DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
PERMASALAHAN RUMIT


__ADS_3

RAUT Wajah Diani menegang mendengar kakak nya telah diculik oleh seseorang yang tak dikenal. Doni sudah sepakat bersama Dona dan ibu Asih untuk menceritakan apa yang sebenar nya terjadi kepada Diana, kakak nya itu. kini giliran Diani yang menangis meraung-raung setelah ia tahu kakak nya itu telah diculik dan mimpi nya itu benar-benar terjadi. Dona dan Doni beberapa kali sudah menenangkan Diani agar sabar dan tabah dahulu akan situasi yang mengancam nyawa Diana itu.


Ibu Asih masih terduduk lesu melihat Diani yang menangis dalam pelukan kedua orang tua nya itu, dan saat itu juga ibu Asih berkata.


"seperti nya jika tadi Diani masuk sekolah pun, ia akan ditangkap juga oleh orang-orang itu."


"tentu saja bu. mereka sengaja mengincar kedua anak Doni dan Dona untuk mereka sandera dan kemudian anak kami berdua dijadikan jaminan untuk tebusan harta warisan yang Doni miliki saat ini."


"papa tahu darimana?" tanya Dona bertanya disela kesedihan nya.


"papa sudah yakin orang yang menculik Diana adalah orang suruhan dari ibu brengse*k itu. mereka pasti preman bayaran yang diupah dengan nominal uang yang tak sedikit."


"apakah upah preman itu dari hasil jual rumah nak???" tanya ibu Asih dan Doni menjawab nya.


"sudap pasti bu. mana mungkin tiba-tiba saja rumah itu dijual tanpa keperluan penting. mereka hanya punya satu rumah itu saja dan mungkin saja mereka membeli rumah lagi untuk tempat persembunyian mereka menyekap Diana."


"benar juga nak. ibu pun mula nya berpikiran seperti itu." ujar ibu Asih dan kini ia berkata kepada Dona dan Doni agar segera mengajak Diani ke kamar nya untuk tidur karena malam telah semakin larut. ibu Asih sendiri pun sudah pergi ke kamar nya dan Permasalahan Rumit tentang diculik nya Diana itu, mereka kesampingkan dahulu sampai menunggu kabar baik dari pak Yaris yang sudah menghubungi pak Broto bersama pihak kepolisian untuk mencari tempat tersangka kejahatan itu berada.


Diana merasakan sakit di area wajah nya. ada seorang perempuan setengah tua yang sedang mengobati luka yang diderita Diana itu. perempuan setengah tua itu sudah mengenalkan nama nya kepada Diana dan perempuan setengah tua itu bernama ibu Eka. umur nya diperkirakan masih berumur empat puluh lima tahun dan badan nya terlihat kurus walaupun tak sekurus orang yang kurang gizi. ibu Eka sebelum nya hanya diperintahkan oleh majikan nya yaitu pak Yohan, agar ibu Eka memberikan makan kepada Diana yang disekap didalam gudang itu. awal nya Diana tak mau makan karena napsu makan nya sudah menghilang akibat sakit dan kesedihan yang ia alami nya itu semakin mendalam. Diana sempat berpikir bahwa kedua orang tua nya sudah tak perduli lagi akan keselamatan jiwa nya itu. ia sejak tadi menunggu orang tua nya datang menolong nya dengan cara mengerahkan pihak berwajib ke tempat itu. tetapi apa daya, yang diharapkan Diana justru sebalik nya.


Kedatangan ibu Eka itulah yang bisa membuat Diana memiliki gairah hidup lagi dan mau makan, walaupun disuapi oleh ibu Eka. Diana sempat berkata kepada ibu Eka agar melepaskan ikatan tali yang menjerat tubuh nya itu. tetapi ibu Eka berkata tak mau berbuat seenak nya karena ia takut kepada majikan nya.


"bisakah ibu menolong lepaskan ikatan tali ini?" ujar Diana memohon dan memasang wajah memelas dengan wajah penuh luka memar.


"maaf nak. ibu tak bisa menolong, ibu takut dipukul oleh majikan ibu."


"memang nya ibu Eka ini pembantu dirumah ini?" tanya Diana lagi.

__ADS_1


"iya nak. ibu sudah hampir lima tahun bekerja di sini." ujar ibu Eka yang sesekali membersihkan darah kering yang menempel di bawah lubang hidung Diana memakai lap basah.


Diana yang disekap seperti itu bertanya.


"apakah si Yoshua itu anak dari bapak-bapak yang wajah nya galak tadi bu?"


"iya nak." jawab ibu Eka singkat dan kemudian Diana bertanya kepada ibu Eka.


"apakah ibu Eka memiliki ponsel?"


"punya nak. untuk apa kau menanyakan hal itu?" tanya ibu Eka penasaran dan Diana segera teringat siasat nya. ia ingin memanfaatkan kebaikan dari ibu Eka itu agar memberitahukan keadaan Diana itu kepada ayah nya.


"bisakah ibu Eka menghubungi ayah saya?"


