolan itu dirasa cukup, Doni bersama istri dan kedua anak nya pamit lagi untuk pergi ke suatu tempat. sebelum pergi pamit, Doni memberikan dua amplop coklat yang lumayan tebal, sudah pasti isi nya uang yang tak sedikit. awal nya pak Ali dan ibu Sari menolak, tetapi Doni dan Dona menjelaskan nya kenapa mereka ingin memberi hal itu kepada mereka. maka mau tak mau, ibu Sari dan pak Ali menerima nya dengan senang hati dan mendoakan juga agar Doni bersama keluarga nya selalu sehat dan dijauhkan dari segala marabahaya. kini mobil Doni sudah melaju ke tempat sebuah perkampungan yang dimana Diana pernah menebang pohon pisang milik orang lain dan Doni ingin mengganti nya dengan amplop coklat berisi uang yang ia bawa didalam koper hitam nya.
__ADS_1