
saat orang tua dan mertua Alena tengah bertemu dengan dokter, sekarang di ruangan hanya ada mereka berdua dengan rasa canggung yang meliputi diri masing-masing
Gevan masih menatap Alena dari tempat duduk di sebelah ranjang Alena berbaring dengan rasa yang rumit di artikan
Alena yang bisa merasakan bahwa ia sudah dari tadi di tatap oleh orang di sebelah nya membalas tatapan Gevan dengan tajam
" Eh lo kenapa " ketus Alena yang tak suka diri nya di tatap
Gevan diam tidak menyahuti perkataan Alena, ia masih saja fokus menatap Alena walaupun ia tahu bahwa Alena tidak suka melihat keberadaan nya
" woi lo budeg atau gimana hah, mending lo pergi deh dari sini kenal juga gak kan " usir Alena dengan sedikit meninggikan nada suara nya dari yang tadi
" Na kamu beneran gak kenal aku " tanya Gevan lembut tapi terdengar sendu
Alena mengernyit tak mengerti kenapa orang di depan nya terus saja bertanya tentang pertanyaan yang sama, jangan kan kenal Alena saja tidak tahu nama nya
" lo salah makan obat atau gimana hah, udah gue bilang tadi gue gak kenal sama lo jangan kan kenal nama lo aja gue gak tau dan gak penting juga " ucap Alena yang sudah sangat risih dengan Gevan
Gevan yang mendengar perkataan dari sang istri, membuat hati nya sakit
' kenapa kamu sekarang kayak gini na ' batin Gevan menatap Alena yang sudah membalikkan tubuh nya membelakangi Gevan
kreettttt..... ( anggap suara pintu)
__ADS_1
Terdengar suara pintu yang sontak membuat Alena dan Gevan menoleh menatap siapa yang datang
" ma, mama kenapa kok sedih " tanya Alena tak tanpa alasan ketika melihat mama dan seorang wanita di sebelah nya menatap Alena dengan ekspresi sedih, sedangkan papa dan laki-laki di samping nya hanya menampilkan ekspresi datar karena itu memang ciri khas dari orang itu
" Gak mama gakpapa " ucap Bu Melia saat berada di sebelah ranjang sang putri
" tapi kok mata mama merah kayak orang baru sudah nangis " ucap Alena melihat mata mama nya yang memang berwarna merah dan itu seperti orang seperti orang yang baru saja sudah menangis
" mama gakpapa sayang, mama cuma kelilipan tadi " ucap Bu Melia mencoba meyakinkan sang anak
" ohh gitu ma " pasrah Alena tak menanyakan lagi pada sang Mama
" Ma tadi dokter bilang apa " bukan Alena yang berbicara tapi Gevan berbicara di sebelah sang Mama dengan cara berbisik
Saat mereka sudah keluar dari ruangan inap Alena, sontak saja Gevan di buat terkejut karna sang Mama langsung menangis dengan tersedu-sedu
" Ma, Mama kenapa " khawatir Gevan melihat keadaan Mama nya
" Alena hiks van... Alena hiks " Gevan yang melihat sang Mama yang sulit untuk mengatakan sesuatu tentang Alena langsung membawa mamanya duduk di bangku di depan ruangan Alena
" jadi ma Alena kenapa " tanya lagi Gevan dengan perasaan yang sudah tak enak
" Alena.. hiks amnesia van " ucap Bu Risa dengan dada naik turun karna sesak saat mengatakan kebenarannya kepada sang putra
__ADS_1
Deg...
"a.. apa ma Alena amnesia " tak percaya Gevan dengan perkataan yang di sampai kan oleh sang Mama
" iya van hiks Alena amnesia, karna kecelakaan membuat hiks Kepala nya terbentur keras hiks " jelas Bu risa
" gak ma ini gak mungkin, ini semua salah Gevan coba aja Gevan selalu ada di samping Alena kecelakaan ini gak mungkin terjadi dan Alena gak akan kayak sekarang ini, amnesia " ucap Gevan menyalahkan diri nya, ia mulai memukul kepalanya sendiri merutuki diri nya yang tak pernah selalu ada di samping Alena
Bu risa yang melihat sang putra menyalahkan dirinya di tambah Gevan memukul kepala nya sendiri, membuat Bu Risa khawatir mencoba menenangkan sang putra
" van ini bukan salah kamu nak, ini emang udah takdir nak " ucap Bu Risa sambil memeluk sang putra
" tapi tetap aja ma ini semua salah Gevan "
" Ma Gevan gak kuat kalau harus menatap wajah Alena, Gevan pergi " ucap Gevan yang langsung pergi meninggalkan sang Mama yang menangis melihat sang anak yang merasa sangat bersalah
...****************...
ada yang kurang gak di part ini?
***jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya***
__ADS_1