DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
BERKUMPUL KEMBALI


__ADS_3

DIANA Yang sedang duduk di kursi tunggu dalam kantor kepolisian itu, tercengang kaget ketika ada suara yang ia kenali nya itu berseru.


"kakaaaak....!" Diani berseru sembari berlari ke arah Diana yang di dekat nya ada para polisi yang menemani nya bicara.


"dede!!?" sentak Diana dan wajah nya mulai tersenyum haru dan air mata menetes diwajah nya yang memar membiru itu. Diani dan Diana berpelukan dengan erat nya dan isak tangis mulai terdengar dari kedua nya. lalu Febri menyusul memeluk Diana dan Diani, lalu ketiga anak itu berpelukan. Febri pun ikut menangis haru bersama Diani yang menangis terisak-isak sembari melontarkan kata tak jelas disela menangis nya.


Ruangan tunggu kantor kepolisian itu ramai oleh suara tangis ketiga anak itu, lalu Doni yang ikut berlari pun berdiri mematung menatap Diana yang menangis memeluk Diani dan Febri. Diana lalu menatap ke arah ayah nya, lalu ada ibu nya, nenek nya, Wawan, pak Yaris dan pak Yono. mereka berdiri meratap haru dan pilu melihat wajah Diana yang memar membiru itu. Diana segera melepas pelukan Diani dan Febri, ia segera berlari ketika Doni mendekat sembari merentangkan tangan bagai ingin memeluk. anak dan ayah itu akhir nya berpelukan dan Diana semakin menangis meraung-raung dipelukan ayah nya. Doni pun ikut menangis pilu sembari memeluk Diana, lalu Dona menghampiri mereka dan ikut memeluk Diana juga.


Ratap tangis pecah dari orang-orang yang ada di ruangan kantor kepolisian itu. mereka menatap haru akan kembali nya anak yang diculik itu, tanpa terpikir sebelum nya bahwa Diana akan datang dengan sendiri nya ke kantor polisi itu. kini Diani pun ikut dipeluk juga oleh ayah dan ibu nya serta kakak nya. keluarga kecil yang harmonis itu sudah Berkumpul Kembali setelah mereka berpisah dari masa-masa sulit diculik nya Diana. kini mereka sudah menenangkan tangis nya dan Doni yang berjongkok bersama Dona dengan memeluk kedua anak nya itu, segera berkata.


"papa kangen sekali kepada mu nak."


"mama juga sangat kangen sekali kepada mu nak."


"dede juga, hixhihix.." Diana yang masih terisak-isak dalam tangis nya pun berkata bahwa ia pun sudah sangat rindu sekali kepada kedua orang tua dan juga adik nya.


Setelah mereka meredakan tangis nya, ibu Asih mendekati pelukan keluarga bahagia itu. rona wajah ibu Asih nampak haru dalam kesedihan menatap wajah cucu nya yang babak belur itu. Diana lalu melepas pelukan itu dan berjalan menuju nenek nya, dan akhir nya Diana pun menangis lagi dalam pelukan ibu Asih. ibu Asih mengusap-usap punggung dan rambut Diana sembari berkata dalam tangis haru nya.


"untung kamu selamat nak..., semua orang sudah sangat mengkhawatirkan mu..."


"Diana baik-baik saja nenek, hixhix.." ucap tangis Diana dan tak lama, mereka meredakan tangis nya itu dan sudah melepas pelukan tersebut.


Pak Yaris kini yang mendekati Diana dan memeluk nya juga dengan penuh keharuan. sedangkan Wawan yang sudah bersama anak nya lagi dan pak Yono, mereka hanya berdiri terdiam dan melihat hal itu saja dengan perasaan senyum haru yang amat terdalam. kemudian pak Broto yang baru masuk ke ruangan itu mendekati Diana yang sudah dilepas pelukan nya oleh pak Yaris dan ia bertanya.

__ADS_1


"wajah mu kenapa babak belur begitu nak??? apakah kamu dipukuli oleh ibu Dewi? atau dipukuli para preman yang menculik mu itu?" semua mata memandang ke arah pak Broto yang bertanya kepada Diana. lalu Diana menggelengkan kepala nya dan berkata,


"wajah Diana dipukul oleh Yoshua pak. anak itu punya dendam kepada Diana karena waktu disekolah, wajah anak itu sudah Diana buat babak belur akibat kenakalan anak itu kepada Diana, Febri dan Diani."


"apa permasalahan nya sampai kamu melakukan hal itu nak???"


"Yoshua anak yang nakal dan bandel ketika dikelas pak dan sering kali berbuat seenak nya!"


"benar pak polisi..!" sahut Diani dan Febri bersamaan dan membuat pak Broto menatap Doni sembari berkata.


