
Di sebuah kamar yang di dominasi oleh interior berwarna pink layak nya kesukaan wanita pada umum nya, terlihat sosok laki-laki dan perempuan yang tengah tidur di atas ranjang yang sama ntah apa yang telah mereka lakukan
" By aku senang banget kamu ada di sini " ucap Natasya sambil memeluk pinggang laki-laki di hadapan nya
" Hmm tapi aku harus pulang sya " ujar laki-laki itu yang tak lain adalah Gevan suami nya Alena yang sudah seminggu tidak menampakkan diri nya lagi di hadapan sang istri maupun keluarga nya
" Gak by, aku gak izinin kamu pulang kamu nginap ya by seperti seminggu ini " pinta Natasya dengan nada manja
" maaf sya aku harus pulang udah seminggu aku gak pulang ke rumah " ucap Gevan mencoba memberi pengertian pada Natasya
" Aku bilang gak ya gak by, kalau kamu berani melangkah keluar dari kamar ini jangan harap aku bakal mau ketemu kamu lagi " ucap Natasya menaikkan oktaf suara nya
" Maaf sya aku harus pulang " Gevan melangkah keluar kamar meninggalkan Natasya yang termangu melihat kepergian nya tanpa sepatah kata pun
**
Besok nya, Alena bangun pagi sekali ia bersemangat untuk pergi ke sekolah nya yang ia rasa sudah lama tidak menginjakkan kaki nya di tempat ia menuntut ilmu itu
ya hari ini Bu Melia dan pak Joni sudah memperbolehkan Alena untuk masuk ke sekolah seperti biasanya walaupun dengan terpaksa karna Alena selalu saja merengek untuk pergi sekolah
" Pagi Ma, pa " semangat Alena menurungi tangga rumah nya, berjalan menghampiri sang orang tua yang tengah duduk di meja makan
" pagi sayang " Jawab Bu Melia dengan tersenyum sedangkan sang suami hanya mengangguk karna sekarang ia sedang mengunyah makanan nya
" makan dulu nak, biar nanti kamu gak sakit atau pingsan di sekolah " ucap Bu Melia sambil tangan nya memasukkan nasi goreng dan telor ceplok ke piring sang anak
Alena mengambil piring yang sudah di isi oleh sang Mama, dengan semangat Alena melahap makanan kesukaan nya hingga tidak tersisa satu pun nasi maupun telor di dalam piring
Alena melihat jam di pergelangan tangan nya dan dengan terkejut ia melihat jam yang menunjukkan pukul 7 yang arti nya ia kan terlambat kalau tidak segera pergi ke sekolah
" Ma pa, Alena berangkat dulu ya " dengan terburu-buru Alena berpamitan pada kedua orang tua nya
" Assalamu'alaikum " teriak Alena saat diri nya lupa mengucapkan salam pada orang tua nya
Alena berlari keluar rumah ia melihat sang supir sudah berada di depan pintu mobil dan tanpa perintah Alena sang supir yang di ketahui nama nya adalah Mamang langsung membuka pintu mobil bagian belakang
__ADS_1
" Ayo mang ngebut ya " perintah Alena saat sang supir sudah masuk ke dalam mobil
" ya non"
Mobil berjalan keluar dari perkarangan rumah Alena, sesuai dengan perintah Alena sang supir memang membawa mobil dengan kecepatan tinggi, terbukti dengan Alena yang sampai di sekolah hanya membutuhkan waktu 20 menit padahal dari rumah nya ke sekolah sang jauh
Tapi mau secepat apa pun Alena, ia tetap telat pintu gerbang sudah di tutup oleh penjaga, tanpa hilang akal Alena berjalan niat nya sekarang ingin masuk melewati jalan tikus milik nya
Alena memanjat tembok yang lebih tinggi dari nya dengan kepercayaan diri bahwa anak OSIS tidak akan menemukan nya secara cuma ia saja yang tahu jalan ini pikir nya
Hap....( bunyi Alena yang meloncat dari tembok)
