DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
TEKAD DIANA


__ADS_3

SUARA Merdu orang yang sedang mengaji terdengar dari dalam mushalah di dalam ruangan rumah mewah dan besar itu. Diani sedang membaca surah kitab suci umat islam di dalam mushalah tersebut. Doni selaku ayah nya itu, menjadi guru mengajar ngaji Diana dan adik nya yaitu Diani. Dona selaku ibu mereka, ia pun sedang mengajari Diani membaca surah-surah ayat kitab suci umat islam juga, walaupun Diani masih terbata-bata belum selancar Diana.


Hampir satu jam tak terasa Doni dan Dona sudah selesai mengajari kedua anak nya itu untuk mengaji sampai waktu isya tiba. lalu mereka berjamaah shalat isya beserta ibu Asih dan kedua pembantu rumah itu. pak Soleh shalat di pos penjaga karena ia memang diperintahkan oleh Doni untuk tetap berjaga-jaga agar tak ada penyusup yang mencoba mencari celah untuk masuk ke dalam rumah tersebut.


Setelah mereka selesai shalat isya, Doni, Dona dan ibu Asih pergi ke rumah Wawan untuk ikut menghadiri acara silaturahmi antar keluarga besar itu. Diana dan Diani pun diajak juga oleh orang tua mereka dan kini mereka sudah tiba di dalam rumah Wawan, sesudah mereka bersalaman dan berjabat tangan. Diana dan Diani salim kepada para orang tua yang hadir ditempat itu. acara tersebut hanya acara berdoa bersama akan menyambut nya masa kandungan Avril yang kesembilan bulan dan Doni yang memimpin Doa nya. setelah itu mereka menikmati hidangan yang disediakan dirumah nya Avril dan Wawan. pak Yono beserta istri dan kedua anak nya pun hadir ditempat itu. kedua orang tua Wawan dan Avril, beserta sanak saudara lain nya pun menghadiri acara tersebut.


Acara itu dilakukan hampir jam sepuluh malam lama nya setelah mereka saling mengobrol membahas apa saja mengakrabkan diri masing-masing. setelah obrolan tersebut dirasa cukup, acara tersebut diakhiri dengan Doa lagi yang dipimpin oleh Doni. kini mereka masing-masing sudah pulang ke rumah mereka dan Doni beserta keluarga nya pun sudah pamit juga.


Pada malam itu, Diana dan Diani sudah berada dikamar mereka untuk tidur. kali ini yang menemani kedua anak itu adalah nenek mereka yaitu ibu Asih. sedangkan kedua orang tua mereka sudah terlebih dahulu masuk kamar untuk tidur juga. di dalam kamar Diana dan Diani, mereka mulai mengobrol dan percakapan itu di awali oleh ibu Asih.


"kalian mau nenek ceritakan dongeng sebelum tidur lagi...?"


"iya nenek! sudah lama kita tak mendengar nenek menceritakan dongeng lagi kepada kita. iyakan kak?"


"iya dede." jawab Diana singkat dan ibu Asih kini bertanya kepada kedua nya.


"kalian mau nenek dongengkan cerita apa??? kalau soal malin kundang kan sudah dari dulu nenek ceritakan kepada kalian." ujaran ibu Asih tadi segera dibuat renungan oleh kedua anak gadis itu. mereka sedang berpikir untuk mencari cerita yang sekira nya membuat kedua anak itu penasaran dan sembari belajar juga akan kesan baik dan PESAN MORAL yang terdapat di dalam cerita tersebut nanti nya.

__ADS_1


Lama nya kedua cucu ibu Asih itu memikirkan cerita yang mau di ceritakan oleh nenek nya itu, membuat ibu Asih segera bertanya kepada kedua nya.


"mengapa kalian jadi diam?"


"hehe..., dede sedang mencari ide untuk kisah cerita apa yang akan nenek ceritakan itu." ujar Diani, lalu kakak nya bergumam seraya berkata.


"hmm..., bagaimana kalau nenek ceritakan kisah masa lalu kedua orang tua nya papa saja?"


"ide bagus kak!" ujar Diani cepat sembari tersenyum-senyum menatap nenek nya.


