
"van, Alena sama genk hilya ribut lagi" ucap gio ngos-ngosan, gevan yang sedang duduk di ruangnya yang lagi fokus-fokusnya mengerjakan sesuatu harus di usik oleh keributan yang di ciptakan istri muda nya
"Dimana" tanya gevan dengan wajah yang selalu ia tampilkan
"Di lapangan"
gevan langsung beranjak dari tempat kebesaran nya,berjalan menuju tempat yang baru saja di beritahu oleh gio
sesampainya gevan di lokasi keributan, gevan sudah di suguhkan oleh adegan tarik-menarik rambut apalagi lawan yang tak seimbang tiga melawan satu orang, yang tentunya Alena orang yang sendiri
kemana sasa? seharusnya ia bisa menolong Alena?
jangan berfikir yang aneh-aneh dulu, yang memberi kabar ke gio kalau ada keributan itu Sasa
"dasar wanita j@lang, berani-beraninya lo rebut cowok gue" teriak hilya memperkuat tarikan pada rambut Alena
"lo gila ya, jangan asal ngomong lo deh" teriak Alena tak kalah kencangnya
gevan yang berhasil sampai di depan kerumunan, mengode gio agar memegangi hilya dan teman-temannya, biar Alena menjadi urusannya
"kalian ikut gio keruangan" ucap gevan menunjuk hilya dan genknya
gevan menarik tangan Alena melewati ke rumunan, banyak pasang mata yang menatap iri dan juga marah pada Alena karena sang pujaan hati menggandeng gadis lain
"mau dibawa kemana tu alena"
"wahh kok suami gue ngegandeng alena"
"coba gue diposisi alena ya"
"dasar wanita kecentilan"
begitulah komentar para siswi yang mengidolakan gevan
.
.
.
"lo mau tarik gue kemana lagi lay" tanya alena yang selalu gevan tarik kemana-mana, dia pikir alena ini tarik tambang yang harus ditarik
yang ditanya hanya diam, ya gevan selalu saja begini irit akan kata-kata, mungkin saat mamanya tante risa mengandung gevan ngidam nya irit bicara pada semua orang
alena pikir ia akan dibawa ke gudang atau taman seperti yang kemaren-kemaren tapi ini tidak ia di bawa masuk ke mobil gevan
"kenapa lo bawa gue masuk ke sini lay" tanya Alena yang sudah duduk di samping kemudi
"bisa gak sehari aja lo gak buat masalah" marah gevan menatap tajam Alena
"bukan gitu__" ucap Alena mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
__ADS_1
"mau jelasin apa lagi Alena, lo gak pernah jera ya gue hukum selalu aja lo buat onar di sekolah, mau lo apa sih sebenernya" marah gevan yang tak tertahankan langsung mencerca Alena tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya
"kalau lo gak tau apa yang sebenarnya terjadi jangan langsung mengambil kesimpulan kalau gue yang mulai keributan, gue ini juga punya harga diri, bukan berarti karna lo hukum gue tiap hari berarti gue yang salah" ucap Alena menggebu-gebu menahan tangis nya, ia merasa orang selalu saja menyalahkan semua masalah padanya tanpa mereka tau ntah Alena atau bukan yang mulai
setelah mengatakan semua itu Alena berlalu keluar pergi dari mobil gevan, gevan hanya bisa diam, apa yang dikatakan Alena tadi memang benar adanya, ia tak mempunyai bukti apa-apa untuk menyalahkan Alena atas semua masalah
"arghhh"
"seharusnya gue gak ngambil kesimpulan sependek itu" marah gevan memukul kemudi mobilnya
ia merasa menyesal telah membuat Alena menangis, walaupun tadi Alena tidak menangis di depannya tapi ia melihat bahwa Alena mencoba menahan air yang tergenang di pelupuk matanya agar tidak jatuh
gevan keluar dari mobil yang pastinya dengan ekspresi biasanya yang bermuka datar, seperti tidak terjadi apa-apa
tujuan gevan sekarang yaitu mencari sang istri yang ia buat marah saat di mobil tadi
"Alena mana" tanya gevan saat melihat sasa sahabat Alena di kelasnya
"gak tau, emang kenapa" pertanyaan sasa seakan angin yang hanya di acuhkan oleh gevan
'ada hubungan apa Alena sama gevan' monolog sasa pada dirinya, ada rasa sakit karna sang pujaan hati mencari sang sahabat bukan dirinya
sasa menampik fikiran aneh yang masuk dengan sengaja, ia tak mau persahabatan nya hancur karna masalah kecil seperti ini
.
