
SORE Hari mulai tiba, kedua anak gadis dari pasangan Dona dan Doni kini baru saja bangun dari tidur siang nya. mereka dibangunkan oleh nenek nya yang sama-sama baru Bangun Tidur Siang juga. kedua anak gadis itu masih berbaring diranjang kamar bekas ibu nya yang ada di rumah ibu Asih.
Sebelum nya, kedua anak itu pergi ke rumah ibu Asih untuk bermain dirumah itu setelah mereka selesai makan siang. lama nya mereka bermain ponsel dikamar bekas ibu nya itu, membuat kedua anak gadis itu tertidur dengan lelap nya. tetpi kini kedua anak itu sedang mengobrol dan sesekali memainkan ponsel nya masing-masing dan masih dalam posisi berbaring.
"seperti nya apa yang kakek Yaris katakan dahulu kepada mama dan papa serta nenek diruangan tengah rumah kita itu, memang benar-benar terjadi kak." ucap Diani yang berbaring memeluk kakak nya dari samping.
Diana yang sedang memainkan ponsel nya itu pun menjawab nya.
"iya dede. semoga saja kita tak jadi korban salah sasaran dari kejahatan ibu nya papa itu. papa pernah bilang sama kakak, bahwa ibu nya papa adalah orang yang jahat dan galak terhadap papa dulu."
"benarkah kak? kakak tahu darimana?" tanya Diani penasaran.
"ketika kakak pergi dengan papa ke mall untuk bertemu dengan klien nya itu, diperjalanan pulang nya kakak bertanya hal itu kepada papa dan papa menjelaskan nya kepada kakak." lalu Diana menceritakan kembali apa yang di ucapkan Doni kala itu, Diana ceritakan kembali kepada adik nya.
Diani yang mendengar cerita dari kakak nya itu sedikit ngeri dan memeluk kakak nya dengan erat seraya berkata.
"dede jadi takut kak! kakak jangan jauh-jauh dari dede yaa.."
"iya sayang. kakak janji tak akan jauh-jauh dari dede dan akan selalu menjaga dede.." ujar Diana menatap senyum dan kemudian mengecup kening adik nya itu. Diani merasa aman dan tenang jika ia sudah berada disamping kakak nya. maka dari itu, kemana pun Diana pergi, Diani selalu mengikuti kakak nya kemana pun. kecuali mereka sedang berada di dalam rumah mereka, itu tak dilakukan oleh Diani karena ia tahu di rumah nya tak mungkin ada orang yang melakukan kejahatan kepada nya.
Kedua anak itu sekarang sudah keluar dari rumah ibu Asih setelah pamit pulang kepada nenek nya. dijalan, mereka bertemu dengan Febri yang baru saja bergegas dari warung nya ibu Rukyah. ia berseru dengan memanggil Diana dan Diani dengan sebutan 'Dua DD'. Febri mendekati kedua anak gadis itu dan bertanya.
"kalian berdua dari mana???"
__ADS_1
"kami berdua habis dari rumah nenek." jawab Diana dan Diani berkata.
"kak Febri habis beli apa? kok belanjaan nya banyak sekali?" Febri memang menjingjing belanjaan satu plastik hitam besar dan ia lalu menjawab pertanyaan Diani tadi.
"oh ini barang belanjaan ibu ku."
"untuk apa belanjaan sebanyak itu Feb???" tanya Diana lagi penasaran dan Febri menjawab nya.
"nanti malam akan datang kakek dan nenek dari ibu dan ayah ku ke rumah. kalian datang lah ke rumah ku bersama kedua orang tua kalian nanti malam."
"memang nya ada acara apa kak Febri??" tanya Diani dan Febri menjawab nya.
"cuman acara silaturahmi makan-makan keluarga saja kok. yasudah aku pamit dulu takut ibu ku menunggu., dadah dua DD..." ujar Febri sembari berlalu pergi dari hadapan dua anak gadis itu.
