DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
KELUARGA KECIL YANG HARMONIS


__ADS_3

DONI Lalu menjelaskan nya tentang perempuan muda yang bernama Rosa itu terhadap Dona yang cemburu buta terhadap Doni, karena memang tak ada alasan dan bukti yang pasti bahwa Doni menyukai wanita yang bernama Rosa itu.


"sayang..., aku dan Wawan hanya sekedar takjub saja akan kecantikan wanita itu. jadi wajar saja kami menatap nya seperti divideo rekaman itu. kami disana pun tak macam-macam terhadap wanita mana pun. kami berdua setia dengan istri kami masing-masing dan kami berdua tak tertarik sama sekali dengan wanita muda itu. ketahuilah sayang..., wanita muda itulah yang nanti nya akan menjadi pemandu sekaligus guru anak kita belajar bela diri." ucapan Doni tadi langsung dijawab oleh Dona.


"tapi kan mengapa mesti takjub terhadap wanita itu??? apakah kecantikan ku sudah tak seperti dulu lagi???" Doni yang mendengar ucapan tersebut paham bahwa Dona tak mau disaingi oleh wanita manapun kecantikan nya.


"kamu adalah wanita tercantik yang pernah ku kenal sayang. dibandingkan dengan wanita itu, kamu memiliki kecantikan yang sangat luar biasa. maka tak heran, anak-anak kita pun cantik-cantik seperti diri mu. benarkan Diani dan Diana...???" ujar Doni yang kini kepala nya menghadap ke arah lorong menuju ruangan tamu.


Dibalik lorong tanpa pintu itu, ada gordeng yang tersingkap sebagian dan terlihat di sana ada dua pasang kaki anak kecil sedang berdiri dibalik tirai gordeng tersebut. Dona heran ketika Doni menatap kesitu dan ketika Dona menatap apa yang Doni lihat, ternyata kedua anak nya sejak tadi sedang mengintip dibalik tirai itu. Doni lalu menatap Dona yang masih memperhatikan anak nya yang bersembunyi, walau bersembunyi nya sudah diketahui oleh kedua orang tua nya itu. Dona lalu berkata memanggil kepada kedua anak nya yang bersembunyi itu.


"kakak.., dede.., kemari kalian! mengapa kalian berdua bersembunyi disitu???" seruan Dona itu membuat dua anak gadis itu terperanjat kaget dan saling tatap.


"kita ketahuan kak?!" ujar Diani berbisik sedikit takut dan Diana berkata.


"tak apa-apa de. ayo kita kesana." Diani hanya mengangguk dan kini mereka berdua mendekati kedua orang tua nya itu.


Doni tersenyum geli melihat kedua anak nya itu berjalan menunduk takut ke arah nya. Dona masih memandang tajam kepada kedua anak nya itu seraya berkata.


"kalian ini mengapa mengintip pembicaraan mama dan papa hah???"

__ADS_1


"tenang sayang. mengapa kamu memarahi kedua anak kita??? permasalahan ini tak ada sangkut paut nya dengan anak kita." ujar Doni membela kedua anak nya dan kini ia bangun mendekati kedua anak nya dan memeluk nya. Dona sadar bahwa ia sudah kelewat batas telah mengecam kedua anak nya itu.


Wajah Diani dan Diana terlihat murung seraya menunduk sedih dalam dekapan ayah nya. pada saat itu Diana mulai beranikan berkata.


"maaf mama. kakak sama dede cuman penasaran saja dengan apa yang mau mama lakukan terhadap papa akibat video rekaman itu."


"iya mama benar apa kata kakak..." ucap Diani bernada sedih dan Doni berkata.


"sudah tak perlu sedih sayang. mama kalian sedang pusing, jadi wajar saja akhir-akhir ini sering marah-marah kepada kita." Dona tertegun juga mendengar kata suami nya berkata begitu.


