DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
ULANG TAHUN DIANA


__ADS_3

DONI Dan anak gadis nya yang bernama Diana itu sudah keluar dari dalam mobil. lampu-lampu malam diarea halaman luas rumah yang sengaja dibikin taman bunga itu, terlihat sangat indah sekali ketika ersorot lampu-lampu malam tersebut. Diana memandangi taman itu sejenak karena ia merasakan ada yang berbeda dari dekorasi taman bunga nya itu.


Doni segera mengajak Diana untuk masuk ke dalam rumah dan Diana pun mengikuti nya. pintu sudah dibuka oleh Doni dan kedua nya masuk menuju ruangan tamu. keadaan sunyi sepi di dalam rumah itu, membuat Diana bertanya kepada ayah nya.


"tumben dirumah sepi sekali pa? lalu mengapa di ruangan tengah rumah terlihat nya sangat gelap sekali?" Doni yang menggenggam tangan Diana sembari mengajak nya berjalan ke arah ruangan tengah rumah itu menjawab nya.


"seperti nya lampu nya mati sayang. coba papa nyalakan senter diponsel dulu." ujar Doni yang kini berdiri di lorong masuk menuju ruangan tengah rumah.


Diana hanya berdiri menunggu papa nya mengecek lampu ruangan itu. Doni yang masuk sendirian ke dalam ruangan gelap itu, segera berjalan memasuki ruangan tempat makan. disana sudah banyak orang yang berkumpul, yaitu Dona, Diani, Avril, Febri, Ibu Asih, dan kedua pembantu rumah itu sendiri. lalu Doni berkata kepada semua orang-orang itu untuk segera masuk ke dalam ruangan tamu yang sengaja dimatikan saklar lampu nya itu.


Mereka berdiri di dekat meja tersimpan nya kue ulang tahun untuk Diana. mereka menghadap ke arah lorong tempat Diana menunggu ayah nya itu. setelah itu Doni segera berseru kepada Diana agar masuk ke dalam ruangan tengah rumah itu.


"Diana sini masuk nak...?! bantu papa menyalakan saklar lampu nya." ujar seruan Doni dan Diana mendengar nya. ia lalu menyalakan senter ponsel nya dan berjalan memasuki ruangan gelap itu. sesudah ia memasuki ruangan gelap itu, tiba-tiba lampu menyala terang dan mengagetkan Diana. ditambah ada suara ucapan kata 'Selamat Ulang Tahun Diana' secara serempak.


Diana diam terpaku menatap orang-orang yang berwajah senang dan tersenyum berseri-seri kepada Diana. mereka berada di dekat meja tempat kue ulang tahun ditaruh. ayah nya yang berdiri didekat saklar lampu itu, kini berjalan mendekati Diana sembari berkata.


"selamat ulang tahun nak. maaf ya papa dan yang lain nya baru mengingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun mu yang ke tiga belas." Diana yang masih diam terpaku itu segera melelehkan air mata nya dan langsung berlari memeluk ayah nya.


Doni berjongkok dan menerima sambutan pelukan dari anak nya itu. ia menangis meraung-raung memecah keheningan suasana diruangan itu. orang-orang yang hadir masih terdiam melihat Diana yang menangis sembari memeluk ayah nya itu dengan erat.

__ADS_1


"terima kasih papa..., hixhixhix..., terima kasih banyak untuk segala nya..." ungkap Diana disela menangis nya. Doni mengusap-usap punggung Diana sembari berkata.


"sama-sama sayang.., sudah jangan menangis lagi. inikan hari ulang tahun mu nak, harus nya kamu tersenyum bahagia." perlahan-lahan Diana meredakan tangis nya dan Doni mengusap kedua air mata dipipi anak gadis nya itu.


