
ACARA Pesta Maksiat itu memang sengaja dilakukan oleh pak Yohan, karena ia merasa harus melakukan hal itu demi mendapatkan sebagian harta warisan yang akan diberi oleh ibu Dewi dan pak Tomi. iming-iming harta yang jumlah nya triliunan rupiah itulah yang membuat pak Yohan sangat tergiur dan mengadakan pesta maksiat tersebut. ternyata, hal tersebut tak perpikirkan atau tak disangka-sangka oleh mereka sebelum nya bahwa bahaya dan bencana sedang menghampiri mereka cepat atau lambat pada saat itu juga.
Suara jedag-jedug musik DJ dengan speaker keras dari halaman luas rumah itu, memang terdengar sampai keluar gerbang rumah luas dan lebar itu. jadi tak ada para warga yang berani menegur hal itu karena mereka semua nya takut dan tunduk kepada pak Yohan. rumah pak Yohan berada disebuah kampung yang lumayan padat penduduk nya, jadi pak Yohan telah menobatkan diri nya sebagai kepala desa dikampung itu. sore itu, mobil-mobil polisi banyak yang datang menyerbu tempat kediaman pak Yohan. semua nya segera mengelilingi area tembok luar rumah lebar itu dengan tujuan agar tak ada satu pun orang yang ada di dalam rumah kabur melarikan diri.
Pak Broto baru turun dari mobil kawalan nya dan ia lalu memerintahkan pasukan khusus kepolisian untuk masuk ke dalam rumah yang gerbang nya terkunci dari dalam. pintu gerbang terkunci itu akhir nya terbuka setelah dipaksa dengan kunci bobokan. pintu gerbang terbuka dan serentak semua polisi masuk ke dalam halaman rumah itu dengan menodongkan senjata api. para anak buah pak Yohan ada yang masih sadar dan mereka banyak yang berteriak menyerukan kata.
"lariiii ada polisi...!!" para preman yang sudah mabuk berat bersama perempuan penghibur lain nya, tak ada yang bisa bangun dan mereka hanya bisa berkata ampun-ampun dengan badan bersujud dalam keadaan tubuh bugil. beberapa ada yang memberontak dengan melawan polisi itu memakai senjata tajam dan senjata api.
Baku hantam dan baku tembak pun terjadi, tetapi suara tembakan senjata api itu bagai teredam suara musik yang masih terdengar nyaring memekakan telinga. beberapa preman ada yang terkena tembakan di area kaki dan dada nya. diantara nya ada yang langsung mati dan ada juga yang cedera sampai sekarat. di pihak kepolisian pun ada juga yang terkena tembakan dari area kaki dan paha saja. sedangkan di area tubuh mereka, telah terpasang baju armor besi yang dapat menghalau tembakan berbagai macam jenis peluru apapun dan helm anti peluru juga. korban berjatuhan dikedua belah pihak dan mayat bergelimpangan dari para preman anak buah pak Yohan. gencatan senjata salah sasaran itu banyak yang lolos dan mengenai rumah besar pak Yohan. kaca rumah itu beberapa kali pecah oleh peluru nyasar dan membuat pak Yohan terbangun kaget dari tidur nya. ia yang tertidur dengan menindih istri nya itu, segera bangun dan melihat apa yang sedang terjadi di luar rumah nya. suara speaker yang berisik itu sudah dimatikan oleh beberapa polisi yang berhasil meringkus preman di dalam garasi tempat mobil-mobil mewah milik pak Yohan tersimpan.
__ADS_1
Setelah ia melihat apa yang terjadi di luar, mata nya mendelik kaget dan ia segera mengunci pintu rumah itu dan segera kembali ke dalam kamar pribadi nya. ia sempatkan dulu membawa barang-barang berharga nya termasuk perhiasan dan uang yang berada di dalam koper. istri nya yang sudah bangun pun kebingungan melihat suami nya panik seperti itu dan langsung bertanya.
"ada apa pah? kenapa papah panik begitu?"
"ayo cepat kenakan pakaian mu! di luar banyak polisi yang sedang perang senjata dengan anak buah papah!" tercengang kaget istri nya pak Yohan itu mendengar hal demikian, buru-buru istri nya pak Yohan memakai pakaian. tetapi apa daya, para polisi yang jumlah nya hampir seratus orang yang separuh nya sudah banyak yang terluka akibat baku tembak di halaman luas rumah itu, sudah berhasil mengalahkan para preman itu dan sekarang sudah berhasil menerobos masuk ke dalam rumah tersebut. baru saja sepasang suami istri itu akan pergi ke tempat persembunyian mereka, tiba-tiba saja tempat tersebut sudah terkepung dan dimasuki para polisi.
