
RUANGAN Persidangan yang cukup luas dan lebar itu sangat ramai sekali dikunjungi para wartawan di luar gedung nya. mobil-mobil polisi telah memagari area masuk gedung persidangan itu dari para warga yang ingin melihat ke dalam. para warga dan pengendara mobil dan motor hanya bisa melihat dari kejauhan jalan ketika para tahanan keluar dari dalam mobil tahanan. rata-rata tahanan itu berpakaian serba oren dan jumlah para tersangka itu hanya ada beberapa saja, diantara lain ada pak Yohan bersama istri dan satu anak lelaki nya. serta ibu Dewi beserta suami dan ketiga anak lelaki nya.
Sedangkan para anak buah pak Yohan beserta para pelacur yang ikut tertangkap juga, persidangan mereka nanti setelah persidangan itu selesai. pak Broto sudah ada di dalam gedung itu bersama pak Yaris dan Doni. mereka duduk di kursi para korban sedangkan para tersangka duduk di kursi para tersangka yang menghadap meja para hakim persidangan tersebut. Dona bersama kedua anak nya ikut hadir dan duduk di kursi para penonton bersama ibu Asih dan istri nya pak Yaris, yaitu ibu Susi. serta para sanak keluarga dari para tersangka pun hadir juga. tak luput pak Ali selaku kepala sekolah dan ibu Sari selaku wali kelas murid Yoshua pun nampak hadir di acara persidangan tersebut.
Acara persidangan tersebut menuai banyak pro dan kontra dari kedua belah pihak atas perdebatan para pengacara mereka masing-masing. tetapi pada akhir nya, keputusan hakim tetap yang menjadi titik terang permasalahan tersebut dikarenakan bukti yang valid atas kelakuan jahat para tersangka itu. akhir nya, ibu Dewi, pak Tomi dan ketiga anak nya yang bernama Roni, Herman, dan Rian dipenjara seumur hidup karena telah mengonsumsi narkoba beserta kasus penculikan anak dibawah umur. tetapi ibu nya Yoshua dan Yoshua sendiri hanya dipenjara sekitar dua tahun saja, karena ibu nya Yoshua tak terbukti memakai narkoba setelah dicek urine oleh dokter spesialis. tetapi bagi Yoshua, ia hanya mabuk alkohol saja dan hukuman tak terlalu berat dan sama seperti ibu nya. tetapi bagi pak Yohan, ia akan dihukum mati dengan cara digantung diri karena ia adalah seorang bandar narkoba yang selalu luput dari hukum.
Kini keputusan hakim sudah selesai dan para pelaku kejahatan dibawa pagi ke sell tahanan lagi. wajah Doni nampak senang sekali setelah para penyakit dalam hidup nya di hukum yang setimpal dan di penjara seumur hidup. kini keluarga nya Doni sudah aman sampai kedua anak gadis nya itu tumbuh besar dan dewasa. pak Yaris sudah pulang kembali mengantar istri nya pulang ke rumah nya, karena dari siang sampai sore hari itu pak Yaris masih dalam posisi bekerja dan harus menyelesaikan pekerjaan nya yang sebentar lagi selesai itu. pak Ali dan Ibu Sari kini sudah mengetahui permasalahan Yoshua dan keluarga nya, lalu keputusan pak kepala sekolah akan mengeluarkan Yoshua dari sekolahan nya itu sesudah mereka mulai masuk sekolah lagi esok pagi nya.
Doni bersama istri dan kedua anak nya kini sudah pulang ke rumah mereka untuk mandi sore dan esok hari nya, Doni berniat ingin menziarahi makam ayah nya dengan mengajak istri dan kedua anak nya beserta ibu Asih juga. Ibu Asih selaku orang tua asuh Doni ketika masih kecil dan orang tua kandung Dona, sangat tahu akan kisah kedua anak nya itu dari bayi sampai mempunyai anak dua. maka tak aneh kisah Doni dan Dona kala hari-hari sebelum nya telah diceritakan kepada kedua anak mereka sekaligus cucu nya sendiri yang bernama Diana dan Diani. kini tak ada lagi masalah yang mengancam kebahagian Doni beserta keluarga kecil nya itu, karena sang pengacau yaitu ibu kandung nya beserta ayah tiri dan ketiga saudata tiri nya telah dihukum dengan penjara seumur hidup. kehidupan Doni yang penuh lika-liku itu kini telah menjadi kehidupan yang damai dan tentram bersama keluarga kecil nya.
