
DONA Yang melihat video rekaman di ponsel anak nya itu pun ikut menyaksikan juga. ia ternyata mengagumi tempat pesanggrahan tersebut beserta para murid-murid perguruan itu. Dona menonton video rekaman tersebut sampai selesai dan ketika ia mencari video nya lagi, ternyata ada satu video rekaman lagi. kedua anak gadis yang tadi makan siang, sudah selesai makan dan ibu Asih sudah pergi ke dapur untuk menaruh piring bekas makan kedua cucu nya itu dan setelah itu ia akan shalat dzuhur.
Dona masih duduk dikursi sofa diruangan tamu nya beserta kedua anak nya. ketika Dona melihat isi video rekaman yang kedua itu, tiba-tiba mata nya mendelik dan wajah nya sedikit semburat merah. Dona sedikit terkejut walau kedua anak nya itu tak melihat gelagat Dona yang terkejut itu. Dona terkejut karena rekaman tersebut merekam keadaan dimana Doni dan Wawan memperhatikan wanita cantik yang ada di depan mereka duduk. Dona pun melihat kakek tua itu duduk berdampingan dengan wanita cantik itu. Dona mendengar jelas apa yang diobrolkan orang tua itu kepada Wawan dan Doni sampai wanita cantik yang bernama Rosa itu masuk ke dalam pesanggrahan untuk mengambil kertas formulir pendaftaran.
Rekaman tersebut tiba-tiba berhenti karena durasi nya yang pendek. lalu Dona menatap kedua anak nya yang masih melihat isi rekaman video itu diponsel yang dipegang Diana. lalu Dona bertanya kepada kedua anak gadis nya itu.
"papa waktu disana macam-macam sama perempuan lain tidak nak???" kedua anak gadis itu langsung menatap ibu nya dan Diana malah balik bertanya.
"tidak ma. mengapa mama bertanya seperti itu???"
"mama cuman takut saja papa kalian itu tertarik sama wanita dipesanggrahan itu." ujar Dona dengan suara berat tertahan dan si kecil Diani langsung angkat bicara.
"tapi pandangan mata papa dan ayah nya kak Febri, selalu memandangi cucu nya kakek tua itu ma. tapi kakak langsung mencegah nya ketika kakek tua itu menyuruh papa dan om Wawan untuk mendekati cucu perempuan nya itu."
"benarkah sayang???" tanya Dona percaya tak percaya kepada Diani.
"benar ma! mama tanyakan saja kepada kakak." sebelum Dona bertanya kepada Diana, anak gadis itu sudah lebih dulu berkata.
"benar apa yang dikatakan dede ma. kakak memang berkata seperti itu." Dona kini diam merenung setelah mendengar ucapan pengakuan dari kedua anak gadis nya itu. ia tak bisa mencela akan pengakuan kedua anak nya itu karena ia sadar, tak mungkin anak seusia mereka pandai berbohong dan beralasan.
Rona raut diwajah Dona sedikit memerah padam dan arti nya ia sedang memendam jengkel dan Cemburu Buta kepada suami nya yang tertarik kepada wanita muda tersebut. Diana dan Diani saling tatap ketika mereka melihat jelas rona wajah ibu nya itu memerah padam. sikap gelisah mulai terpampang diwajah Dona dan membuat Diana memberanikan diri bertanya kepada ibu nya.
__ADS_1
"mengapa wajah mama semburat merah???" Dona yang sejak tadi merenung dan pandangan mata nya kosong ke arah ponsel yang dipegang nya itu, segera menatap Diana dan Diani sembari bertanya.
"siapa nama wanita yang dikagumi papa kalian itu???" pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Diani dan Diana membenarkan nya.
"nama nya mbak Rosa ma."
"iya benar apa kata dede ma, nama panjang nya Rosa Liandi Wanda." lalu Dona melihat layar ponsel yang ada ditangan nya itu dan kemudian ia memperlihatkan isi video rekaman itu kepada kedua anak nya.
"ini kan wanita yang bernama Rosa itu???" kedua anak itu mengangguk dan kemudian Dona bangun dari duduk nya sembari berkata.
"mama pinjam sebentar dulu ponsel mu de." Diani hanya mengangguk saja dan kini ibu nya itu sudah pergi ke dalam ruangan tengah untuk menemui suami nya yaitu Doni.
