DIANA & DIANI

DIANA & DIANI
PERGI MEETING


__ADS_3

SEORANG Ayah dan anak perempuan nya itu berjalan memasuki mall besar tersebut. Diana sudah mengusap air mata nya memakai tisue ketika berada di dalam mobil dan begitu juga dengan Doni, ayah nya itu. mata kedua nya tak semerah sebelum nya karena kedua nya segera memakai obat untuk meredakan mata merah. Doni kini berjalan sembari menggenggam tangan anak gadis nya itu dan beberapa pasang mata para pengunjung banyak yang sesekali menatap ayah dan anak itu.


Tatapan itu adalah tatapan takjub dan gemas, takjub melihat ketampanan Doni yang terbilang sudah mapan itu dan gemas terhadap Diana yang berwajah cantik, imut dan menggemaskan. disamping mereka berjalan menuju tempat Doni yang bertemu dengan klien nya itu, mereka mulai berbincang dan dimulai dari Diana.


"sudah lama sekali papa baru mengajak kakak Pergi jalan-jalan di mall ini lagi." Doni tersenyum menatap anak nya itu sembari berkata.


"maaf sayang, papa terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan. jadi nya terlalu fokus sama kerjaan dan tak sempat memperhatikan anak. sekarang adalah waktu nya papa memperhatikan mu sayang." Diana tersenyum senang mendengar ucapan ayah nya itu, lalu Dona bertanya.


"mengapa papa tak sekalian mengajak dede...???" pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh Doni.


"niat papa memang akan mengajak mu saja nak. papa akan membelikan sesuatu buat kamu nanti setelah papa selesai Meeting dengan klien papa."


"wah serius pa???" tanya Diana penasaran dan wajah nya berbinar-binar dan Doni berkata.


"iya sayang." perasaan hati Diana pada saat itu juga merasakan kesenangan dalam batin nya yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Ia tak terlalu mengerti juga bahwa diri nya itu akan diajak kemana dan pergi ke tempat apa. sudah hampir lama nya mereka berjalan disela-sela ramai nya para pengunjung mall itu, Doni mengajak Diana untuk berbelok dan masuk ke salah satu restorant cepat saji. Doni lalu bertanya kepada salah satu pelayan restorant itu tentang meja yang sudah ia pesan sebelum nya. pelayan itu lalu mengantarkan Doni dan Diana ke dalam salah satu ruangan Privat ber AC yang biasa nya hanya diperuntukan bagi orang-orang kantoran yang akan melakukan meeting dengan para klien nya.


Diana dan Doni sudah masuk ke dalam ruangan makan privat itu dan didalam nya hanya ada satu meja panjang dan delapan kursi. Doni dan Diana lalu dijamu oleh pelayan tadi dan kedua nya lalu masing-masing memesan minuman terlebih dahulu. setelah ayah dan anak itu duduk berdampingan, Diana bertanya.


"klien papa kemana? kok belum ada pa?"


"mungkin sebentar lagi tiba, kata nya jam tujuh malam ini sampai kemari. ini baru saja jam tujuh kurang seperempat menit lagi." ujar Doni sembari melihat jam tangan nya.


Diana hanya manggut-manggut saja dan kini ia melihat ponsel nya yang sejak tadi ia genggam itu. Doni pun ikut melihat ponsel nya juga karena ada pesan dari Dona yang bertanya tentang Diana. sedangkan Diana sedang membalas pesan dari adik nya dan kemudian ia mempotokan diri nya yang duduk bersebelahan dengan ayah nya itu. Diani selfie sembari mengajak ayah nya juga dan kemudian ia kirim kepada adik nya.


Minuman yang di pesan Doni dan anak nya itu telah tiba dengan bersamaan nya klien Doni yang masuk. Doni bangun dari duduk nya beserta Diana juga. empat klien Doni yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan itu yang berseragam kantoran itu, bersalaman dengan Doni dan Diana salim kepada ke empat orang itu.


Doni mengenalkan Diana kepada ke empat klien nya yang masih berumur sekitaran tiga puluh tahunan itu. mereka sangat gemas sekali menatap Diana yang berwajah cantik dan imut itu. acara meeting mulai dimulai oleh Doni setelah pelayan membawa minuman untuk ke empat klien Doni. Diana hanya duduk saja sembari memperhatikan ayah nya mengobrol dengan ke empat klien nya itu tentang perihal bursa-bursa saham perusahaan nya.


Diana sangat takjub sekali terhadap ayah nya yang bekerja keras demi keluarga nya itu. meskipun Diana tahu bahwa ayah angkat nya itu adalah seorang bos pemilik perusahaan yang sudah tergolong orang yang paling kaya dalam masalah uang dan harta benda, tapi ia tak pernah melihat ayah nya bermalas-malasan waktu berada dirumah. terkecuali dihari sabtu dan minggu, hari itu adalah hari libur dan hari itu pun terkadang Doni masih sering pergi menengok cabang restorant nya dibeberapa tempat yang kini sudah memiliki dua belas cabang perusahaan dan posisi nya masih dibidang restorant. tak seberapa lama kemudian obrolan Doni dan ke empat klien nya itu selesai, pelayan restorant itu mulai membawa hidangan untuk makan malam mereka. kini Doni, Diana dan ke empat klien nya Doni itu makan malam bersama dan sesekali mereka mengobrol menyanjung Doni yang memiliki anak perempuan berparas cantik, imut dan menggemaskan semacam Diana itu.

__ADS_1


Disamping itu dan berada di dalam rumah nya Doni, kedua pembantu rumah itu sedang sibuk menyiapkan peralatan-peralatan untuk acara ulang tahun. segala hiasan yang dibuat dadakan oleh Dona yang dibantu oleh ibu Asih itu, hampir sepenuh nya selesai dibuat. tempat nya berada diruangan tamu yang luas dan lebar di dalam rumah itu. Diani pun ikut membantu, walaupun ia hanya membantu menyiapkan balon-balon saja bersama Febri. di rumah itu, Febri memang hadir dan ibu nya pun juga ada karena disuruh datang oleh Dona untuk menghadiri acara ulang tahun dadakan untuk Diana.


Avril yang sedang hamil besar dan sedang menghias kue ulang tahun buatan nya sendiri itu di dapur rumah tersebut, segera bertanya kepada Dona yang kini membantu nya merias kue ulang tahun itu.


"memang nya suami mu pergi bersama Diana kemana Dona??"


"kata nya mereka pergi ke mall untuk menghadiri meeting bersama klien suami ku. tapi acara ulang tahun ini memang sudah direncanakan oleh ku dan suami ku ketika sore tadi."


"owh begitu. pantas tadi sebelum maghrib kamu langsung menghubungi ku untuk membuat kue disini. tapi, mengapa tak dari siang kamu memberitahukan hal ini kepada ku?" tanya Avril lagi bertanya-tanya dan Dona menjawab nya.


"nama nya juga acara dadakan Vril. suami ku teringat bahwa tanggal bulan hari ini adalah hari ditemukan nya Diana semasa bayi dulu. kau pun pasti mengingat nya, acara-acara ulang tahun Diana sebelum nya tak sampai dadakan seperti ini karena kami sudah merencanakan nya sebelum hari dimulai acara seperti ini."


"hmm iya aku paham kalau begitu Dona. lalu kapan suami mu dan Diana pulang?"


"kata nya sehabis isya pulang, tapi paling lambat jam delapan malam kata suami ku."

__ADS_1


"hmm jadi begitu." ujar Avril bergumam dan kini ia lanjut menyiapkan lilin angka sebelas yang akan di taruh di atas kue ulang tahun yang lumayan besar itu.


__ADS_2