
Hari ini adalah hari Minggu, Robi mengajak Vania berserta kedua anaknya pergi jalan-jalan ke Mall, mereka ingin mencuci mata sambil membeli beberapa kebutuhan anak yang sudah menipis. Pengeluaran Vania bisa mencapai tiga juta dalam satu bulan hanya untuk susu formula, Pampers, tisu basah dan peralatan bayi lainnya. Waktu melahirkan, Asi milik Vania tidak keluar sehingga dia harus memberi bayinya susu formula.
Sesampainya di Mall, mereka berempat mulai mencari apa yang dibutuhkan. Robi mendorong stroller milik Elza sementara Vania milik Ica, keduanya terlihat seperti pasangan suami-istri yang sangat bahagia.
"Sa, kita cari apa dulu?"
"Em, Pampers dulu aja deh. Setelah itu kita baru mencari susu dan bubur untuk Ica dan El."
Robi mengangguk paham, mereka berjalan menuju tempat penjualan Pampers. Vania mengambil beberapa ball Pampers untuk stok selama satu bulan, selesai berbelanja dia langsung membawanya ke meja kasir.
"Totalnya satu juta lima ratus." ujar sang kasir sambil memberikan belanjaan Vania dan bill.
Vania ingin mengambil dompet tetapi suara Robi menghentikannya.
"Biar aku saja," ujar Robi memberikan kartu debit kepada sang kasir.
Sesudahnya, mereka langsung pergi dari sana.
__ADS_1
"Sa, apa kamu tidak lapar?"
Vania melirik jam tangannya. "Sudah siang, kalau begitu kita makan dulu."
Robi mencari tempat makan untuk mereka, setelah itu dirinya langsung menunjuk tempat yang pas.
"Kita disana saja, sepertinya tempat itu cocok untuk Ica dan El. Sedikit disudut."
Robi dan Vania berjalan ke sana sambil mendorong stroller bayi mereka, sementara kedua bayi itu hanya berceloteh tidak jelas dan tertawa.
TIGA MINGGU KEMUDIAN.
SAH!
Suara kata-kata sakral itu keluar dari mulut banyak orang, mereka bahkan mengucapkannya secara bersamaan dan tegas penuh keyakinan. Kedua insan berbeda jenis yang baru saja mengucapkan ijab kabul langsung tersenyum. Mereka sangat bahagia karena akhirnya bisa resmi menjalin hubungan serius, Robi berjanji tidak akan menyia-nyiakan Vania sampai kapanpun itu.
Semua orang memberikan selamat atas kehidupan baru sang pengantin, mereka mendoakan hal terbaik untuk pasnagan suami-istri itu. Ica dan Elza hari ini sangat cantik, Ica bersama dengan tante Erika sementara Elza bersama dengan pengasuh bayi. Vania terkadang memanggil pengasuh jika dia merasa kelelahan mengurus kedua bayi itu.
__ADS_1
"Sa, semoga kita bisa menua bersama dan mengurus kedua putri kita sampai mereka menikah." Robi menggenggam jemari Vania.
"Aku juga memiliki harapan baik seperti itu, Ay. Sudah cukup aku mengalami kegagalan dalam sebuah pernikahan dan itu semua akibat kebodohanku. Tetapi sudahlah, aku tidak ingin mengingat masa itu lagi karena mereka juga sudah tenang di alam lain. Biarlah Tuhan yang membalas semua perbuatan mereka."
"Kamu memang memiliki hati yang mulai, baik dan tidak pendendam." puji Robi sambil menatap Vania dengan lekat.
"Ay, kamu sedang menggodaku atau memujiku?" Vani tersipu malu karena Robi menatapnya dengan amat dalam.
"Tentu saja aku memujimu, untuk menggodamu aku perlu menunggu waktu malam nanti." Robi terkekeh pelan.
Selesai proses resepsi, semua tamu sudah bubar dan para wartawan juga telah kembali ke tempat mereka masing-masing. Saat ini tinggallah keluarga dari Vania dan Robi yang ada disana, mereka saling berbisik ria menggosipkan tentang kabar anak dari Alex. Mereka semua salut dengan Vania yang mau menampung anak dari pengkhianat meskipun terbilang dirinya tersakiti. Erika sangat tidak suka dengan kedatangan Elza, dia kesal karena Mama Elza merebut suami dari Vania. Tetapi, sebagai orang tua dirinya hanya bisa memendam kebencian terhadap Elza itu.
•
•
TBC
__ADS_1