DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
NAPSU SETAN


__ADS_3

MOBIL Pribadi milik Doni terlihat terparkir di depan rumah gedong nya. Doni sudah masuk ke dalam rumah itu dan sudah menceritakan hal yang sudah terjadi tentang Diana kepada para penghuni rumah itu. pecah tangis kala itu dari Dona dan ibu Asih. kedua pembantu rumah itu hati nya pun ikut terpukul akan kejadian yang menimpa anak majikan nya dan mereka pun ikut merasakan kesedihan atas peristiwa yang menimpa Diana itu.


Doni tak kuasa menahan tangis nya jika ia mengingat-ingat masa-masa yang sudah ia jalani bersama Diana, dari semenjak Diana masih bayi sampai sebesar sekarang. perasaan Doni sama hal nya dengan apa yang sedang di rasakan oleh ibu Asih dan juga Dona. Diani tak tahu apa yang sedang terjadi kepada kakak nya, karena ia sedang sakit dan pada saat itu ia sedang tertidur di kamar nya. Doni memeluk Dona sembari mengusap-usap punggung nya dan berkata menenangkan nya.


"sudah ma tenangkan hati dan pikiran kita dahulu. papa sudah menghubungi pak Yaris untuk menindak lanjuti peristiwa ini dengan pak Broto. bukti sudah papa dapat dan sudah papa kirim kepada pak Yaris." ibu Asih yang sudah meredakan tangis nya itu, sesekali mengusap air mata nya memakai tisue. ia merasakan apa yang Dona dan Doni rasakan tentang diculik nya Diana oleh orang tak dikenal. Doni yang kala itu masih memeluk Dona yang masih menangis meraung-raung itu, segera ditanya oleh ibu Asih.


"apakah Diana diculik atas perbuatan ibu Dewi nak???"


"sudah pasti bu. Doni sudah mendatangi rumah mereka dan keadaan rumah itu sudah kosong dan tak berpenghuni lagi. kata tetangga rumah itu, ibu dan keluarga nya sudah pergi pindah rumah sejak kemarin dan rumah tersebut kata nya sudah dijual."


"apakah para tetangga rumah itu ada yang tahu mereka pergi kemana nak?" Doni menggelengkan kepala nya dan menjawab,


"mereka tak ada yang tahu arah kepergian ibu dan keluarga nya bu. mereka hanya tahu rumah itu sudah dijual kepada seseorang dan ketika ibu beserta keluarga nya pindah pun, para warga tak ada yang berani bertanya karena mereka pernah diancam oleh ibu."


"astaga! semakin parah saja kelakuan ibu Dewi itu." ujar ibu Asih sembari sesekali tangan nya mengusap air mata yang jatuh di pipi nya memakai tisue. lalu Dona menatap wajah suami nya dan mencoba bertanya dengan suara parau.

__ADS_1


"apakah Diana akan kembali lagi ke rumah ini pa??? mama tak mau kehilangan Diana pa! tolong selamatkan Diana pa..." rengekan suara parau dari Diana itu membuat hati Doni terpukul dan merasakan kesedihan itu.


"papa janji akan mencoba menyelamatkan Diana ma. kita tunggu dahulu kabar dari pak Yaris yang sedang mencoba menghubungi pak Broto agar mencari jejak plat nomor mobil yang menculik Diana. kita sekarang berdoa saja dahulu agar Diana masih selamat dan tak semoga allah menjaga anak kita."


"amin..." ujar Dona dan ibu Asih. sedangkan kedua pembantu rumah itu, sudah pergi untuk shalat dzuhur sebelum ibu Asih bertanya kepada Doni.


Disamping itu, Diana masih dalam posisi sebelum nya dan ia sudah dipaksa agar menyebutkan nama nya. kedua pipi Diana merah karena ditekan beberapa kali oleh sepasang kakek dan nenek itu agar Diana mau menyebutkan nama nya. tetapi Diana bagai bisu, ia tetap saja menahan sakit ketika dipaksa agar mengatakan nama nya.