"tidak bisa nak. ibu takut melakukan itu."


"tapi nak. ibu sangat takut akan resiko yang bersikap untung-untungan ini. bisa-bisa ibu dibunuh oleh pak Yohan jika ibu ternyata ketahuan telah membocorkan rencana nya ini kepada orang lain."


"memang nya rencana apa yang sedang dilakukan oleh majikan ibu itu???" ibu Eka mulai ragu untuk menjawab pertanyaan Diana tadi. tetapi Diana terus saja mendesak ingin tahu apa yang sedang direncanakan oleh majikan nya ibu Eka itu. akhir nya ibu Eka luluh juga akan rengekan Diana itu,


"majikan ibu ini adalah seorang bandar narkoba nak. setiap hari ia selalu menyelundupkan narkoba melalui anak buah nya. semua kekayaan milik nya saat ini, ia dapat dari hasil jual narkoba kepada pelanggan nya." Diana yang mendengar hal itu tahu bahwa narkoba itu barang haram yang tak layak dikonsumsi dan dilarang diperjualbelikan oleh pemerintah.


Sekejap Diana berpikir tentang hubungan ibu Dewi dan pak Tomi dengan ayah nya Yoshua, lalu Diana bertanya akan hal itu kepada ibu Eka dan ibu Eka menjawab nya.


"setahu ibu, pak Tomi adalah kakak ipar nya pak Yohan dan mereka sekarang sedang menumpang tinggal dirumah ini. ibu tak tahu motif mereka menculik mu nak dan ibu merasa perbuatan mereka itu sangat kejam dan keji."


"mereka sudah tak punya hati nurani bu. mata hati mereka sudah ditutup oleh keserakahan duniawi. asal ibu tahu, saya diculik begini atas dasar mereka ingin menjadikan diri saya sandera. ayah saya adalah orang yang kaya raya dan seorang bos pemilik perusahaan. mereka menculik saya hanya karena mereka ingin merebut kembali harta warisan milik ayah saya dengan cara nanti menebus nya dengan diri saya ini."

__ADS_1


"kamu tahu hal itu dari mana nak???" tanya ibu Eka lagi penasaran dan Diana menjawab nya.


"karena saya telah mendengar percakapan mereka ketika mereka tadi datang kemari sebelum ibu Eka tiba." ujar Diana karena memang sebelum ibu Eka datang, pak Tomi, ibu Dewi dan pak Yohan masuk ke dalam gudang itu untuk membicarakan tempat pertukaran sandera untuk meminta tebusan nanti nya.


"hmm jadi begitu..., memang perbuatan mereka sangat tidak terpuji! sebenar nya ibu sudah muak bekerja lama-lama disini!"


"mengapa ibu tak berhenti bekerja saja?" tanya Diana heran dan ibu Eka menjawab nya.


"ibu dilarang berhenti oleh majikan rumah ini. pak Yohan takut bisnis nya ini diketahui oleh orang lain yang bisa saja sampai ke pihak berwajib. pembantu lain nya pernah mengalami cedera dibagian kaki nya setelah ia berniat melarikan diri dari pekerjaan nya disini."


"mengapa sampai cedera bu???" tanya Diana lagi.


"kaki nya ditembak oleh anak buah pak Yohan dan sekarang pembantu itu sudah dipulangkan setelah ia dibawa ke rumah sakit untuk diobati."


"apakah pembantu yang kabur itu tak memberitahu pihak berwajib akan kebusukan majikan nya ini bu?"


"tidak akan berani nak. pak Yohan sudah mengancam siapa saja orang yang berani memberitahu siapa dia sebenar nya. bisa-bisa sanak keluarga pembantu itu dibabat habis dan dibunuh dengan keji nya."


"astagfirullah! kejam sekali!" ujar Diana yang mendengar cerita dari ibu Eka.


Setelah Diana mendengar cerita tersebut dari ibu Eka, ia disuruh minum obat tidur oleh ibu Eka dan Diana bertanya.


"mengapa saya harus meminum obat tidur bu???"


"hanya untuk membuat mu cepat tertidur saja nak. apa kau tak takut ditinggal ibu sendirian disini? gudang ini asli nya angker lho karena pernah menjadi tempat penyiksaan anak buah nya pak Yohan yang berkhianat kepada nya." merinding juga Diana mendengar hal itu, tanpa pikir lama lagi Diana menuruti saran dari ibu Eka itu. setelah meminum obat tidur, Diana ditinggalkan kembali oleh ibu Eka, karena ia tak mau lama-lama didalam gudang itu karena takut dicurigai oleh majikan nya yang galak itu. perlahan mata Diana mulai sayu menatap kepergian ibu Eka keluar dari gudang itu, tak lama kedua mata Diana terpejam dan kepala nya terkulai ke depan. efek obat tidur itu sudah bereaksi kepada Diana dan Diana kini tertidur masih dalam posisi terduduk di kursi kayu dan anggota badan nya yang masih terikat tali tambang dengan erat.


...*...

__ADS_1


...* *...


__ADS_2