
WAKTU Terus cepatlah berlalu, pagi hari mulai tiba dan terdengar kokok ayam bersahutan pada pagi itu. ibu Asih sudah bangun sebelum shalat subuh tadi bersama penghuni rumah besar itu dan kini ia sedang menyapu di halaman rumah nya yang ada disamping rumah Doni. ibu Umyati sedang membuat sarapan untuk majikan nya itu dan ibu Romlah sedang pergi ke pasar dengan pak Soleh. pagi yang diperkirakan baru jam enam pagi itu, Dona sedang berada di kamar anak nya dan Doni, ia sedang mandi dikamar mandi di lantai dua.
Dona sudah membangunkan kedua anak nya itu, hanya Diana yang bangun dengan segar bugar. tetapi adik nya, yaitu Diani masih sedikit malas untuk bangun. badan nya sedikit panas dan Dona sebagai ibu kandung nya sudah merasakan bahwa anak nya itu sedang demam. Diana baru tahu ketika ibu nya mengusap-usap kening Diani sembari berkata.
"badan mu panas nak. kamu seperti nya sedang demam." mata Diani masih terpejam, tetapi mulut nya melontarkan kata.
"badan dede lemas ma, dede masih ingin tiduran." ucap Diani sedikit merengek manja. lalu Dona bangun dari duduk nya dan menatap Diani dengan kasihan. Diana yang sudah bangun itu mengusap-usap rambut adik nya dengan lembut dan kemudian Dona berkata.
"jaga adik mu dulu ya kak. mama mau ambil obat dan air kompresan dahulu."
"iya mama." ujar Diana patuh dan kini Dona sudah pergi keluar kamar.
Diana yang masih mengusap-usap rambut adik nya itu dengan lembut, segera berkata tanya pelan kepada adik nya.
"badan kamu kenapa jadi panas begini de? padahal semalam kamu baik-baik saja waktu ditemani nenek tidur." ucapan Diana tadi membuat Diani membuka mata nya pelan-pelan dan mata nya menatap sayu ke arah Diana. lalu Diani melontarkan ucapan yang tak dimengerti oleh Diana.
"dede takut kak. semalam dede bermimpi dikejar-kejar orang jahat. dede bangun dan saat itu badan dede sudah berkeringat dingin. dede tak mau bangunkan kakak untuk menceritakan Mimpi Buruk dede semalam. jadi dede mencoba tidur lagi, tapi tetap tak bisa! karena dede terpikirkan orang jahat itu semalam sampai pagi ini." ujar Diani berkata bersungguh-sungguh meringis dalam sakit nya. rupa nya Diani kurang tidur semalam, diakibatkan diri nya mimpi buruk dan susah tidur lagi sampai pagi menjelang.
Lalu Diana bertanya kepada adik nya itu dengan pertanyaan.
__ADS_1
"lalu siapa orang jahat yang ada dimimpi dede itu???"
"dede tak kenal orang nya kak. tapi yang dede jelas tahu, orang itu seperti nenek-nenek galak di film-film. wajah nya galak dan mata nya merah menyeramkan kak." Diana seketika itu juga merenung dalam lamunan nya. ia mengingat-ingat tentang kejadian hari-hari sebelum nya bersama Diana kemana pun mereka pergi. Diana hanya menerka-nerka bahwa mimpi adik nya itu sering berasal dari orang yang pernah mereka jumpa dijalan. dulu juga pernah terjadi hal yang sama, Diani pernah bermimpi ditakut-takuti oleh seorang pemulung dalam mimpi nya. padahal waktu siang nya, ia dan kakak nya pernah melihat seorang pemulung sedang mengorek sampah ditempat sampah depan gerbang rumah nya itu.
Diani masih berbaring dan menatap kakak nya yang sedikit terlihat bingung itu. lalu Diani bertanya dengan suara lemas dan parau.
"mengapa kakak jadi diam begitu?"
