Diantara Tiga Hati

Diantara Tiga Hati
Bab. 40 DTH


__ADS_3

Sekolah menggelar acara fashion Show, mereka meminta kepada semua siswa/i untuk memakai pakaian yang mereka suka kecuali jika terpilih menjadi peserta maka harus memakai pakaian pilihan dari guru pembimbing. Ica, terpilih menjadi salah satu peserta fashion show. Tubuhnya yang mungil serta wajahnya yang cantik dan dia pintar bergaya membuat dirinya terpilih, Elza sendiri juga dipilih tetapi dia mengundurkan diri karena bergaya di depan banyak orang bukanlah hobinya, dia tidak percaya diri.


Alvin memakai setelan jas, dia sangat tampan dan juga menawan. Elza semakin kagum melihat Alvi yang sekarang menjadi perbincangan hangat karena ketampanannya.


"Apa kalian tidak melihat Alvin? Dia sangat tampan, bahkan berwibawa." ucap salah satu siswi sambil tersenyum sendiri.


Elza memutarkan bola matanya malas ketika mendengar ucapan para siswi di sekolahnya.


"Ck, dasar! Seperti tidak pernah melihat orang memakai jas saja. Lebay!" decak kesal yang Elza layangkan.


Semua peserta sudah keluar dan berbaris, diantaranya adalah Ica. Dia sangat cantik sekali menggunakan gaun selutut yang memiliki lengan pendek dan beberapa Payet di dadanya. Ica terlihat sangat sempurna, kecantikannya bertambah berkali-kali lipat.


Para siswa bergantian saling berbisik membicarakan kecantikan Ica, tak hanya siswa lainnya tetapi juga Alvin. Dia terpanah dengan aura keanggunan Ica, dirinya tersenyum sendiri dan tersadar dari lamunan setelah mendengar aba-aba dari guru pembimbing.


"Baik untuk murid sekalian yang ikut sebagai peserta fashion show, di minta untuk baris dengan tertib!" perintah sang guru dan membuat semua peserta berbaris rapi.


Alvin sebagai berdiri di belakang Ica, dia mencolek pinggang Ica hingga membuat sang empunya terkejut.


"Alvin, kamu membuatku terkejut." bisik Ica sambil tersenyum tipis.


"Kamu sangat cantik," ucap Alvin mengatakan kekagumannya.

__ADS_1


Ica hanya tersenyum tipis, dia menunduk karena saat ini pipinya bersemu merah.


Sesaat kemudian, semuanya mulai berjalan di atas karpet merah dengan gaya masing-masing, senyuman pun tidak pernah surut dari bibir mereka karena dewan juri akan memberikan penilaian nantinya. Ica telah tampil, ketika dia hendak berbalik tiba-tiba kakinya terpeleset dan dia hampir saja jatuh jika Alvin tidak menyanggahnya.


Mata kedua remaja itu saling bersitubruk dan momen tersebut membuat sebagian siswa/i memotret hal itu, mereka bahkan memposting ke dalam media sosial lalu memberikan tag nama Veronica_7608 dan Alvin_9815. Setelah suara teriakan dari para siswa/i, Alvin segera membantu Ica berdiri dan melepaskan pegangannya.


"Maaf," ucap Alvin tulus dan tidak enak.


Ica hanya mengangguk. "Terima kasih karena sudah menolongku, jika tidak ada kamu mungkin aku akan terjatuh." lanjutnya dengan senyum tipis.


Elza sendiri kesal karena Ica dan Alvin sangat mesra, dia segera menghampiri keduanya ketika fashion show sudah selesai dan tinggal menunggu pengumuman pemenang saja.


"Penampilan yang cukup bagus, kamu juga terlihat cantik, kakakku tersayang." ujar Elza sambil mengecup pipi Ica.


"Oho kakakku tersayang, kenapa kamu merendah seperti ini? Kamu terlihat sangat cantik dan penampilanmu juga mengagumkan, aku yakin jika kamu pasti akan menang. Jangan terlalu pesimis," Elza merangkul tubuh Alvin.


Alvin hanya terdiam sambil menyimak obrolan kedua remaja putri itu, dia membuka ponsel dan begitu banyak komentar masuk di Instagramnya. Dia membuka komen itu dan ternyata isinya adalah kekaguman pada remaja lain akan keromantisan dia dan Ica tadi.


"Ca, lihat ini!" Alvin memberikan ponselnya kepada Ica.


Ica melirik Elza sejenak lalu mengambil ponsel Alvin, dia melihat begitu banyak komentar para siswa/i di sekolah seberang.

__ADS_1


"Romantis sekali, seperti Romeo and Juliet." tulis akun @Ayu_lestari008


"Akh, pangeranku kenapa kamu menduakan aku? Pengen di peluk gitu juga. " balas akun @Trimulya779


"Sangat serasi, semoga mereka bisa bersama suatu saat nanti." tulis dari akun @Vera_Sianipar50


Masih banyak lagi akun yang berkomentar disana, bukan hanya pengikut Alvin saja tetapi juga pengikut Ica ikut berkomentar ria.


Air wajah Ica langsung berubah ketika dia membaca komentar dari akun Vera, dirinya langsung memberikan ponsel itu kepada Alvin.


"Semuanya tidak seperti yang mereka bayangkan dan pikirkan." ucap Ica.


Teman Ica memanggil dan dia segera pamit pergi meninggalkan Alvin juga Elza disana.


Setelah Ica pergi, Elza melirik Alvin.


"Kamu sangat tampan," ucap Elza tiba-tiba membuyarkan lamunan Alvin.


Alvin tersenyum manis lalu mereka berbincang sambil menunggu pengumuman pemenang.


__ADS_1



TBC


__ADS_2