DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
WANITA CANTIK


__ADS_3

KAKEK Tua itu lanjut meneruskan perkataan nya lagi.


"kakek punya banyak cucu, tetapi yang paling dekat dengan kakek adalah Rosa. ia sejak kecil kira-kira sebesar ketiga anak ini, Rosa sudah tinggal di sini dengan kakek sampai sebesar sekarang. jika bapak-bapak ini tertarik dan mau lebih tahu jelas tentang kepribadian Rosa, coba kalian tanyakan saja kepada nya nanti." Doni dan Wawan saling tatap lagi karena bingung harus bicara apa. pada saat itu Diana langsung berkata kepada kakek itu.


"papa sudah mempunyai mama kek. untuk apa kakek menyuruh papa untuk bertanya hal begituan kepada wanita tadi???"


"betul kak." ujar Diani menimpali dan kakek tua itu tertawa terkekeh-kekeh.


Doni dan Wawan tersenyum masam mendengar ucapan Diana tadi. lalu Doni mencoba bertanya kepada kakek tua itu tentang siapa nama nya.


"oh nama kakek.!? kakek bernama Tian Erlangga Kusuma. kalian panggil nama kakek, 'Koh Tian' saja. karena itu sudah jadi nama panggilan kakek dipadepokan ini."


"baik Koh Tian." ujar Doni dan Wawan lalu bertanya.


"memang nya Koh Tian sudah berapa lama menjadi guru dipadepokan ini?"


"hmm cukup lama. kira-kira dari ayah nya bupati ini masih hidup, kakek masih muda dan gagah seperti kalian berdua. tetapi kala itu kakek sudah menikah dan mempunyai anak satu." ujar kakek tua itu menjawab pertanyaan Wawan tadi.


Doni dan Wawan kini sudah tahu latar belakang dari kakek tua itu dan pada saat itu juga datang Wanita Cantik yang bernama Rosa tadi dari dalam ruangan pesanggrahan. ia lalu duduk bersila di samping kakek nya sambil memberikan kertas formulir kepada Doni dan Wawan.

__ADS_1


"ini kertas formulir nya pak." lalu Doni dan Wawan menerima kertas formulir tersebut dan kemudian mereka mulai mengisi formulir itu memakai pulpen yang sudah diberikan juga olah wanita muda tadi. pandangan wanita muda itu sengaja dibuat-buat tegas dan berwibawa, padahal dalam hati nya ia membatin.


"yatuhan...! tampan sekali bapak-bapak satu itu!?" ujar dalam hati nya dan mata nya sejak tadi memperhatikan Doni yang sedang mengisi formulir pendaftaran itu. Ketiga bocah yang ada di samping orang tua mereka sejak tadi memperhatikan kakek tua itu dan cucu nya sembari sesekali memainkan ponsel nya. ada rasa was-was dan khawatir dari ketiga anak itu dengan tatapan wanita cantik itu kepada ayah mereka.


Ketiga anak itu menatap mata wanita itu dengan pandangan sedikit tak bersahabat dan membuat kakek tua itu berkata kepada ketiga bocah itu.


"oh iya..., kakek lupa. coba kenalkan nama kalian bertiga ini nama nya siapa?"


"nama ku Febri kek."


"nama ku Diana kek dan ini adalah adik ku nama nya Diani."


Rosa hanya tersenyum saja dan senyum nya manis sekali, membuat Doni dan Wawan yang sudah selesai mengisi formulir pendaftaran itu terbengong-bengong karena takjub melihat senyum manis wanita yang berlesung pipit itu. lalu kakek tua itu berkata kepada Doni dan Wawan dan mengagetkan rasa bengong kedua nya.


"apakah sudah kalian mengisi formulir nya?"


"su... sudah kek." ujar Doni dan Wawan serempak. lalu mereka memberikan kertas formulir itu kepada Rosa dan Rosa tersenyum sembari menerima nya.


Lalu kakek itu berkata lagi bahwa jadwal dimulai nya ketiga anak itu ikut less belajar ditempat itu dimulai besok. besok adalah hari minggu dan jadwal untuk ketiga anak itu hanya hari sabtu dan minggu saja. sedangkan hari-hari biasa mereka harus bersekolah dan itu sudah diketahui oleh kakek tua itu dan Rosa lewat formulir kertas yang di isi Doni dan Wawan tadi. setelah dirasa obrolan mereka cukup dan uang pendaftaran itu sudah diberikan oleh Doni dan Wawan kepada Rosa, mereka pamit lagi untuk pulang kembali ke rumah nya dan izin kepada kakek itu dan kepada cucu nya juga. Doni dan Wawan serta ketiga anak kecil tadi sudah berada di dalam mobil. kedua bapak-bapak itu mulai mengobrol diperjalanan dan membicarakan wanita cantik yang bernama Rosa tadi. ketiga anak kecil itu mendengar nya dan membuat Febri berkata kepada ayah nya.

__ADS_1


"ingat mama di rumah pa!"


"iya pa, ingat mama dirumah!" ujar Diana menimpali dan Diani hanya tertawa cekikikan saja melihat kedua orang tua itu tersenyum dongkol akibat ditegur oleh anak-anak nya itu.


Tiba di kampung duren, mobil Doni berhenti di depan gerbang rumah nya. pada saat itu Wawan dan anak nya keluar dari dalam mobil Doni untuk pamit pulang ke rumah mereka. hari sudah semakin siang dan mobil Doni sudah masuk ke dalam halaman rumah nya setelah pintu gerbang dibuka lebar-lebar oleh pak Soleh. Doni dan kedua anak nya sudah keluar dari dalam mobil dan kini berjalan menuju rumah mereka. setelah masuk ke dalam, Diani dan Diana duduk di sofa ruangan tengah rumah itu sembari memainkan ponsel nya. mereka ingin melihat rekaman video yang mereka lihat ketika di padepokan seni bela diri tadi. sedangkan Doni, ia awal nya mengajak kedua anak nya itu untuk makan siang dulu. tetapi kedua anak nya itu berkata akan menyusul nya nanti, maka Doni pun tak memaksa dan ia terus saja berjalan ke dalam ruangan makan untuk makan siang. di ruangan makan ada ibu Asih dan Dona yang sedang makan berdua. kedatangan Doni itu membuat Dona langsung berkata tanya.


"tumben lama sekali pa? apakah tempat nya jauh?" tanya Dona dan Doni lalu duduk dikursi meja makan dekat Dona sembari menjawab pertanyaan tadi.


"yah lumayan jauh ma." ucap nya pendek sembari mengambil piring untuk makan. lalu Ibu Asih bertanya kepada Doni.


"lalu Diana dan Diani kemana nak Doni???"


"mereka ada di ruangan tamu bu. mereka sedang asyik melihat video rekaman mereka ketika berada di tempat seni bela diri itu. sudah Doni ajak untuk makan tadi, tapi mereka berkata akan menyusul nanti."


"oh begitu." jawab ibu Asih manggut-manggut dan ia lanjut makan lagi. Dona yang sedang makan itu pun bertanya kepada Doni.


"lalu kapan mereka mulai less nya pa???"


"kata nya besok dimulai nya. papa dan Wawan sudah sepakat untuk memastikan jadwal less Diana, Diani dan Febri hanya di hari libur saja. yaitu sabtu dan minggu, karena hari-hari biasa kan mereka harus sekolah."

__ADS_1


"oh begitu. iya lebih baik begitu pa." ujar Dona dan kini ia lanjut makan lagi bersama Doni dan ibu nya yaitu ibu Asih.


__ADS_2