Waktu terus cepat berlalu dan Doni bersama istri dan kedua anak nya beserta ibu Asih pun ikut pergi ke makam ayah nya Doni setelah malam hari berganti cerah nya pagi hari. mobil hitam milik Doni sudah melaju menuju pemakaman umum yang dimana disana tempat disemayamkan nya mendiang ayah nya Doni yaitu pak Randi. diperjalanan, mereka mulai berbincang dan terdengar Diani berkata kepada nenek nya.
__ADS_1
"nenek. ayah nya papa itu seperti apa sih orang nya??? dede penasaran sekali..." ucap suara kecil milik Diani dan kakak nya yang duduk disamping nya bersama ibu Asih dijok belakang mobil itu tiba-tiba menatap Diani. Doni yang sedang mengemudikan mobil nya itu pun menatap Dona yang duduk disamping kemudi. sepasang suami istri itu saling tatap dan kemudian terdengar ibu Asih berkata menjawab pertanyaan Diani tadi.
"ayah nya papamu atau mendiang kakek mu itu, adalah orang yang baik, punya wajah yang serupa dengan papa mu yaitu berwajah tampan." Diani manggut-manggut mendengar ucapan dari nenek nya itu, lalu Diana giliran bertanya.
"apakah ayah nya mama pun orang yang tampan juga nenek???"
"oh tentu saja! suami nenek atau mendiang kakek mu itu orang yang tampan juga. maka tak aneh ibu kalian pun cantik bersama kedua anak nya juga." ujar ibu Asih membuat Diana tersenyum kaku.
"tetapi nek, Diana kan hanya anak angkat papa dan mama saja. belum tentu kedua orang tua kandung Diana tampan dan cantik juga." si kecil Diani langsung menjawab cepat dan membuat yang lain nya tersenyum haru.
"kakak kan sama saja anak papa dan mama. jadi anggap saja papa dan mama adalah orang tua kandung kakak. benar kan mama, papa, nenek???"
__ADS_1
"iya benar sekali sayang." ujar ibu Asih sembari mengecup kepala rambut Diani dan Doni serta Dona berkata.
"betul apa yang dikatakan adik mu itu, kak." ujar sepasang suami istri itu dan membuat Diana terharu dalam ucapan kata "Terima Kasih Banyak Atas Segala nya'. obrolan itu kini terhenti ketika mobil Doni memasuki area pemakaman umum. disana terlihat ada mobil hitam berkesan mewah juga yang terparkir. setelah mobil Doni terparkir ditempat parkir area pemakaman itu, mereka keluar dari dalam mobil dan menuju tempat pemakaman itu berada.
Ternyata, disana ada pak Yaris yang sudah menunggu bersama istri nya. mereka sedang berbincang dengan kuncen pemakaman yang biasa nya menjadi pemimpin dalam ziarah kubur dipemakaman itu di saung tempat kuncen itu beristirahat. setelah Doni beserta keluarga nya bersalaman dengan pak Yaris dan istri nya bersama kuncen pemakaman itu juga, mereka kini berjalan menuju tempat makam ayah nya Doni disemayamkan. Doni sedikit keluar air mata nya ketika ia berjongkok dan mengusap-usap batu nisah makam ayah nya itu. orang-orang yang ada dibelakang nya ikut terharu ketika Doni berkata.
"Assalamualaikum, ya Ahli kubur. Doni datang lagi ayah, kali ini Doni datang bersama istri dan kedua anak Doni. tak luput bibi Asih bersama pak Yaris dan istri nya pun ikut hadir. Doni sudah berusaha mengajak ibu untuk bertobat dan merubah sikap tamak nya itu. tetapi sikap ibu dan watak nya tetap saja keras karena ia terhasut bujukan suami baru nya itu. maafkan Doni ayah..." Doni menangis terisak dan nafas nya sedikit menyengguk.
Kemudian yang lain nya ikut berjongkok untuk mendoakan mendiang ayah nya Doni itu, setelah Doni mundur dan mengusap air mata nya memakau tisue yang Dona bawa bersama bunga-bunga penabur untuk makam. kuncen pemakaman itu kini memulai ziarah kubur itu dan di ikuti oleh Doni beserta orang-orang yang ikut hadir juga. setelah mereka selesai berdziarah mereka akan pergi ke rumah nya pak Yaris untuk makan-makan bersama untuk menyambut hari yang baik sampai seterus nya nanti. kini, kisah Diana & Diani cukup sampai disini saja karena permasalahan ayah mereka yaitu Doni bersama ibu kandung nya sudah rampung. Akhir Yang Bahagia dari Doni beserta keluarga kecil nya kini akan dimulai dari sekarang sampai seterus nya nanti atau bila perlu sampai Doni dan Dona memiliki cucu dari kedua anak gadis nya yang sudah dewasa dan sama-sama menikah dengan pasangan nya nanti.
...*TAMAT*...
__ADS_1