Ibu nya yang bernama Dona dan adik nya yang bernama Diani itu, mendekati ayah dan anak yang kini sudah menghadap ke arah mereka. Diana yang masih membawa bungkusan baju itu, segera menyambut pelukan dari Dona dan Diana. ketiga nya berpelukan dengan sangat penuh keharuan dan membuat orang-orang yang melihat nya ikut terharu juga. Baju yang sudah dibeli untuk Diani pun diberikan oleh Diana agar adik nya itu memakai nya dan Diani pun sangat girang bukan kepalang. Diani segera pergi ke kamar nya untuk memakai gaun yang sama dengan Diana, tetapi hanya beda warna saja. setelah Diani memakai pakaian yang cocok untuk tubuh nya itu, kini Diana sudah menghadap meja kue ulang tahun yang lilin nya sudah di nyalakan oleh Febri. mereka serentak menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun' untuk Diana secara bersama-sama. Doni merekam acara ulang tahun anak nya itu memakai ponsel nya. Diani sudah berdiri disamping kakak nya itu dan saling merangkul pinggang. lalu lilin di tiup oleh Diana dan suara tepukan tangan terdengar dari semua orang-orang yang menghadiri acara tersebut. masing-masing dari mereka mulai mengatakan ucapan selamat kepada Diana, dan di mulai dari ayah nya.


"dengan bertambah nya umur kakak yang ke dua belas, semoga kakak bisa semakin dewasa dan berbakti kepada orang tua ya nak."


"amin papa, terima kasih." jawab Diana tersenyum kepada Doni. lalu Dona dan adik nya mengucapkan selamat juga.


"semoga kakak bisa menjadi anak yang solehah dan bisa membuat bangga mama dan papa."


"semoga apa yang kakak ingin kan segera cepat terkabul, amin."


"amiin dede, terima kasih." ucap Diana lagi dan orang-orang yang menghadiri acara tersebut pun mengatakan ucapan selamat yang berbeda-beda.


Setelah itu, pemotongan kue dimulai dan Diana memberikan sepotong kue pertama untuk ayah nya. lalu kepada ibu nya, dan setelah itu kepada adik nya. setelah itu kepada semua orang yang hadir disitu. semua nya kebagian potongan kue yang diberikan oleh Diana itu termasuk pak Soleh pun mencicipi nya. setelah itu mereka selfie, poto-poto untuk kenang-kenagan nanti. mereka kini duduk di sofa yang sudah disediakan sembari mengobrol dan sembari mencicipi kue ulang tahun tersebut. Diana duduk bersama Diani dan Febri, sedangkan para orang tua mereka duduk di sofa seberang nya. Doni sedang mengobrol dengan pak Soleh, Dona sedang mengobrol dengan Avril, sedangkan ibu Asih sedang mengobrol dengan kedua pembantu rumah itu.


Ketiga bocah kecil itu mulai mengobrol disela mereka mencicipi kue ulang tahun tersebut.

__ADS_1


"dede pikir kakak sudah tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun kakak." ujar Diani memulai percakapan.


"kakak lupa dede, lalu kenapa dede tak bilang sama kakak waktu siang tadi???"


"dede juga tak tahu kakak. dede tahu hal ini dari mama waktu kakak dan papa pergi tadi."


"ouh begitu." ujar Diana manggut-manggut, lalu Febri berkata.


"besok ada ulangan bahasa indonesia, kalian sudah belajar belum?"


"sudah dong..., aku dan adik ku selalu belajar setiap pulang sekolah dan malam hari nya."


"wah bagus deh kalau begitu. lalu soal pelajaran less seni bela diri, apa kamu sudah latihan juga Diana?"


"sudah waktu siang tadi dirumah nenek kak." ujar Diani menyahut dan Diana membenarkan nya.


Tak terasa obrolan mereka itu semakin larut, acara Ulang Tahun Diana itu kini sudah selesai. Avril dan anak nya sudah pulang sejak tadi. kedua pembantu rumah itu pun sudah masuk ke dalam kamar nya masing-masing untuk istirahat. pak Soleh mulai berjaga malam lagi dipos satpam dan ibu Asih sudah pergi tidur ke dalam kamar nya. kini tinggal ada Diana dan Diani beserta kedua orang tua nya.


Mereka berada di kamar kedua anak gadis itu. kedua anak gadis itu sudah berganti pakaian dengan baju tidur dan sudah menyimpan gaun yang baru dibeli itu dilemari baju. Dona dan Doni seperti biasa menemani kedua anak nya itu tidur dan menceritakan dongeng sebelum tidur untuk mereka. lamban laun cerita Dona kepada anak nya itu sudah membuat kedua anak nya tertidur dengan pulas nya. setelah kedua anak nya tidur terlelap, Dona bangun bersama suami nya pergi ke kamar nya yang ada di lantai dua untuk tidur disana.

__ADS_1


__ADS_2