Perlahan perasaan dongkol dihati nya berubah menjadi perasaan haru dan ingin rasa nya ia menghambur memeluk kedua anak dan suami nya itu. tetapi apa daya, diri nya bagai malu pada kedua anak dan suami nya itu akibat sikap nya yang keras tadi. air mata mulai keluar dari pelupuk kelopak mata Dona dan saat itu juga Dona menangis sembari berjalan mendekati kedua anak dan suami nya. Doni merentangkan tangan dan memeluk Dona yang menangis di dada nya. kedua anak nya pun memeluk ibu dan ayah nya itu dengan perasaan haru.


Dona berkali-kali meminta maaf kepada suami dan kedua anak nya itu, bahwa ia memang salah telah mengecam mereka. Doni dan kedua anak gadis nya itu sudah memaafkan permintaan maaf dari Dona itu. mereka berempat sudah bisa meredakan ketegangan tersebut dan suasana rumah itu mulai seperti biasa, 'Keluarga Kecil Yang Harmonis'. ibu Asih yang ternyata sejak tadi mengintip dibalik pintu kamar nya pun, tersenyum haru dan air mata nya sedikit menetes. mereka tahu itu ketika ibu Asih keluar kamar dan mendekati keempat orang yang sedang duduk di sofa ruangan tengah itu.


"nenek kok enggak tidur siang?" tanya Diana dan Diani menimpali.


"nenek temani kita tidur siang doong." ibu Asih tersenyum menatap kedua cucu nya yang sedang duduk dipangku oleh kedua orang tua nya itu.


"kalian tidur siang sama papa dan mama kalian saja dulu ya. nenek mau membersihkan rumah sebelah dulu."

__ADS_1


"iya deh nek." ujar Diana dan Diani bersamaan dan tak jadi memaksa untuk merajuk kepada nenek nya.


Kini ibu Asih sudah pergi dari dalam rumah itu menuju rumah nya yang ada disamping rumah Doni. keluarga kecil itu mulai mengobrol ketika mereka menonton televisi.


"kakak sama dede, nanti awasi papa saja jikalau papa nekat dekat-dekat sama wanita itu, kalau besok kalian pergi ke tempat itu lagi."


"iya mama." ujar kedua anak nya menurut dan Doni berkata.


"besok kamu saja ma yang antar anak-anak. papa ada perlu sama Wawan direstorant pratama cabang satu."


"ada perlu apa memang nya pa???" ucap Dona tiba-tiba merasa heran.


"ada perlu perbaikan di restorant itu. kata Wawan ada barang-barang yang sudah tak layak pakai yang sudah seharus nya diganti yang baru."


"oh begitu, yasudah besok mama antar anak-anak." ujar Dona dan Doni berkata lagi.


"nanti minta antar pak Soleh saja ma, papa tak bisa mengantar karena harus pergi pagi-pagi bersama Wawan."


"iya pa." ujar Dona paham dan kini ia sudah tak seketus dan cemberut seperti tadi.

__ADS_1


Kedua anak gadis itu pun tersenyum melihat kedua orang tua nya rukun dan damai kembali. suasana yang seperti itulah yang mereka inginkan seterus nya dan sebelum nya ketika kedua anak gadis itu mengintip dibalik tirai gordeng itu, ketika berada diruangan tamu mereka berdua sudah sepakat untuk mengintip apa yang akan terjadi kepada kedua orang tua nya itu, akibat ibu nya yang melihat video rekaman tentang ayah nya itu. sekarang, mereka sudah mulai mengantuk dan Diana serta Diani ingin ditemani tidur siang oleh kedua orang tua nya.


Dona dan Doni pun menyetujui nya dan kini kedua anak itu digendong. Diana digendong oleh Doni, sedangkan Diani digendong oleh Dona. mereka kini beranjak dari ruangan tengah rumah besar itu menuju kamar kedua anak gadis nya itu untuk menemani kedua nya tidur siang.


__ADS_2