"jadi bagaimana pak? apa kita datangi saja rumah ibu ku itu untuk menuntut perbuatan nya yang sekarang itu???"
"hmm..., tak perlu nak. kita jangan berbuat gegabah dulu, salah-salah kita datang kesana tak bisa pulang lagi. saran dari bapak sih, lebih baik kita tunggu saja dengan rencana apa yang akan dilakukan ibu Dewi dan suami nya itu. tapi ngomong-ngomong, benarkah orang yang membuntuti mobil mu itu orang suruhan dari ibu Dewi???"
"bisa jadi pak. karena yang melihat jelas adalah ibu Asih."
"jadi ibu Asih yang melihat nya sampai mengatakan ciri-ciri nya kepada mu nak?"
"iya pak." jawab Doni sembari mengangguk dan pak Yaris lalu berkata.
__ADS_1
"kalau begitu, tempat tinggal mu sekarang sudah diketahui oleh ibu mu itu nak. tetapi mereka tak akan gegabah dan bertindak terang-terangan untuk mengungkit permasalahan harta warisan itu lagi dengan cara datang ke rumah mu. pasti ada cara lain yang belum kita ketahui motif nya bagaiamana!" Doni merenungkan ucapan pak Yaris tadi dan terdengar pak Yaris berkata lagi.
"bapak hanya takut mereka menculik kedua anak mu nak."
"itulah yang aku pikirkan selama ini pak." ujar Doni sedikit mengeluh dan pak Yaris berkata.
"pokok nya jangan sampai kedua anak mu keluyuran keluar rumah nak. disekolah pun jangan biarkan kedua anak mu pergi keluar dari gerbang sekolah. hal itu untuk mengantisipasi tercegah nya bahaya yang akan mengancam kedua anak mu."
"baik kalau begitu pak. aku akan bilang kepada kedua anak ku nanti nya."
"iya nak. semoga saja kita dijauhkan dari hal-hal kejahatan seperti itu lagi."
"amin pak." lalu kedua nya menyudahi obrolan itu dan mulai beres-beres pekerjaan mereka masing-masing, karena bell jam pulang kerja sudah terdengar.
Disore hari itu juga, Doni sudah pulang bersama Dona ke rumah nya. mobil hitam mengkilap yang di tumpangi sepasang suami istri itu, telat sampai ke rumah mereka karena mobil yang ditumpangi mereka mampir dahulu ke pasar senen. mereka berdua akan membeli martabak untuk kedua anak mereka yang sebelum nya sudah menghubungi kedua orang tua nya itu untuk dibelikan martabak dan kebetulan sekali, Avril pun menitip kepada Dona untuk sekalian dibelikan martabak juga.
Dua anak gadis itu terlihat sedang duduk-duduk dikursi taman sembari memainkan ponsel mereka masing-masing. mereka nampak gembira sekali melihat bunga-bunga hias yang sudah bermekaran itu. pada saat itu mobil kedua orang tua mereka baru saja masuk ke dalam halaman rumah itu dan kedua anak gadis tadi segera bergegas berjalan menuju kedua orang tua mereka yang baru keluar dari mobil.
Kedua anak itu berlarian sembari tertawa-tawa girang melihat ibu nya menjinjing oleh-oleh yang mereka pesan itu.
"wah banyak sekali ma?" tanya Diani dan ibu nya berkata.
"separuh nya buat tante Avril nak. nanti malam ada acara syukuran dirumah nya."
__ADS_1
"oh iya kah ma? pantas tadi kak Febri membeli barang-barang belanjaan yang banyak diwarung ibu Rukyah." ujar Diana dan ayah mereka yang sudah berjalan duluan didekat pintu masuk ke rumah itu segera berseru memanggil istri dan kedua anak nya itu untuk segera masuk ke dalam rumah karena waktu sebentar lagi maghrib. Dona dan kedua anak gadis nya kini sudah masuk ke dalam rumah menyusul Doni yang sudah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah itu.