.
.
"cuma ini yang belum gue periksa, semoga lo ada di dalam" monolog gevan sendiri, saat semua ruang sudah diperiksa tapi cuma rooftop sekolah yang belum
saat gevan sampai di rooftop, alangkah terkejutnya saat melihat sang istri tengah berdiri di pagar pembatas, satu langkah saja Alena bisa jatuh dari gedung sekolah yang mempunyai tiga lantai itu
dengan gerakan cepat gevan langsung memeluk Alena membawanya turun
"lo gila ya, cuma gara-gara gue marahin lo langsung mau bunuh diri" ucap gevan marah
Alena menatap bingung pada sang suami
"siapa yang mau bunuh diri" ucap Alena polos
"tadi itu apa" gevan juga tak kalah bingung nya saat melihat reaksi Alena
"cuma refresing doang"
"hah, jadi lo gak mau bunuh diri"
"gak lah, yakali gue bunuh diri cuma gara-gara lo marahin gue tanpa alasan yang jelas" ucap Alena santai tapi itu sekaligus menyindir sang suami
"maaf" ucap gevan sangat pelan tapi masih bisa di dengar oleh Alena
__ADS_1
"ikhlas gak tuh minta maaf nya"
gevan mengangguk seperti seorang bocah penurut
"lain kali kalau gak tau apa-apa jangan ngambil kesimpulan seenaknya" ucap Alena lembut pada gevan sambil mengusap punggung gevan, karna ia sedang menunduk mungkin karna menyesal telah salah sangka pada sang istri
"tadi gio udah jelasin semuanya, kalau kamu gak salah" ucap gevan sebelum ia datang ke rooftop gevan telah menelpon gio agar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
Alena kaget mendengar sebutannya bukan lagi lo-gue tapi aku-kamu, memang nya mereka sedekat apa
"ya, tapi tumben tadi pakek aku kamu" tanya Alena membuat gevan baru tersadar akan ucapannya
"gak tadi cuma reflek aja" ucap gevan berkilah dapat Alena liat kalau telinga gevan sudah memerah menahan malu akan kecerobohannya
"mau kemana le" ucap gevan saat melihat sang istri hendak beranjak pergi
"mau ke kelas lah, bentar lagi kan mau pulang lo gak pulang emangnya"
"oh yayaya, gue lupa" ntah kenapa gevan seperti orang beo saat ini
ia bukan seperti gevan yang biasanya hanya menampilkan ekspresi dinginnya dengan wajah sok datar kalau menurut Alena
saat hendak menarik ganggang pintu, ternyata tidak bisa karna pintunya terkunci dari luar entah siapa yang iseng melakukan nya
Alena mencoba sekali lagi untuk membuka pintu tapi tetap saja tidak bisa
"kenapa na" ucap gevan melihat Alena yang gelisah sambil mencoba membuka pintu
"pintunya ke kunci lay"
"masak sih, tadi gak kok" ucap gevan yang mengambil alih ganggang pintu mencoba membukanya tapi hasil nihil
gevan juga tidak bisa membuka pintu itu
"yaudah kita nginap aja di sini" ucap gevan santai
"ogah dah" tolak Alena
saat Alena hendak memeriksa ponselnya ternyata ponselnya kehabisan baterai, ponsel gevan pun kebetulan juga kehabisan baterai saat Alena meminjam ponselnya untuk menelpon seseorang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
maaf ya kalau gak menarik
.
.
.
tapi jangan lupa vote😊
__ADS_1