DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
HARI PERTAMA LESS


__ADS_3

PAGI Hari yang cerah itu telah membangunkan kedua anak gadis yang cantik dan imut menggemaskan itu dari tidur nya. suara alarm yang membangunkan mereka, sudah mereka matikan dan kedua nya mulai mengobrol.


"hoamzz..., semalam kita tertidur jam berapa kak???" tanya Diani yang seperti nya masih mengantuk itu. Diana yang ditanya oleh adik nya itu segera menjawab nya.


"kalau tak salah, kita mulai mengantuk sekitar jam sembilan malam dan mama yang menggendong kita ke ranjang de." Diani merenung sebentar akan kejadian semalam itu dan Diana lalu berkata lagi.


"ayo bangun de..., kita mandi pagi. bukankah hari minggu ini adalah Hari Pertama kita ikut Less seni bela diri de???"


"iya memang benar kak. ayo kita mandi kak, dede sudah tak sabar ingin cepat kesana." ujar nya tersenyum girang dan Diana pun tersenyum juga. kedua anak gadis itu sangat bersemangat sekali dan mereka segera pergi ke dapur rumah itu untuk mandi pagi.


Kokok ayam kampung bersahutan dipagi hari yang cerah itu. Doni baru saja masuk ke dalam gerbang rumah nya dan pakaian nya sudah basah oleh keringat. seperti biasa, setiap minggu pagi setelah shalat subuh, ia sering lari pagi dijalanan aspal kampung duren sendirian. kebiasaan lama nya berolahraga pagi itu masih ia lakukan sampai ia mempunyai anak dua. pintu gerbang dibuka oleh pak Soleh dan Doni kini masuk ke dalam halaman rumah nya yang luas dan di setiap sisi halaman rumah itu dipenuhi aneka tanaman hias aneka macam bunga yang indah, bak sebuah taman istana kerajaan.


Pagi itu Dona sedang bersama ibu Umyati di halaman rumah gedong itu. Dona sedang menemani ibu Umyati menyiram tanaman bunga itu dan sesekali Dona memetik daun-daun yang layu untuk dibuang nanti oleh ibu Umyati. Doni melihat hal itu dan ia tetap saja masuk ke dalam rumah nya untuk mandi pagi dan setelah itu ia akan pergi bersama Wawan ke suatu tempat. kala itu jam tujuh pagi dan kedua anak gadis nya Doni sedang mandi pagi. ibu Romlah sedang menyiapkan sarapan pagi di dapur rumah itu dan Doni yang sedang mengambil air dingin di dalam kulkas itu, lalu ia bertanya kepada ibu Romlah.


"Diana dan Diani sudah mandi belum bi Rom??"


"mereka baru saja masuk ke dalam kamar mandi pak Doni."


"oh begitu. nanti ingatkan anak-anak kalau mandi nya kelamaan ya bi, jam sembilan mereka harus pergi ke tempat less nanti."


"iya pak Doni." ujar ibu Romlah patuh dan Doni kini pergi lagi menuju lantai dua untuk mandi pagi.


Ibu Asih baru saja keluar dari dalam kamar nya dan membawa pakaian kotor di dalam keranjang kecil. ia akan menyuci pakaian kotor nya itu di rumah nya yang ada disamping rumah itu. ibu Asih tak mau pakaian nya dicucikan oleh kedua pembantu rumah itu karena ia merasa hal tersebut tak perlu dilakukan karena ibu Asih sering teringat akan diri nya yang dulu pernah menjadi kuli cuci pakaian dan tak tega jika harus menyuruh ibu Umyati dan ibu Romlah untuk mencuci pakaian nya sendiri. ibu Asih sudah pergi keluar dari rumah itu dan berpas-pasan dengan anak nya yaitu Dona.

__ADS_1


"Diana dan Diani sudah mandi belum bu??"


"kayak nya mereka masih mandi. tadi ibu Umyati bilang begitu kepada ibu."


"oh begitu, lalu ibu mau kemana membawa pakaian didalam keranjang ini???" tanya Dona lagi dan ibu Asih menjawab nya.


"ibu mau ke rumah sebelah dulu sayang. ini pakaian kotor mau ibu cuci sendiri di sana."


"hmm yasudah kalau begitu bu. Dona mau masuk dulu."