Ibu Asih sedikit tertegun dan enggan untuk bercerita tentang hal tersebut. tetapi kedua anak itu terus saja menuntut nenek nya untuk menceritakan hal tersebut. terlepas dengan ada nya teror dari ibu Dewi yang akan mengancam ketentraman ayah mereka itu, semua hal tersebut menjadi patokan bagi Diana dan Diani untuk mengetahui watak dan latar belakang ibu Dewi lebih jauh lagi. ibu Asih yang semula nya ragu itu, menjadi menuruti kemauan kedua cucu nya untuk menceritakan kedua orang tua ayah mereka yaitu Doni.


Lalu ibu Asih melanjutkan ucapan nya lagi.


"sedangkan ibu nya papa kalian dan nenek kalian juga itu, nama nya ibu Dewi Anggraeni. sipat nya berkebalikan nya dengan ayah nya papa kalian. sikap nya cenderung kasar dan jahat, tega memukul nenek ketika nenek dulu membuat masalah dirumah nya dulu."


"kok bisa begitu nek???" tanya Diana penasaran dan Diani masih diam menunggu nenek nya menjawab pertanyaan kakak nya tadi.

__ADS_1


Ibu Asih yang berbaring ditengah-tengah dan disamping kiri Diana dan disamping kanan itu Diani, tersenyum menatap kedua cucu nya dan berkata.


"karena nenek dulu nya bekas pembantu ibu rumah tangga dirumah itu."


"kalau soal itu kan kami berdua sudah tahu, waktu nenek menceritakan kisah papa dan mama kemarin malam sebelum nya." ujar Diana dan Diani berkata juga membetulkan ucapan kakak nya itu, karena mereka masih ingat akan cerita panjang lebar dari ibu Asih kepada kedua cucu nya itu.


Ibu Asih yang berkerut dahi karena tak mengerti akan ucapan Diana itu, segera balik bertanya.


"maksud mu, kok nenek bisa sampai dipukul oleh ibu Dewi? begitukan Diana?"


"iya nenek." ujar Diana dan ibu Asih kini menjelaskan nya.


"watak ibu Dewi memang tak berperasaan nak. papa mu saja waktu bayi sempat mau dibuang oleh ibu nya karena rewel nya papa kalian sejak bayi menangis terus tiada henti nya. untung nenek kala itu melihat hal tersebut dan segera memohon kepada ibu Dewi agar nenek saja yang mengurus papa kalian dan ibu Dewi pun tak jadi membuang papa kalian itu." Diani yang mendengar cerita tersebut terlihat bengong karena ia membayangkan apa yang dikatakan nenek nya itu.


Tetapi beda cerita dengan Diana, anak itu mulai meneteskan air mata nya karena cerita ibu Asih mengingatkan akan diri nya yang dibuang oleh kedua orang tua nya dulu ke tempat sampah. kini Diana paham, mengapa Doni selama ini sangat sayang dan selalu memanjakan Diana dan Diani. hal tersebut baru diketahui oleh Diana bahwa ayah angkat nya itu pernah merasakan apa yang dirasakan Diana sejak bayi.


Tekad Diana yang awal nya ingin tetap mencari siapa kedua orang tua kandung nya yang telah tega membuang nya itu, menjadi pupus dan tak mau ia pikirkan hal konyol seperti itu lagi. hati sanubari dan jiwa raga nya kini sudah ia mantapkan untuk benar-benar melupakan kejadian masa lampau itu. ia bertekad akan menjadi anak yang sewatak dengan ayah angkat nya dan akan tetap terus menganggap Doni dan Dona adalah orang tua kandung nya yang asli. mulai hari itu ia sudah menganggap diri nya memang terlahir dari hubungan suami istri Dona dan Doni. karena sebelum-sebelum nya Diana sempat ragu bahwa ia adalah anak pungut, yang tak mungkin mendapat kasih sayang dari kedua orang tua angkat nya itu. cerita ibu Asih masih berlanjut lagi dengan cerita-cerita tentang masa lalu ibu Dewi dan pak Randi. entah sudah berapa lama waktu nya ibu Asih bercerita, ia lalu menghentikan lanjutan cerita nya setelah kedua anak gadis itu tertidur dengan lelap nya.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2