Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
jauhi Alena


__ADS_3

" Kamu apakan anak saya " pak joni bertanya dengan nada marah yang tertahan, mendapatkan panggilan telpon dari sang menantu awalnya cuma ia abaikan tapi panggilan telpon itu terjadi berulang-ulang sampai membuat pak joni mau tak mau harus mengangkat panggilan itu walaupun api amarah masih ada di dalam hati saat mengetahui watak asli sang menantu


Tetapi saat pak joni mendekat kan ponsel di telinganya, HP pak joni tiba-tiba saja terjatuh, ia langsung keluar dengan tergesa-gesa ia menelpon Ibu Melia untuk datang ke rumah sakit yang sudah di beritahukan sang menantu


sesampainya di rumah sakit


Pak joni mendapati Gevan berada di depan ruang IGD tapi seketika rahang pak joni mengeras melihat wanita di sebelah nya orang yang ia duga adalah selingkuhan Gevan


" Kanapa kamu bawa selingkuhan kamu ke sini hah " marah pak joni menarik kerah seragam menantu


" Maksud Bapak apa ya, mengatakan saya selingkuhan Gevan " tak terima,Natasya akat bicara saat mendengar kalau ia selingkuhan dari Gevan


" Apa yang saya bilang itu salah " tanya pak joni dengan nada mengejek


" saya bukan selingkuhan Gevan, saya_"


" NATASYA " Sebelum Natasya menyelesaikan perkataan nya, Gevan langsung memotong pembicaraan dengan ekspresi marah

__ADS_1


" Kamu bentak aku by " Sedih Natasya tak percaya atas sikap Gevan yang baru pertama kali membentak diri nya


" Kamu diam Natasya " marah Gevan pada Natasya


" kamu sekarang berubah ya by " Natasya berlari pergi dari ruangan Alena, dengan air mata yang sudah menetes akibat ulah sikap Gevan


" Kenapa kamu usir selingkuhan kamu, biarkan semua orang melihat kalau menantu saya sudah menduakan anak saya saat anak saya sedang sakit "


" sehingga proses perceraian kalian tidak akan sulit " mendengar kata perceraian dari sang mertua seketika membuat wajah Gevan pucat, cemas jika yang dikatakan oleh mertuanya benar-benar ia lakukan


" pa lepasin " terdengar suara sang istri yang menyuruh ia untuk melepaskan Gevan, awalnya pak joni sangat enggan melakukan apa yang di suruh oleh istrinya tapi saat ia melihat tatapan tajam sekaligus mematikan dari istri langsung pak joni lepas


" Ya ma "


" Jadi untuk apa lagi kamu masih tetap ada di sini " dengan sinis dan ekspresi datarnya Bu Melia bertanya, padahal yang sebenarnya ia menyuruh Gevan untuk pergi dari ruangan sang anak dan dari depannya


" Maaf ma tapi Alena masih istri aku, aku sebagai suami harus ngen dampingi dia dalam situasi kayak gini ma " jelas Gevan yang sempat heran dengan pertanyaan sang mertua

__ADS_1


" hahaha... istri? "


"istri yang kamu tinggal kan demi wanita yang baru keluar tadi hah, dan untuk perpisahan kalian, saya yang akan mengurus nya " Gevan tak lagi bisa berkutik pandangan nya terasa kosong, tak hanya pak joni yang


Gevan tertunduk mendengar semua ocehan mertuanya, saat tiba-tiba dokter keluar dari ruangan


" Halo dok bagaimana anak saya " tanya Bu Melia yang nampak sekali raut ke khawatiran yang terukir di wajahnya


" Untuk pasien Alena, ia baik-baik saja nanti kalian sudah boleh membawanya pulang " jelas dokter yang berhasil membuat ketiga orang itu bernapas lega, dokter langsung pergi meninggalkan ruangan


" Untung saja anak saya baik-baik saja dan jangan kamu pikir kamu dapat bertemu lagi dengan anak saya " nampak dari mata Bu Melia ia sangat marah, kecewa dengan menantu yang dulu menjadi kebanggaan nya


" dan jauhi Alena kalau tidak saya akan membawa Alena keluar negeri dan saya pastikan surat perceraian kalian akan semakin cepat datang ke rumah kamu Gevan" ancam Bu Melia membuat gevan terkejut


Gevan hanya mengangguk mengerti dengan perkataan sang mertua, ia tak mau mengambil resiko saat sedang dalam situasi begini


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


Jangan lupa tinggal kan jejak ya😄


sampai ketemu di episode selanjutnya


__ADS_2