DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
TERSANGKA KEJAHATAN


__ADS_3

DONI Berjalan cepat ke arah ibu nya dan ayah tiri nya. geram kemarahan sudah terpampang jelas diwajah Doni. pak Broto yang sedang menunggu kedatangan pak Yaris dan Doni itu, tak bisa mencegah Doni ketika Doni menampar wajah ibu nya dan menendang wajah pak Tomi dengan keras sembari membentak nya.


"dasar dua orang tua brengs*ek!! tak ada kapok-kapok nya kalian berurusan dengan ku hah!!" bentakan Doni tadi membuat semua mata memandang ke arah nya. ibu Dewi dan pak Tomi yang terpelanting jatuh akibat ditampar keras oleh Doni itu, menatap aneh sembari meringis kesakitan.


Pada saat Doni memegang kerah baju pak Tomi dan menanyakan tentang anak nya Diana, ibu Dewi berkata.


"maafkan ibu nak. ibu salah telah melakukan penculikan terhadap anak mu. maafkan ibu nak, hixhixix." ibu Dewi lalu menangis dan Doni melepas cengkraman tangan nya dikerah baju pak Tomi setelah tubuh pak Tomi di sentakan hingga tubuh pak Tomi terjungkal ke belakang. pak Tomi tak bisa melawan dan terhempas jatuh seperti seonggok cucian basah. ia tak bisa bangun lagi karena ia dalam keadaan lemas akibat mabuk. Doni menghampiri ibu nya dan ibu nya berkata disela menangis nya.


"tolong ibu nak...?! ibu menculik anak mu, hanya karena ingin melihat cucu ibu saja..., hixhix." ratap ibu Dewi ingin dibelakasihani. Doni lalu jongkok didepan ibu nya dan mata nya masih menatap nanar ke arah ibu nya, lalu Doni berkata sinis.


"alasan mu itu tak berguna bu!! semua nya sudah terlambat!! aku akan memenjarakan kalian seumur hidup!!"


"jahanam kau anak sialan!! durhaka kau!!"


Plokk!! Doni menampar cepat wajah ibu Dewi sampai tubuh ibu Dewi terhempas ke samping dan suara ibu Dewi terdengar menjerit disela tangis nya.


Pak Yaris sejak tadi berdiri disamping pak Broto bersama orang-orang yang baru datang tadi. mereka tak bisa mencegah Doni atas tindakan nya itu kepada ibu nya, karena hal itu memang pantas dilakukan oleh Doni kepada ibu nya yang kejam dan jahat kepada nya itu. Diani digendong oleh ibu nya, Wawan memeluk anak nya yang berdiri disamping nya, pak Yono hanya diam saja memperhatikan hal itu dan ibu Asih mulai berjalan mendekati Doni yang sedang bertanya tentang Diana kepada ibu Dewi.


"mana anak ku kau sembunyikan hah!! jawab brengs*ek!!" gertak Doni dan pada saat itu ibu Asih berkata.


"nak Doni, biarkan ibu bicara kepada ibu mu nak." lalu Doni menatap ke arah belakang nya dan Doni segera mempersilahkan ibu Asih mendekati ibu Dewi yang terkulai lemah tak berdaya.

__ADS_1


"ibu Dewi..., mengapa ibu Dewi terus saja melakukan hal seperti ini??? apakah hidup ibu Dewi tak ada puas nya setelah menerima sejumlah warisan yang dulu pernah diberikan oleh mendiang pak Randi melalui pak Yaris...??" ucapan ibu Asih tadi tak dijawab oleh ibu Dewi, karena ibu Dewi semakin menangis keras.


Ibu Asih lalu kembali ke tempat nya semula setelah ia mendengar suara Doni.


"percuma bu! orang itu dan semua pelaku disini tak akan benar untuk di ajak bicara! mereka sedang dalam keadaan mabuk berat!" ujar Doni yang sudah diberi tahu oleh pak Broto. kemudian pak Broto mulai angkat bicara,


"hari sebentar lagi malam. para Tersangka Kejahatan ini kami bawa dulu untuk di tindak lanjuti di kantor kepolisian. nanti nak Doni dan pak Yaris beserta keluarga yang bersangkutan, ikut kami ke kantor polisi untuk membicarakan hal ini." hari memang sudah senja temaram, karena sebentar lagi maghrib tiba. Doni yang masih kesal terhadap ibu Dewi dan pak Tomi itu bertanya kepada pak Broto.


"lalu anak saya kemana pak!? mengapa di dalam rumah ini anak buah mu tak menemukan Diana???"


