
JAM Istirahat kerja di kantor CV.Group Perkasa sudah terdengar dan para karyawan lain di kantor tersebut sudah banyak yang beristirahat dari pekerjaan nya. Doni baru saja keluar dari kantor menuju ruangan pak Yaris yang kini sudah berada di lantai tiga berdekatan dengan ruangan nya. pintu diketuk oleh Doni dan suara pak Yaris dari dalam ruangan itu terdengar menyuruh nya untuk masuk. setelah Doni masuk dan duduk dikursi kosong di depan meja kerja pak Yaris, lalu pak Yaris berkata duluan memulai obrolan tersebut.
"jadi ibu Dewi dan suami nya itu sekarang sudah keluar dari dalam penjara?"
"benar pak. kata Wawan, sudah dari kemarin bebas nya. ia tahu hal tersebut dari ayah nya." ujar Doni yang sudah memberitahukan hal itu sesudah Wawan menghubungi nya pagi tadi.
"hmm.., padahal pak Broto bilang masih seminggu lagi, tapi mengapa belum ada lima hari sudah keluar ya?" ujar pak Yaris bertanya-tanya dan Doni langsung berkata.
"apakah pak Yaris tak bertanya lagi kepada pak Broto?"
"sudah nak. tetapi jawaban beliau membuat bapak jadi bingung sendiri."
"bingung bagaimana pak???" tanya Doni semakin penasaran.
Pak Yaris menatap wajah Doni lekat-lekat dan wajah nya terlihat bimbang. Doni masih diam menunggu pak Yaris mengutarakan ucapan nya itu.
"menurut pak Broto, ada orang yang membayar sisa denda masa tahanan ibu Dewi dan pak Tomi yang tinggal seminggu lagi itu."
"hah!?" ujar Doni kaget dan ia lanjut berkata lagi dengan ucapan yang tegang.
__ADS_1
"kalau begitu, siapa orang nya pak??? apakah orang itu ada kaitan nya dengan pegawai kantor ini???" pertanyaan Doni tadi membuat resah dan gusar diri nya sendiri. tatapan antara percaya tak percaya dari Doni itu membuat pak Yaris segera mengatakan hal yang sebenar nya.
"dari yang bapak tahu dari pak Broto, orang itu adalah lelaki berwajah sadis dan terbilang orang yang kaya. penampilan nya selayak nya orang kantoran seperti kita, tetapi menurut pak Broto wajah orang itu bertampang licik dan bengis! bisa saja orang itu adalah salah satu saudara nya ayah tiri mu itu."
"lalu siapa nama nya pak???" tanya Doni lagi semakin penasaran.
"kalau tak salah, nama nya Yohanes Ibrahim."
"saya tak mengenal nya pak." jawab Doni dan pak Yaris berkata hal yang sama.
"bapak pun tak mengenal orang itu, begitu pun pak Broto. tetapi dari segi latar belakang pekerjaan orang itu, pak Broto tahu hal itu ketika melihat KTP dan bertanya pekerjaan orang itu."
"apa pak Yaris bisa menjelaskan nya???" pak Yaris mengangguk dan berkata,
"apakah orang itu berbahaya pak? apakah orang itu akan ikut campur juga dalam permasalahan kali ini???"
"entahlah nak. bapak tak bisa memastikan nya. sekarang kita harus tetap waspada saja terhadap orang asing yang mencoba melamar pekerjaan dikantor ini. oh iya, kata nya Wawan memergoki ketiga adik tirimu yang melamar direstorant pratama cabang satu, benarkah nak???"
"iya pak benar." lalu Doni menjelaskan nya apa yang Wawan lakukan kepada ketiga adik tiri nya Doni itu, Doni bicarakan lagi kepada pak Yaris.
__ADS_1
Disatu sisi, bell jam pulang sekolah sudah terdengar. para murid-murid satu persatu sudah keluar kelas untuk pulang. Diana, Diani dan Febri, mereka keluar kelas berjalan beriringan dan pada saat itu ketiga anak bandel tadi melintas di depan mereka dengan terburu-buru. Diani lalu bertanya kepada kakak nya,
"mengapa mereka terlihat terburu-buru begitu kak???"
"tidak tahu de. paling mereka bertiga kebelet buang air besar."