"bukankah anak yang bernama Yoshua itu adalah anak nya pak Yohanes Ibrahim Don???"


"betul pak!" jawab Doni, lalu pak Yono beranikan bicara.


"benar juga pak Yono." timpal Wawan dan kini Dona bertanya kepada pak Broto itu.


"apakah saya boleh melihat si Yoshua itu pak???"


"boleh saja bu Dona..., mari ikut bapak..." lalu pak Broto berjalan dahulu dan disusul oleh Diana bersama orang-orang yang ada disitu.


Doni lalu menggendong Diani dan berjalan disamping Dona. ibu Asih berjalan berdekatan dengan pak Yaris dan pak Yono. Wawan berjalan menggandeng tangan anak nya sampai mereka berjalan menuju ruangan luas semacam penjara sementara. pintu dibuka dan pak Broto masuk beserta orang-orang yang mengikuti nya tadi. Yoshua dan ibu nya yang duduk bersimpuh itu menatap ke arah pintu yang terbuka dan wajah Yoshua seketika itu juga tegang dan cemas. ia tak menyangka akan melihat Diana lagi dalam posisi nya yang tak menguntungkan seperti itu.


Diana menatap kasihan kepada Yoshua dan pak Broto lalu menunjuk ke arah Yoshua sembari berkata.

__ADS_1


"itu bukan? anak yang sudah membuat wajah mu babak belur begitu nak???"


"betul pak Polisi! dialah orang yang memukul saya ketika saya dalam keadaan terikat tali didalam gudang tua itu!." ucapan Diana tadi membuat Wawan berceletuk berkata.


"hajar lagi saja wajah tengil nya itu Diana! paman mendukung mu!" Diana lalu menatap Wawan dan kemudian menatap wajah orang-orang yang ada di belakang nya. ia menatap ayah nya yang sedang menggendong Diani, sembari berkata tanya.


"apakah hal itu harus aku lakukan papa...???"


"tergantung keputusan mu nak. jika hal itu bisa membuat rasa kesal mu kepada anak itu terlampiaskan, lakukan lah. papa dan orang-orang yang ada disini tak akan melerai dan mencegah mu." hening beberapa saat dan orang-orang itu menatap tegang ke arah Diana yang berjalan mendekati Yoshua yang mencoba menyembunyikan wajah nya dibelakang punggung ibu nya.


Semua mata memandang Diana yang kini sudah sampai didepan ibu nya Yoshua dan ibu nya Yoshua bertanya kepada Diana.


"apa yang akan kamu lakukan kepada anak ibu nak???" ucap nya tak kasar atau memarahi Diana dengan bentakan. pandangan mata Diana yang awal nya dingin dan nanar itu, perlahan surut ketika ibu nya Yoshua berkata lagi dengan ucapan memelas penuh rasa iba.


"tolong nak jangan pukul anak ibu. bila perlu pukul wajah ibu saja biar dendam mu itu terlampiaskan kepada anak ibu." hening sejurus dan Diana yang berdiri mematung di depan ibu nya Yoshua, lalu Diana bertanya.


"mengapa ibu sebegitu membela nya akan kelakuan bejat nya anak ibu itu???"


"karena kasih sayang ibu kepada anak nya itulah yang membuat seorang ibu tak rela anak nya dicelakai oleh orang lain. lebih baik ibu sendiri yang menanggung beban dan perih atas apa yang sudah dilakukan oleh anak ibu ini." ujar ibu Yoshua dengan suara parau memelas kasihan.


Diana yang mendengar ucapan ibu nya Yoshua itu sedikit merinding bulu kuduk nya dan orang-orang yang mendengar hal itupun merasa terbuai dalam lamunan tentang masa lalu nya mereka terhadap ibu mereka masing-masing dahulu. secara tak sadar ia berkata,


"beruntung sekali Yoshua memiliki ibu yang penyayang seperti ibu ini." ucap Diana dan pandangan nya sudah tak setajam seperti tadi. pada saat itu pak Broto berkata,

__ADS_1


"jika ibu ini sangat sayang sekali kepada anak ibu, mengapa kelakuan anak ini sangat bejat sekali? menurut pengakuan anak buah bapak, anak ini ditemukan dalam keadaan telanjang bulat disebuah kamar bersama wanita penghibur? mengapa hal itu terjadi kepada anak sekecil itu bu???" ucapan pak Broto itu membuat orang yang ada di situ kaget dan saling mengucapkan 'Astagfirullah', karena hal tersebut adalah hal yang tak pantas dilakukan oleh anak berumur sepuluh tahun seperti Yoshua itu.


__ADS_2