"ehh..?! enggak de. kakak lagi merenungkan ucapan dede tadi. seperti nya hari-hari sebelum nya, kita tak pernah bertemu dengan seorang nenek-nenek diluaran sana. itu pun kita hanya bertemu dengan nenek kita saja setiap hari. tak mungkin kan nenek kita yang baik dan sayang kepada kita bisa hadir jahat dalam mimpi mu itu de?"
"bukan nenek kak! wajah nya tidak mirip nenek! tapi lebih mirip kayak apa ya!? dede sedikit bingung menjelaskan nya." Diana lalu berkata kepada Diani yang tiba-tiba merenung mengingat-ingat sesuatu.
Pada saat itu muncul Dona yang baru masuk membawa obat-obatan dan air hangat beserta handuk kecil untuk mengkompres Diani. Dona lalu berkata kepada Diana agar segera mandi karena ia harus masuk sekolah pada hari itu. Diana menuruti nya dan ia tak marah atau mengeyel akan suruhan dari ibu nya itu. karena dulu ia pernah sakit begitu, dan Diani yang pergi ke sekolah dengan di antar ibu nya. sedangkan yang merawat Diana sakit kala itu adalah ibu Asih, nenek nya itu.
Diana sudah pergi ke kamar mandi untuk mandi pagi. disaat yang bersamaan, ayah nya yang sudah berpakaian seragam kantoran itu, baru saja turun dari tangga lantai dua sembari memanggil Diana.
"kak kemari dulu..." Diana menghentikan langkah nya dan setelah Doni mendekat, Diana bertanya.
"ada apa papa?"
__ADS_1
"adik mu kemana? kok tidak mandi bersama kamu kak?"
"hmm dede sedang sama mama dikamar pa. dede sakit demam."
"serius kak?!" tanya Doni tegang dan Diana mengangguk dengan raut wajah bersungguh-sungguh. kemudian Doni segera pergi ke kamar anak nya itu dengan terburu-buru setelah menyuruh Diana untuk segera mandi pagi.
Diana sudah pergi ke kamar mandi dan perasaan hati nya masih terngiang-ngiang akan mimpi adik nya itu. dikamar Diana dan Diani, Doni baru masuk dan mendekati Dona yang sedang mengkompres Diani. ia gelisah melihat anak kesayangan nya itu tiba-tiba sakit begitu. Doni bertanya kepada Dona setelah ia meraba pipi Diani.
"dede sakit apa ma? semalam perasaan ia baik-baik saja dan badan nya tak panas seperti ini?"
"mama belum tahu apa awal penyebab nya pa. waktu pagi tadi mama bangunkan Diana dan Diani, hanya Diana yang bangun dan Diani lemas seperti ini. waktu mama cek, badan nya panas seperti ini." Doni manggut-manggut dan melihat obat-obatan yang ada di atas meja samping ranjang. keadaan Diani sedang dikompres dan mata nya terpejam seakan sudah tertidur dengan lelap.
Lalu Doni berkata kepada Dona, agar Dona libur kerja saja dahulu dan mengurus Diani yang sedang sakit itu. Dona menuruti saran suami nya dan lagi pula, bos tempat nya bekerja pun suami nya sendiri. Doni kini sudah berada diruangan meja makan untuk sarapan pagi. Diana baru saja beres mandi dan Doni bilang kepada Diana agar segera memakai seragam sekolah. Diana menurut dan sudah cepat-cepat pergi ke kamar nya untuk segera memakai seragam sekolah. ibu Umyati terlihat sedang menyiapkan minum kepada majikan nya itu, dan Doni bertanya.
"bibi Rom kemana bi Um?"
"ibu Romlah sedang pergi berbelanja ke pasar dengan diantar pak Soleh, pak."
"owh yasudah kalau begitu bi." ujar Doni lagi, kini ibu Umyati sudah undur diri untuk kembali ke dapur lagi.
__ADS_1