
Vania sedang berada di dapur, dia hari ini akan membuatkan cemilan untuk Alex. Ya, setiap hari Minggu mereka hanya akan menghabiskan waktu bersama dirumah karena keduanya tidak ingin terlibat oleh urusan pekerjaan.
"Sayang, kamu lagi buat apa?" Alex memeluk tubuh Vani dari belakang.
"Hai," Vani tersenyum ketika Alex mengecup pipinya. "Aku membuatkan samosa untukmu," lanjutnya dengan menunjukkan tangan yang sudah berlumuran tepung.
"Bagus sekali, teruskan dan aku sudah tidak sabar menunggu makanan itu jadi." Alex menyandarkan tubuhnya di pinggir meja tungku.
Alex memandang wajah Vani dengan seksama, dia tersenyum sambil mengedipkan mata.
"By, kamu ini apa-apaan? Kenapa menatapku seperti itu?"
"Ya, aku hanya beruntung saja mendapatkan istri sepertimu. Oh ya, aku ingin bertanya tentang sahabatmu itu. Apa kamu bersedia menjawabnya?" Alex bersidekap.
"Katakan, mungkin aku akan memecahkan rasa penasaranmu tentang sahabatku." Vani berkata dengan setulus hati.
"Sayang, apa sahabatmu itu seperti dirimu juga?"
"Apa maksud kamu, by?" Vani mengerutkan dahi.
"Maksudku, apa dia juga cantik sepertimu? Cantik, pintar, dan mempesona." Alex memangku dagu dan sekarang dia duduk di kursi.
__ADS_1
"By, kamu sebenarnya bertanya tentang sahabatku atau sedang memujiku?" Vani melirik Alex.
"Keduanya," jawab Alex dengan kekeh'an kecil.
"Baiklah, aku akan menjawab. Sahabatku itu sangat cantik, bahkan dia lebih cantik daripada aku. Dia juga berpakaian sangat tertutup, orangnya polos dan wajahnya chubby sama sepertiku. Tapi, dia memiliki lesung pipi di sebelah kiri. Kalau mempesona, tentu dia lebih mempesona dariku." ujar Vani diselingi senyum tipis.
"Matanya tidak juling?"
Seketika Vani tertawa. ''Kenapa kamu mengatakan itu?"
"Karena yang aku tahu hanya kamu-lah wanita paling cantik di dunia ini, tidak ada yang lain. Jika kamu berbicara seperti itu, pasti ada yang kurang dari sahabatmu."
"Kamu selalu tidak memercayai ucapanku jika itu menyangkut fisik sahabatku. Aku dulu punya fotonya, tetapi sekarang sudah hilang entah kemana. Dulu kami berpisah waktu lulus SMA, dia tidak meneruskan pendidikan karena keterbatasan ekonomi sementara aku, aku langsung melanjutkan kuliah di luar negeri dan dari situ hubungan kami sangat renggang. Beberapa kali aku mengunjungi rumahnya tetapi kata warga sekitar dia sudah pindah saat Ayahnya sakit-sakitan dan rumah itu dijual." jelas Vani panjang lebar, dia sebenarnya sangat merindukan sosok Adiba.
Vani melirik Alex lalu dia mengembangkan senyuman.
"Kalau begitu, berhentilah bertanya tentang sahabatku. Aku berdoa agar takdir mempertemukan kami kembali dan kamu bisa mengenalnya secara langsung." Vani melanjutkan tugasnya.
"Baik, segera selesaikan cemilan ini karena aku sudah tidak sabar untuk mencicipinya."
Vani tertawa.
__ADS_1
🌺🌺🌺🌺🌺
Seorang pria berusia tiga puluh lima tahun terus saja mencari tentang keberadaan Adiba Khanza, dia sangat rindu dengan wanita malam itu yang selalu melayaninya dengan baik. Dia bahkan ingin menikahi Diba tetapi Diba tidak ingin dijadikan istri kedua atau pun disebut pelakor.
Pria itu sudah beristri dan mempunyai seorang anak laki-laki. Namun, saat ini dirinya sudah bercerai dari sang istri karena dia tergila-gila dengan Adiba. Suatu hari dia pernah mendengar jika Diba berada diluar kota dan dia mencoba menyusul Adiba sekaligus mengerjakan tugas kantor.
Pria tersebut tersadar dari lamunannya saat pintu ruangan miliknya terbuka, seorang wanita seksi yang tak lain adalah sekertarisnya berjalan mendekati.
"Permisi, Pak. Klien kita sudah sampai dan kita akan langsung mengadakan meeting."
"Baik, katakan pada mereka agar menungguku sepuluh menit lagi.''
Sang sekertaris mengangguk lalu dia pergi dari hadapan bosnya itu.
"Sudah dua minggu aku berada disini tetapi sama sekali belum mendapatkan informasi tentang Adiba. Dimana sebenarnya wanita itu? Apa Mecca membohongiku?" gumamnya geram sambil mengepalkan tangan.
Pria itu adalah seorang pengusaha terkenal, dia memiliki banyak cabang di beberapa kota termasuk kota tempat Adiba tinggal saat ini. Namun, pria tersebut belum menemukan keberadaan Adiba padahal dia sudah berkeliling kota dan mencari tahu ke setiap perkampungan.
•
•
__ADS_1
TBC