"beberapa tim kami sedang mencari di area luaran rumah gedung ini. dari data yang bapak terima, di rumah gedung ini ada sebuah gudang tua dibelakang nya rumah ini. ada satu tersangka yang pingsan dan ada barang bukti berupa kursi dan tali tambang yang sudah terpotong memakai senjata tajam. tersangka yang pingsan itu sudah bangun dan sadar, tetapi orang itu tak mengetahui arah kepergian Diana disaat lelaki itu dibuat pingsan oleh Diana."


"dibuat pingsan!? memang nya anak sekecil Diana bisa mengalahkan seorang lelaki dewasa!?" tanya Doni dan di dengar oleh orang yang ada di sekitar nya.


"menurut pengakuan lelaki itu, Diana menyerang nya ketika lelaki itu sedang lengah. kata nya Diana pura-pura pingsan ketika tali ikatan tambang nya dilepas oleh lelaki itu. setelah itu tak ada penjelasan lagi dari lelaki itu karena ia langsung pingsan ketika dipukul perut nya oleh Diana." Doni yang mendengar hal itu segera memalingkan wajah kepada Istri nya dan anak nya. ada rasa haru dan bangga diwajah Doni, karena Diana adalah anak yang jenius dan pemberani menurut Doni.


Wawan yang berada di dekat anak nya pun segera berkata,


"seperti nya ada orang lain yang menculik Diana, Don. bukankah ketiga adik tiri mu tak ada bersama para tersangka ini???"


"oh iya!! benar juga!!" ujar Doni tersentak kaget dan membuat yang lain nya ikut tersentak kaget juga.

__ADS_1


Lalu pak Broto mulai mendekati pak Tomi dan bertanya.


"ketiga anak pak Tomi kemana??? kami tak melihat mereka???"


"mereka tak ada hubungan nya dengan permasalahan ini!!" jawab pak Tomi tegas.


"jangan libatkan anak-anakku!!" bentak ibu Dewi pada saat itu juga. kemudian pak Yaris berkata kepada pak Broto,


"coba pak Broto tanyakan kepada pemilik rumah besar ini." pak Broto mengangguk dan mendekati pak Yohan yang sedari tadi hanya tertunduk.


"apakah pak Yohan tahu kemana pergi nya ketiga anak nya ibu Dewi dan pak Tomi itu???"


"saya tak tahu menahu!" ujar pak Yohan berkata tegas dan Doni mendekati pak Yohanes sembari bertanya kepada pak Broto.


"apakah bapak ini yang telah membebaskan kedua orang tua ku yang brengse*k itu pak Broto??"


"benar nak. inilah orang nya. ternyata orang ini bukan seorang bos material bangunan, tetapi seorang bos bandar narkoba!" Doni tercengang menatap pak Broto dan yang lain nya pun tercengang mendengar pak Broto berkata begitu.


Pada saat itu mobil ambulan dan mobil tahanan tiba di tempat itu dan pak Broto berkata.


"kita bicarakan lagi hal ini di kantor nak. bapak akan bawa dulu para tersangka kejahatan ini ke kantor kepolisian."

__ADS_1


"baik pak." setelah Doni mengangguk, pak Broto menyuruh para anak buah nya untuk menggiring para tersangka itu masuk ke dalam mobil tahanan. kantong-kantong jenazah dimasukan ke dalam mobil ambulan untuk di otopsi nanti dirumas sakit. kini mobil-mobil polisi sudah berlalu mengikuti laju mobil tahanan dan mobil ambulan. pak Broto berkata kepada Doni dan pak Yaris, bahwa nanti ia akan mengerahkan kembali orang-orang nya untuk mencari ketiga anak ibu Dewi yang diduga telah membawa Diana ke suatu tempat.


Doni kini masuk lagi ke dalam mobil dan di ikuti oleh Dona, Diani dan ibu Asih. sedangkan Wawan, Febri dan pak Yono, masuk lagi ke dalam mobil pak Yaris. kini kedua mobil hitam mewah itu berjalan mengikuti mobil pak Broto dari arah belakang. para warga sudah banyak yang pulang ke rumah nya karena suasana hari sudah berubah gelap nya malam hari. rumah besar pak Yohan digembok dengan rantai gerbang nya dan masih dalam garis lintasan polisi. rumah itu nanti akan disita, setelah pak Yohan beserta para anak buah nya dinyatakan bersalah dan layak untuk dipenjara seumur hidup atau di dipidana hukuman mati, karena hanya dua itu saja hukuman bagi orang yang mengkonsumsi narkoba dan juga pengedar atau bandar narkoba.


__ADS_2