Kedua anak gadis tadi mulai mengobrol lagi.
"cemburu bagaimana de???" tanya Diana tak mengerti ucapan adik nya itu.
"biasa nya kalau raut wajah mama kayak tadi, mama sedang cemburu atau marah sama papa. dede pernah melihat waktu papa mengobrol dengan pramugari cantik waktu kita liburan ke bali kak. waktu itu wajah mama seperti tadi, dan akhir nya mama dan papa saling perang mulut ketika tiba di hotel tempat kita menginap dulu."
"oh jadi begitu awal nya mama dan papa dulu ribut?" tanya Diana lagi dan Diani mengangguk membenarkan.
Diana baru ingat ketika ia dan keluarga nya itu pergi ke bali untuk liburan. kala di dalam pesawat, ayah mereka mengobrol dengan pramugari cantik hanya karena untuk menanyakan toilet pesawat sebelah mana. Dona yang salah paham mengartikan itu, menjadi cemburu dan jengkel sendiri kepada suami nya itu karena pramugari itu mengantar Doni sampai ke depan toilet pesawat. rasa curiga itu Dona lampiaskan kepada Doni ketika mereka sudah tiba dihotel dan Doni dianggap jatuh cinta kepada pramugari itu dan dituduh telah meminta nomor whatsapp nya. Doni yang dituduh seperti itu menjadi marah juga dan akhir nya pun mereka perang mulut sampai kedua nya di damaikan oleh kedua anak gadis nya itu.
__ADS_1
Ternyata baru sekarang Diana tahu pokok permasalahan kedua orang tua nya itu cekcok, dan kali ini akan terjadi lagi pada ibu nya yang sedang mengobrol dengan suami nya itu.
"pa! mama mau ngomong sama papa!" Doni yang sedang rebahan di sofa ruangan tengah sambil memainkan ponsel nya itu, segera menatap Dona yang berdiri di samping nya itu dengan memasang wajah cemberut.
"mau ngomong apa ma??? mengapa nada bicara mu seperti itu???" tanya Doni penuh keheranan. lalu Dona memperlihatkan video rekaman itu kepada Doni seraya berkata ketus.
"nih lihat! ternyata kamu pergi ke tempat itu karena ada mau nya!" ketus Dona dan membuat Doni semakin keheranan.
Doni lalu meraih ponsel yang diberikan Dona itu dan ia lalu melihat isi video rekaman tersebut. ia sedikit berkerut dahi nya ketika rekaman itu memperlihatkan diri nya dengan Wawan yang menatap takjub kepada Rosa, wanita muda dan cantik keturunan tionghua itu. lalu Doni memandang wajah Dona yang hampir menangis itu dan pandangan nya sedikit tajam menatap Doni. Doni lalu bangun dari rebahan nya dan berdiri menghadap Dona sembari berkata.
"jadi kamu cemburu ketika kamu melihat video yang direkam oleh anak kita ini???"
"ya!!" jawab Dona pendek dan tegas. lalu Doni meneruskan ucapan nya lagi.
"kamu tak perlu cemburu sayang. aku dan Wawan melihat wanita itu bukan sekedar suka atau cinta, kami hanya sekedar kagum saja."
"sama saja!!" potong Dona sedikit membentak dan Doni langsung berkata lagi dengan penuh perasaan.
"sayang..., kita ini sudah menjadi orang tua dan memiliki anak. masalah sepele seperti ini harus nya tak perlu kamu umbar dengan kemarahan mu seperti itu. ada baik nya kamu katakan kepada ku permasalahan itu secara baik-baik, agar aku bisa menjelaskan nya kepada mu dengan lapang dada." Dona lalu menyurutkan amarah nya itu dan hati nya yang mulai membatu karena benci itu mulai luluh lagi oleh ucapan dewasa suami nya itu. lalu Dona berkata lagi kepada suami nya itu dengan ucapan tak sekeras tadi.
"coba kamu jelaskan biar aku tak salah paham menilai mu." Lalu Doni mengajak Dona untuk duduk di sofa sebelah nya dan Dona menurut saja. Doni akan menjelaskan nya nanti kepada Dona akan kesalah pahaman nya itu tentang perempuan cantik dipesanggrahan seni bela diri yang bernama Rosa itu.
__ADS_1
...*...
...* *...