Semua kamar digeladah dan kamar yang sedang dipakai pak Tomi dan ibu Dewi bercinta pun, di masuki. sebelum nya sepasang suami istri itu tertidur dengan lelap nya dan posisi mereka saling berpelukan dalam keadaan telanjang. para polisi lain nya telah memergoki para pembantu yang terkapar mabuk dikamar lain nya. mereka berpakaian bugil semua dan sudah dipastikan semua nya sudah melakukan hubungan badan. kali ini dikamar nya Yoshua, anak itu terlentang dipeluk seorang wanita seksi dengun lekuk tubuh nya yang indah. kedua nya tertidur dengan lelap nya sehabis melakukan hubungan badan di kamar itu dan membuat para pak Polisi yang melihat hal itu, hanya bisa geleng-geleng kepala atas tindakan anak sekecil Yoshua sudah melakukan hubungan terlarang dengan wanita yang jauh lebih tua dari nya.
Semua ruangan di rumah itu sudah digeladah dan area rumah itu sudah terkepung. para warga banyak yang melihat kejadian itu dan mereka melihat semua anak buah pak Yohan bersama para wanita penghibur lain nya di giring dan disuruh berlutut di area depan gerbang rumah pak Yohan yang luas itu. mobil polisi banyak terparkir di area tanah lapang luar rumah pak Yohan itu dan luas nya luar rumah pak Yohan, seperempat luas nya lapangan bola karena saking kaya nya. para pelaku tersangka itu, semua nya sudah berpakaian lagi karena dipaksa bangun dari mabuk nya dan disuruh cepat memakai pakaian nya juga oleh para polisi. para korban yang mati dari sesi baku tembak itu, dimasukan ke dalam kantong jenazah dan ditaruh di dekat para pelaku kejahatan sambil menunggu mobil ambulan tiba. pak Broto yang menyaksikan kejadian itu segera mendapat laporan dari ketua tim kepolisian itu.
__ADS_1
"lapor jenderal!! di dalam rumah itu di temukan segudang obat-obatan terlarang beserta para tersangka pemilik rumah tersebut!! dari data yang saya lihat, pemilik rumah ini bernama pak Yohanes Ibrahim yang pernah datang ke kantor polisi untuk membebaskan ibu Dewi dan pak Tomi dari penjara!! para tersangka semua nya ini di dapati sedang dalam keadaan mabuk berat! seperti nya mereka sedang melakukan pesta obat-obatan terlarang dan pesta se*k juga! ibu Dewi dan pak Tomi juga kami dapati dalam keadaan mabuk dan seperti nya semua orang yang ada di rumah itu, ikut melakukan pesta se*k juga!! ditemukan juga anak laki-laki diperkirakan masih dibawah umur telah melakukan hubungan se*ksual dengan wanita penghibur!! laporan selesai!!" tegas ketua kepolisian itu dengan tegas dan berwibawa.
Pak Broto manggut-manggut mendengar laporan dari anak buah nya itu. pada saat itu terlihat pak Yohan bersama istri nya digiring keluar gerbang rumah itu. ibu Dewi dan pak Tomi pun terlihat berada dalam giringan tersebut. semua pembantu rumah itu juga dibawa beserta anak sekecil Yoshua dan wanita penghibur nya. mereka berjalan sempoyongan antara sadar dan tidak sadar akibat mabuk yang mereka alami. tangan mereka dirantai dan semua mata para pelaku merah semua. pak Broto sudah bisa menebak bahwa mereka sudah memakai obat-obatan terlarang. pak Broto berdiri tegak dihadapan para tersangka yang berlutut di depan nya dan tangan para tersangka itu semua nya ke belakang terikat besi tahanan. pak Yohan, istri nya, anak nya, ibu Dewi, pak Tomi dan para pembantu rumah itu, disatukan bersama para preman yang sudah tertangkap lebih dulu. mereka duduk berlutut dan beberapa wanita penghibur ada yang menangis menjerit-jerit. Yoshua dan ibu nya pun menangis, karena mereka tak mau dipenjara.
Para polisi lain nya segera memasang lintasan polisi di depan gerbang rumah itu. kampung yang tak dikenali nama nya itu, sangat ramai dan gaduh oleh para warga yang ingin melihat kejadian tersebut. pada saat itu, datang dua mobil hitam berkesan mewah. mobil itu adalah mobil pak Yaris beserta mobil Doni. kedua mobil itu berhenti di area parkir para mobil polisi dan setelah kedua mobil itu terparkir, pengemudi mobil itu turun bersama penumpang nya. Doni, Dona, Diani dan ibu Asih terlihat turun dari dalam mobil nya Doni. Wawan, Febri, pak Yono beserta pak Yaris sendiri, turun dari dalam mobil nya. mereka bergegas berjalan mendekati pak Broto, setelah para polisi yang membatasi area tempat itu, membuka jalan bagi mereka untuk masuk ke dalam garis lintas polisi.
...*...
...* *...
__ADS_1