"iya sayang." ujar ibu Asih dan kemudian Dona masuk ke dalam rumah itu dan ibu Asih juga pergi ke rumah nya yang ada disamping rumah besar itu.


Diana dan Diani sudah selesai mandi nya dan ia sekarang sedang memakai pakaian di dalam kamar nya dengan ditemani oleh ibu Romlah. Dona sekarang sudah naik ke lantai dua untuk mandi pagi dan saat itu Doni sedang berada didalam kamar itu. ia sedang memakai pakaian karena ia habis mandi dan Dona kini masuk ke dalam kamar itu.


"ya mama??" jawab Doni dan Dona lanjut berkata.


"apakah pak Soleh tahu tempat less bela diri itu dimana??? bukankah ia belum pernah kesana???" pertanyaan Dona tadi segera dijawab oleh Doni.


"nanti papa akan kasih tahu alamat nya kepada pak Soleh memakai GPS diponsel nya. waktu papa kesana pun memakai GPS ponsel nya Wawan, jadi tahu letak tempat tersebut."


"oh begitu. baiklah, mama mau mandi dulu pa. lalu papa kapan akan berangkat bersama mas Wawan???"


"sekarang ma. yasudah mama mandi dulu gih, kasihan nanti anak-anak menunggu nya kelamaan."

__ADS_1


"iya pa." ujar Dona menurut dan Doni kini mencium kening istri nya dan mereka lalu berciuman sesaat.


Lalu Doni keluar dari dalam kamar nya itu menuju mobil nya berada dan Dona pun keluar juga untuk mandi pagi. Diana dan Diani sudah berpakaian yang biasa di pakai anak perempuan seusia mereka. model nya sama, tapi hanya warna nya saja yang berbeda. kedua anak gadis itu sudah duduk di kursi ruangan tamu sembari memainkan ponsel nya. Doni yang hendak keluar rumah itu tak jadi dan mendekati kedua anak nya sembari berkata.


"waduh anak papa sudah cantik-cantik sekali." lalu Doni duduk sebentar dan mencium kedua pipi anak nya dengan gemas sembari berkata.


"kalian nanti diantar sama mama ya, papa ada perlu dulu sama ayah nya Febri."


"iya papa." ujar kedua anak nya dengan patuh dan kemudian kedua anak itu salim kepada ayah nya selepas ayah nya pamit kepada mereka.


Jam baru saja menunjukan pukul delapan pagi lewat seperempat dan Dona sudah selesai mandi dan sedang memakai pakaian di dalam kamar nya. ponsel nya kala itu terdengar berdering dan Dona langsung melihat nya. ternyata yang memanggil nya adalah anak nya yaitu Diani dan Dona mengangkat nya.


"halo mama. jadi enggak mengantar kakak dan dede pergi less???"


"jadi dong sayang. tunggu sebentar nak, mama dandan dulu."


"iya mama." lalu suara panggilan whatsapp tersebut terputus karena dimatikan oleh Diani dan Dona lalu lanjut berdandan lagi.


Setelah hampir beberapa menit lama nya Diana dan Diani menunggu, ibu nya pun tiba dan kini mereka bertiga bergegas keluar rumah menuju mobil lumayan besar dan mewah berwarna jingga yang biasa dibawa oleh pak Soleh. kedua anak itu sudah masuk ke dalam mobil tersebut dan pak Soleh sudah menyetir mobil itu sampai di luar gerbang. ia lalu turun lagi karena ia harus menutup kembali gerbang rumah itu. pada saat itu juga muncul Febri yang berjalan sendirian menuju rumah itu sembari membawa tas. anak itu menghampiri mobil itu dan masuk ke dalam nya tanpa ragu-ragu lagi.


Sebelum nya Diana sudah menghubungi Febri melalui pesan whatsapp ketika Diani menghubungi ibu nya ketika mereka masih berada didalam ruangan tamu rumah itu. Febri duduk dibelakang bersebelahan dengan Diana dan Diani. sedangkan Dona duduk di depan disamping kiri kemudi. kini pak Soleh sudah masuk kembali ke dalam mobil tersebut dan mulai mengemudikan mobil itu menuju tempat Pesanggrahan Padepokan Muay Thai Chi berada.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2