DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
ANAK PEMBERANI


__ADS_3

MUNGKIN Sudah sehari semalam Diana disekap di dalam gudang tua itu, seperti nya ia masih tertidur dalam impian nya. Diana beberapa kali dibangunkan oleh anak buah pak Yohan untuk dibawa ke suatu tempat. tetapi anak itu masih saja tertidur tanpa terganggu ucapan berisik dari seorang anak buah pak Yohan yang diperkirakan berumur tiga puluh lima tahun itu. lelaki itu bertampang preman dan badan nya terlihat kurus. rasa kesal mulai ada dan membuat lelaki itu nekat membuka ikatan tali yang mengikat tubuh Diana. setelah ikatan tali dibuka dan terlepas, lelaki itu akan mengangkat Diana untuk dipanggul. tetapi ketika baru saja lengan laki-laki itu akan mengangkat tubuh Diana, hantaman keras dari lutut Diana mengenai dagu lelaki itu dengan cepat.


bughh!! "arghh!" sentak lelaki itu kesakitan dan kepala nya terdongak ke atas. ternyata Diana hanya berpura-pura tidur saja karena sebenar nya ia sudah sadar dari efek obat tidur nya yang kini sudah menghilang sejak siang tadi.


Diana cepat-cepat meninju perut lelaki itu ke arah ulu hati nya beberapa kali dan dengan langkah cepat Diana berhasil membuat lelaki itu terkapar pingsan.


"untung aku sudah paham titik lemah di tubuh seseorang berkat si Yoshua brengse*k itu!" ucap batin Diana dan ketika ia dipukul oleh Yoshua mengenai ulu hati nya, Diana jadikan hal memalukan itu untuk pengalaman membuat lawan nya pingsan dan kini sudah ia buktikan sendiri. kini Anak Pemberani itu meraih pisau yang digunakan lelaki itu untuk melepas ikatan tali yang mengikat tubuh nya tadi. anak gadis itu berjalan mengendap-endap menuju pintu masuk gudang sembari memegang pisau tajam sepanjang satu jengkal tangan orang dewasa itu. setelah membuka pintu, Diana kaget. ia tercengang karena hari sudah sore dan tak menyangka ia bisa tertidur sebegitu lama nya.

__ADS_1


"oh iya! semalam kan aku disuruh minum obat tidur oleh ibu Eka?! jadi wajar saja aku baru siuman ketika mnjelang sore tadi." setelah membatin begitu, Diana tak jadi keluar gudang karena ia masih ragu akan pergi kemana.


Gudang itu berada di belakang rumah besar dan lebar. banyak nya pepohonan lumayan besar yang berdaun rindang didekat gudang tua itu. terpikirkan oleh Diana untuk memanjat pohon dan sementara bersembunyi di atas sana. ketika ia mencari pohon yang sekira nya mudah untuk ia panjat, ia menatap ke arah tembok pagar yang tinggi itu. disana ada pohon yang merapat dengan tembok dan dahan nya ada yang condong ke arah luar tembok. terbersit dipikiran Diana untuk segera menaiki pohon tak terlalu besar itu. anak perempuan itu dengan susah payah nya menaiki pohon itu dan akhir nya ia berhasil juga naik ke atas dahan yang condong itu. Diana lalu melemparkan pisau yang ia bawa itu ke bawah dan dengan sangat hati-hati tangan kecil Diana merayapi dahan seukuran paha nya itu dan ketika ia sampai di ujung dahan yang condong itu, ternyata jarak dahan untuk turun ke bawah itu lumayan tinggi, berjarak sekitar tiga meter.


Tertegun sejenak Diana menatap kengerian jika ia nekat loncat ke bawah. di area tempat itu adalah sebuah perkebunan pisang yang terhampar luas. di dekat dahan yang condong itu ada sebatang pohon pisang yang sudah berbuah dan matang dan beberapa ada yang sudah ditebang oleh pemilik nya. lapar juga akhir nya perut Diana menatap pisang yang matang itu. aksi nekat Diana tadi tak jadi ia urungkan. ia lebih baik sakit terjatuh dari ketinggian itu daripada harus kembali lagi ke dalam gudang tua itu. Diana lalu meloncat setelah ia berdoa meminta pertolongan kepada tuhan.


Brusss!! "heggg!!" Diana jatuh ditumpukan daun pisang yang kering dan perut nya sedikit tersodok batang pisang yang sudah ditebang oleh pemilik nya. mata Diana mendelik karena perut nya merasa mulas sekali.

__ADS_1


"pak Broto sudah menemukan lokasi tempat penculikan Diana itu nak. sekarang pihak kepolisian dengan di pimpin pak Broto, sedang menuju ke lokasi untuk menyergap para pelaku."


"syukurlah kalau begitu pak." ujar Doni dan di ikuti oleh Dona dan ibu Asih. Diani berada di pangkuan ayah nya dan anak kecil itu bertanya kepada pak Yaris.


"apakah kakak akan selamat kek?"


"semoga saja nak. kakek sudah berusaha sekuat mungkin untuk menyelamatkan kakak mu." ucap pak Yaris tersenyum kepada Diani. disamping itu, rombongan pihak kepolisian memang sedang pergi ke tempat rumah pak Yohan berada.

__ADS_1


Plat nomor mobil yang Doni kirim kepada pak Yohan itu, memang mobil nya pak Yohan yang disewa oleh ibu Dewi untuk menculik Diana. para preman yang di upah itu adalah preman bawahan pak Yohan yang sering menjadi pembunuh bayaran atau menjadi tukang pukul. mereka sedang mengadakan pesta s*ek dan mabuk-mabukan dirumah nya pak Yohan. area halaman luas rumah pak Yohan itu sedang di adakan pesta maksiat besar-besaran. terlihat anak buah pak Yohan yang bertampang preman itu, sedang menggauli beberapa lawan jenis nya di tempat terbuka. beberapa sudah ada yang mabuk berat dan pingsan ditempat. ada juga yang memakai narkoba bersama wanita penghibur lain nya. hampir lima puluh orang jumlah anak buah pak Yohan yang sedang pesta itu.


Di dalam rumah pak Yohan, ibu Dewi dan pak Tomi sedang melakukan hubungan badan di dalam kamar yang sudah disediakan oleh pemilik rumah. pak Yohan pun sedang menggauli istri nya dikamar nya. masing-masing dari mereka sudah memakai narkoba dan mabuk-mabukan, jadi mereka tak ada yang tahu atau berjaga-jaga diri bahwa pihak kepolisian sedang menuju ke tempat itu. para pembantu rumah itu yang diperkirakan ada sepuluh orang antara laki-laki dan perempuan setengah tua itu, tak ada yang berani mengelak suruhan majikan nya. mereka dipaksa untuk melakukan hubungan badan dengan para pembantu lain nya. maka mau tak mau mereka pun ikut-ikutan melakukan hal menjijikan seperti itu dikamar nya masing-masing setelah mereka disuruh minum alkohol oleh majikan nya. anak pak Yohanes, yang bernama Yoshua itu ternyata sedang dilayani oleh seorang perempuan cantik lebih dewasa dari umur Yoshua sendiri. anak sekecil Yoshua ternyata sudah rusak ahklak dan moral nya akibat didikan dari orang tua nya. anak itu sedang menggenjot wanita penghibur itu dikamar nya dan tentu saja suara desah nikmat keenakan terdengar sangat ramai dirumah besar nya pak Yohan itu.


__ADS_2