"bandel sekali anak ini! sama persis dengan bapak nya!" bentak ibu Dewi dan pak Tomi yang sudah kesal itu berkata.


"anak ini memang harus dipukul biar tahu rasa!" baru saja pak Tomi mau menampar wajah Diana, ibu Dewi langsung mencegah nya.


"mengapa kalian berdua nekat menculik ku? apakah kalian ingin dipenjara lagi oleh papa?" ucapan ancaman dari anak sekecil Diana itu, membuat kedua orang tua itu tertawa terkekeh-kekeh geli. Diani merasa dongkol ucapan nya itu ditertawakan seperti itu, lalu Diana berkata.


"sebenar nya niat kalian berdua ini apa sampai-sampai menculik ku? apakah kalian masih menginginkan harta warisan milik papa???" kedua orang tua itu sejenak menatap Diana dengan tajam dan ibu Dewi berkata.

__ADS_1


"kau tahu dari mana akan niat kami itu hah?!!"


"nenek dan papa yang menceritakan hal itu kepada ku. apa nenek dan kakek ini tak kasihan kepada diri sendiri? kalian berdua sudah tua renta dan sudah seharus nya bertobat."


"mulut lancang!" Plakk!!! "Arghhh!!"


Diana ditampar oleh ibu Dewi dan ia menjerit kesakitan. Diana menggigit bibir bawah nya karena ia sedang menahan sakit dari tamparan keras ibu Dewi itu. Diana mulai menitikan air mata karena sebagai gadis kecil, rasa takut memang ada dalam diri nya.


Ibu Dewi yang hidup nya tak tegaan kepada anak seusia Diana itu berkata mengancam lagi.


"sekali lagi kau berkata menceramahi orang tua seperti kami! ku penggal leher mu itu bocah sinting!" bentak ibu Dewi dan membuat Diana menunduk menahan tangis dan sakit. pak Tomi mulai tersenyum nakal kepada Diana, karena pikiran nya mulai kotor. ia mau meraba-raba dada Diana yang buah dada nya baru tumbuh dan masih sangat kecil itu. ibu Dewi yang melihat hal itu langsung mencekal lengan suami nya dan berkata.


"kau mau apa sayang!?" pak Tomi tersenyum cengengesan bercampur seringai napsu birahi dan berkata.


"aku mau perkosa anak ini. rasa-rasa nya dendam ku kepada si Doni itu akan terpuaskan dengan cara ku nodai anak nya ini." Diana tersentak kaget mendengar hal itu. ia menatap tajam ke arah pak Tomi dan ibu Dewi yang sedang mengobrol itu.

__ADS_1


"jangan ngaco sayang! anak ini masih dibawah umur dan lubang belut nya pun masih sangat kecil! kau mau memasukan burung mu yang besar itu kepada anak ini??? yang ada sekali masuk saja anak ini langsung mati dan rencana kita akan gagal! apakah kau mau rencana kita gagal akibat Napsu Setan mu itu sayang?!!" pak Tomi menjadi tersadar akan ucapan istri nya itu. ia lalu meminta maaf kepada istri nya dan berkata mengurungkan niat jelek nya itu.


Diana merasa aman dan hati nya sudah tenang lagi tak seperti tadi. secara tidak langsung Diana sudah diselamatkan oleh ibu Dewi dan kini kedua orang tua itu menatap ke arah pintu yang terbuka lebar. disana muncul seorang lelaki berwajah bengis bersama seorang anak lelaki seumuran Diana. pandangan mata Diana sedikit tercengang tak percaya bahwa dua orang yang baru masuk itu adalah Yoshua, anak jahil yang ada di kelas nya dan satu lagi adalah seorang bapak-bapak berwajah bengis yang pernah ia lihat ketika Diana dan Diani berada di depan sekolah nya. kala itu Diana melihat Yoshua, Beryl dan Usman berada di dalam mobil jeep hitam dan tak lama ada seorang bapak-bapak bengis masuk ke dalam mobil tersebut. kini Diana sudah yakin, bahwa bapak-bapak bengis itu adalah ayah nya Yoshua.


__ADS_2