" kan udah gue duga kalau anak OSIS sialan tu gak akan bisa nemuin gue secara kan cuma gue yang tau ni jalan tikus " dengan bangga Alena menyombongkan diri nya karna telah berhasil terlepas dari para anggota osis yang selalu saja menghukum nya
Tanpa Alena sadari ada sepasang mata yang terus menatap nya dengan intens, mulai Alena memanjat sampai sekarang sepasang mata itu tidak pernah terlepas dari menatap Alena
" pelanggaran ke 90, kalau sampai 100 lo bakal langsung di D.O dari sekolah " ucap seseorang yang tengah berdiri di belakang Alena
mendengar suara dari arah belakang nya sontak saja Alena langsung membalikkan posisi badan nya menghadap orang di belakang nya
ya.. orang yang sekarang berada di hadapan Alena adalah Gevan sekaligus orang yang tadi menatap nya
" tunggu " ujar Gevan dengan dingin setelah Alena berjalan melewati tubuh nya
Alena berhenti melihat kebelakang dengan dahi mengernyit membentuk tiga gelombang
" kenapa lo kemaren gak ingat gue " tanya Gevan berjalan mendekat ke arah Alena
Bukan nya menjawab pertanyaan dari ketos yang ia benci tapi malah Alena seperti orang kebingungan dengan pertanyaan sang ketos
" Hah, kapan dan di mana ya kita ketemu kemaren " tanya balik Alena yang merasa kebingungan sekarang
" Di rumah sakit tempat lo nginap kemaren akibat sebuah tragedi kecelakaan " jelas Gevan yang sudah berada di depan Alena
" ohhh... itu " angguk Alena sambil mengetuk bagian dagu nya dengan di sertai senyuman
__ADS_1
" iy_"
" tapi sayang nya gue gak ingat " wajah Alena yang tersenyum tadi berubah menjadi datar
" Gue mau masuk dulu " ucap Alena berlalu pergi meninggalkan Gevan yang hanya bisa menatap bagian belakang punggung sang istri
ntah kenapa ada sesak di bagian dada nya saat Alena tak ingat pada nya
Alena berjalan di Koridor sekolah yang sepi karna kegiatan belajar sudah di mulai, di setiap jalan nya Alena seperti tengah memikirkan sesuatu
' tumben-tumbenan si ketlay gak nge hukum gue padahal kan biasanya kalau salah dikit aja langsung di hukum sama tu ketos "
" tapi kenapa ya " Alena mencoba berfikir keras untuk menemukan jawaban dari pertanyaan nya
" aihhh.... Ale lo kenapa jadi mikirin ini semua" monolog Alena sendiri dengan wajah nya
tak terasa Alena sudah sampai di depan kelas untung nya kelas Alena tidak sedang dalam proses belajar mengajar karna guru yang bertugas tidak bisa masuk
Alena masuk ke dalam kelas tapi yang membuat ia terdiam terkejut yaitu saat semua mata tertuju pada nya dengan pandangan yang tak bisa Alena artikan,mereka berbisik melihat Alena yang masuk
jujur saja Alena sangat tidak nyaman dengan kondisi nya yang sekarang ini di tambah dengan kepala nya yang berdenyut dan itu menghasilkan rasa sakit di setiap denyut
"sa anak- anak pada kenapa " tanya Alena pada sang sahabat yang tengah melamun duduk di sebelah nya
" gak tau dan gak mau tau " ketus Sasa menanggapi pertanyaan Alena
" kok lo gitu sih " ucap Alena yang aneh melihat sifat Sasa kali ini
" seterah gue " ucap Sasa yang langsung berdiri dari tempat duduk nya, berjalan keluar dari dalam kelas meninggalkan Alena yang terbengong melihat perubahan sifat Sasa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kenapa Sasa ya?
***jangan lupa tinggal kan jejak nya ya 😄
__ADS_1
sampai jumpa di episode selanjutnya***