
Revan tiba di lokasi syuting, tapi di sana sudah banyak wartawan berkerumun. Sepertinya para pemburu berita itu sedang mengejar Sofia dan ingin meminta penjelasan perihal hubungan wanita itu dengan dirinya yang sempat diisukan berpacaran beberapa waktu lalu.
"Sialan, aku lupa kalau wartawan pasti ada di sini!" gerutu Revan.
Begitu melihat mobil Revan, para wartawan itu langsung menyerbu dan mendekat.
"Berengsek!" umpat Revan dan segera tancap gas meninggalkan lokasi syuting.
"Mas Revan Adiguna! Tunggu, Mas!" teriak salah seorang wartawan pria, tapi Revan mengabaikannya.
Dengan kecepatan tinggi Revan memacu mobilnya hingga para wartawan itu tak bisa mengejarnya lagi. Revan pun menghubungi asistennya dan bertanya situasi di lokasi syuting.
"Halo, Mas."
"Bagaimana lokasi syuting?" tanya Revan tanpa basa-basi.
"Aman, Mas. Satpam sudah berjaga diluar untuk menghalau wartawan."
"Pastikan Sofia enggak bertemu dengan wartawan dan berbicara macam-macam," pinta Revan.
"Mbak Sofia enggak ada di lokasi syuting, Mas. Dia izin enggak masuk karena sedang sakit."
Revan termangu mendengarnya, dia tahu itu pasti akal-akalan Sofia untuk menghindari dirinya. Karena kalau Sofia benar-benar sakit, tak mungkin Siska meninggalkan sang putri dan lebih memilih menemani Diana.
"Ya sudah kalau begitu!" Revan langsung menutup teleponnya.
__ADS_1
Dengan perasaan geram Revan mencengkeram stir mobil, "Kau ingin menghindari aku rupanya, kau lihat saja nanti."
Revan memacu kendaraannya menuju kediaman Siska, dia tak akan melepaskan Sofia, mantan kekasihnya itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Tak butuh waktu lama, Revan sudah tiba di rumah Siska yang tampak sunyi, dia bergegas turun dari mobil dan membawa langkahnya menuju pintu. Dengan kasar dan tidak sabar Revan menggedor pintu bercat coklat itu.
"Sofia! Keluar!" teriak Revan, tapi tak ada yang menyahut apalagi membuka pintu.
Tak putus asa, Revan kembali menggedor pintu itu, tapi hasilnya tetap sama.
"Sial, dia pasti sengaja bersembunyi dariku!" kesal Revan.
Revan mengeluarkan telepon genggamnya dan berniat menghubungi Siska untuk menanyakan keberadaan Sofia, tapi belum sempat dia mencari nama wanita paruh baya itu, ponselnya justru berdering karena Lenny menelepon.
Perasaan Revan mendadak tidak enak, dia buru-buru menjawab panggilan dari mamanya tersebut, "Halo, ada apa, Ma?"
"Kamu di mana?"
"Di lokasi syuting," jawab Revan bohong, dia tak ingin sang mama cemas.
"Kamu sudah lihat berita terbaru tentang Diana?"
"Belum, Ma. Memangnya ada apa?" tanya Revan penasaran, walaupun dia sedikit tenang karena tadi sempat berpikir mamanya itu akan menyampaikan kabar tak mengenakkan tentang sang papa.
"Kalau gitu, lihat sekarang juga!"
__ADS_1
"Iya-iya, Ma." Revan langsung mematikan teleponnya dan beralih membuka salah satu laman web gosip.
Mata Revan seketika melotot dan darahnya sontak naik saat membaca judul berita tersebut.
"WANITA MALAM YANG MEMILIKI ANAK DARI REVAN ADIGUNA TERNYATA SEDANG DEKAT DENGAN SEORANG PRIA, DAN AKAN SEGERA MENIKAH."
"Berengsek!" umpat Revan, dia tak terima jika Diana sampai benar-benar menikah dengan Raka.
"Aku enggak bisa diam aja, aku harus selesaikan semuanya!" Revan pun meninggalkan kediaman Siska dengan perasaan kesal, dia harus mengakhiri semua permasalahan ini dan melakukan apa saja untuk membujuk Diana agar mau menerima tawarannya demi menghentikan semua gosip itu.
Sementara itu di kamar salah satu hotel mewah, Sofia sedang tertawa puas melihat berita viral di media sosial tentang Diana dan Revan.
"Mampus kalian! Saat ini orang-orang pasti sedang menghina kalian dan juga anak haram kalian itu. Publik sudah tahu betapa menjijikkannya kalian berdua," cibir Sofia setelah tawanya mereda.
Sofia sengaja tak datang ke lokasi syuting dan pergi dari rumah untuk menghindari Revan serta para wartawan yang pasti juga akan mengejarnya untuk meminta klarifikasi sebagai kekasih Revan, karena publik belum tahu jika dirinya dan Revan sudah putus. Dia juga mengganti nomor teleponnya agar tak ada yang bisa menghubunginya dan mencari tahu keberadaannya saat ini, dia ingin bersantai sejenak sembari menanti kehancuran Revan.
Sofia tersenyum membaca beberapa komentar negatif tentang Revan, banyak netizen yang menghujat pria itu dan prihatin terhadap dirinya. Bahkan para netizen wanita memberikan support kepadanya dan terang-terangan menghina Diana, followers Sofia pun naik drastis.
"Ini lah akibatnya jika kau berani menyakiti perasaanku dan membuat aku marah, Revan Adiguna. Setelah ini aku akan semakin naik dan terkenal, sementara karirmu akan hancur tak bersisa." Sofia berbicara dengan sinis, memang dia lah orang yang telah membocorkan informasi tentang Diana, Revan dan Dafa serta memberikan foto ketiga orang itu kepada wartawan. Bahkan dia juga yang telah memberitahu keberadaan Diana kepada para wartawan sehingga mereka bisa datang ke laundry.
Sofia benar-benar sakit dan terluka dengan semua yang terjadi, ditambah lagi dia merasa iri dengki pada Diana sehingga membutakan mata hatinya dan tega melakukan semua ini terhadap sepupunya sendiri.
***
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar baik kalian, agar aku makin semangat update, BESTie.🥰
__ADS_1