"hahaha bisa jadi dugaan mu benar Diana." ujar Febri dan mereka kini bertiga tertawa sembari berjalan menuju luar gerbang sekolah.
Kemudian ketiga anak itu sudah tiba diluar gerbang sekolah. para murid-murid lain nya banyak yang dijemput oleh orang tua nya dan beberapa ada yang dijemput oleh ojek online. Diana dan Diani masih berdiri ditepi trotoar menunggu pak Soleh menjemput nya. sedangkan Febri sudah pulang duluan karena ia sudah dijemput oleh ojek langganan ibu nya dikampung duren.
Diana dan Diani menatap ke arah seberang jalan dan terlihat disana ada Yoshua, Beryl dan Usman. mereka baru saja masuk ke dalam mobil jeep berwarna hijau. ketiga anak bandel itu menatap Diana dan Diani dengan pandangan sinis terpampang jelas diwajah mereka. Diana tak gentar ditatap seperti itu oleh mereka, sedangkan Diana bersembunyi dibelakang kakak nya karena ia penakut.
Mobil yang membawa ketiga anak bandel tadi sudah jalan setelah kemunculan seorang bapak-bapak berseragam kantoran dan wajah nya terlihat dingin dan galak itu masuk ke dalam mobil tersebut. seperti nya bapak-bapak itu habis menelepon seseorang ketika diluar mobil tadi. Diani pada saat itu langsung bertanya kepada kakak nya.
"apakah bapak-bapak tadi ayah nya si Yoshua kak???"
"entahlah de. kakak tau mau tahu." ujar Diana sembari mengangkat bahu nya. pada saat itu muncul mobil yang dibawa pak Soleh dan berhenti ditepi jalan, kedua anak itu lalu masuk ke dalam mobil dan mobil itu lalu pergi menuju rumah nya yang ada dikampung duren.
Jam makan siang bagi Doni dan Dona telah tiba, sepasang suami istri itu seperti biasa pulang untuk makan siang di rumah mereka. kedua nya berada di dalam mobil dan arah tujuan mereka adalah pergi ke kampung duren. tanpa sepengetahuan mereka, ada orang yang membuntuti mobil tersebut pergi memakai motor matic. tampilan nya serba tertutup, dari helm, masker, celana jeans hitam dan jaket kulit hitam tebal pun menutupi tubuh orang tersebut. tiba dikampung duren, Penguntit itu ikut membelok juga masuk ke dalam jalan menuju kampung duren mengikuti mobil Doni melaju.
__ADS_1
Tiba didepan warung seberang rumah ibu Asih, penguntit itu berhenti dan memotret gerbang depan rumah besar nya Doni setelah mobil Doni masuk ke dalam halaman rumah besar itu. tak seberapa lama, muncul lagi mobil dan kali ini berwarna jingga dan pada saat itu gerbang dibuka lagi oleh salah satu pembantu rumah itu. Mobil tersebut masuk ke dalam dan membuat segudang pertanyaan dari penguntit tersebut, karena ia melihat dua anak kecil yang kepala nya nongol melambai-lambaikan tangan nya kepada nenek-nenek yaitu ibu Asih yang ada didepan rumah nya.
Penguntit tadi tak tahu, bahwa ia sejak tadi diperhatikan oleh ibu Asih yang sedang mengangkat jemuran yang kering dihalaman rumah nya, sampai kemunculan mobil yang ditumpangi oleh Diana dan Diani. tak lama, penguntit tadi pergi lagi dengan membawa motor matic nya ke arah jalan umum. seperti nya penguntit itu sudah mendapat bukti bahwa sekarang tempat Doni tinggal sudah diketahui lokasi nya. ibu Asih mulai khawatir, ia cepat-cepat mengangkat jemuran nya dan menyimpan nya di dalam rumah nya. setelah itu ia langsung pergi ke rumah Doni untuk memberitahukan hal tersebut kepada nya. ibu Asih mulai was-was dan curiga dengan orang tadi yang ia anggap sudah memata-matai Doni secara diam-diam. ibu Asih pun sudah menyangka nya, bahwa orang itu adalah orang yang disuruh oleh ibu Dewi untuk mencari informasi tentang tempat tinggal Doni sekarang.