Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
'pria itu'


__ADS_3

Di sebuah rumah yang sangat mewah, seorang gadis tengah mengulas senyum bahagia saat telpon yang sangat ia tunggu-tunggu dari seseorang akhirnya orang itu menelponnya setelah hampir satu bulan ia tidak mengabarinya


" Iya by, aku gak bakal nekat lagi kok asalkan kamu gak ngilang kayak kemaren lagi ya " ucap gadis itu dengan senyuman yang tak hentinya merekah di bibir mungilnya


" By kapan kamu ke sini lagi, aku udah kangen banget sama kamu "


" Janji ya dalam minggu ini kamu ke sini, kamu tau kan kalau kamu bohong lagi " ucap gadis itu dengan nada yang lembut tapi ada kata-kata ancaman yang di siratkan dari dalam perkataan lembut nya


" oke aku tunggu, muachhhh " Dengan perasaan yang sangat senang, gadis itu mematikan telponnya


......................


" GEVAN..... " teriak Alena memanggil sang suami dari arah ruang tamu


" Hmm" jawab Gevan hanya ber-hmm saja menanggapi suara cempreng sang istri yang sudah biasa ia dengar


" Gawat van... gawat " ucap Alena yang tengah mondar-mandir di depan Gevan yang kini sedang hikmat menatap layar laptop nya


" Kenapa " tanya Gevan masih fokus memencet satu persatu keyboard laptop nya


dengan sangat cepat


" Mama gue mau nginap di sini van " Dengan muka tegang Alena mengatakan apa yang sedari tadi ia pikir kan


" ya trus " bingung Gevan melihat reaksi Alena yang menurutnya terlalu berlebihan cuma gara hal sepele


" ya trus- ya trus " ledek Alena menirukan ekspresi Gevan yang datar


"kalau misalnya Mama tau kalau kita udah gak sekamar lagi semenjak pindah dari rumah orang tua lo gimana "


ya..Alena dan Gevan sudah pindah dari rumah orang tua nya Gevan,sejak beberapa minggu yang lalu, alasan mereka hanya ingin mandiri tidak mau tergantungi oleh orang tua


Rumah yang mereka tinggali sangat lah luas dengan dua kolam ikan di atas dan kolam renang di bawah, rumah ini juga merupakan hadiah pemberian dari orang tua Gevan


" lo pindah ke kamar gue " ucap Gevan yang masih berkutat dengan laptop nya


" What? gue harus tinggal sekamar lagi sama lo, no.. no " tolak Alena dengan tangan membentuk tanda silang di depan dadanya


" Terus lo mau gimana " tanya Gevan mengalihkan pandangan menatap kedua mata sang istri


" Hmm.. lo tinggal bilang aja ke Mama kalau lo ada tugas kelompok yang mengharuskan lo nginep di tempat teman lo "

__ADS_1


" atau lo bilang aja lo gak bisa sekamar sama gue, ehhh tapi kalau yang ini terlalu mudah di tebak jadi kita pilih opini nomor satu " Dengan jelas, singkat, dan padat Alena menjelaskan opninya dengan Gevan yang menatap nya dengan mata yang hilir mudik melihat Alena yang mondar-mandir dari tadi


" Gak, kalau lo gak mau sekamar sama gue biar gue yang sekamar sama lo " ucap Gevan dengan nada yang tak terbantahkan


" tapi_"


" Kalau lo gak mau yaudah kita tinggal di kamar masing-masing " ujar Gevan yang kembali menatap layar laptop nya


Alena tidak lagi bisa berkutik melihat Gevan yang tak lagi bisa mengubah pendapat nya membuat Alena hanya bisa menuruti perkataan Gevan yang akan sekamar dengan nya daripada Mamanya akan sedih berpikir kalau ia dan Gevan sudah pisah ranjang saat umur pernikahannya baru seumur jagung


Besoknya, sesuai yang di katakan Alena Mama benar-benar menginap di rumahnya dengan sebuah koper yang ia bawa masuk ke rumah


" Mama nginap di sini sampai kapan " tanya Alena saat mereka berdua sudah duduk di sopa yang sangat panjang


" mungkin sekitar sebulan deh nak, emang kenapa takut Mama ganggu waktu kamu lagi bikin cucu buat Mama ya " candaan yang di lontarkan Melia membuat Alena terdiam dengan wajah yang merah padam seperti kepiting rebus


" g.. gak lah Ma, cuma mau aja takut suami mama nyariin Mama " Ucap Alena membantah perkataan sang Mama yang menurut nya sangat tidak di filter


untung nya mereka hanya berdua di rumah, Gevan pergi entah kemana sejak pagi jadi pembicaraan yang tidak di filter dari Melia hanya di dengar oleh Alena sang anak


" papa kamu lagi ke Paris ngurus perusahaan di situ, jadi daripada Mama di rumah sendiri mending Mama di sini dirumah kamu sama Gevan "


" Mama masuk kamar dulu ya, mau videocall sama suami Mama tercinta dulu ya " Melia pergi dengan menyeret koper berwarna abu-abu ke sebuah kamar di lantai satu


Melia hanya menjawab dengan jari berbentuk 'oke ' setelah itu ia masuk ke kamar tanpa menoleh ke arah Alena


...----------------...


" Akhirnya kamu ke sini juga by, kamu tau gak aku udah kangen banget sama kamu " ucap seorang gadis saat bertemu dengan pria yang sangat ia nantikan


" ya sya " jawab pria di depannya


mereka tengah berada di sebuah kamar yang dominan nya bercat warna pink di tambah boneka-boneka yang begitu banyak


" kamu kemana aja sih kok gak ada kabar " tanya Natasya dengan bibir yang sengaja ia kerucut kan ke depan mungkin ia mengira kalau pria di depannya ini akan tergoda dan berinisiatif untuk menciumnya tapi ia salah jangan kan mencium tergoda saja ia tidak


" sya aku banyak kerjaan akhir ini, OSIS lagi banyak acara jadi aku gak sempat nelpon kamu " jelas pria itu dengan nada lembut


" ya maaf deh, lain kali aku bakal ngertiin kamu lagi "


" yaudah aku mau pulang dulu hari udah sore" pamit pria itu hendak pergi tapi tangannya sudah di tarik oleh Natasya dengan sekuat tenaga

__ADS_1


Membuat pria itu terjatuh di atas kasur dengan tubuh Natasya di atasnya


" Jangan pergi dulu aku masih rindu sama kamu " ucap Natasya di atas tubuh pria itu


Natasya yang hanya memakai baju seksi dengan tali spageti di kedua bahunya, membuat kedua benda di dadanya terlihat oleh pria itu


" Sya jangan kayak gini " tolak pria itu dengan mendorong tubuh Natasya, karna ia takut akan terjadi fitnah jika ia masih berlama-lama dengan Natasya apalagi di dalam sebuah kamar


" ayolah by kalau kamu mau kita bisa lakuin itu di sini mumpung Mama aku juga gak ada di rumah " goda kembalikan Natasya dengan melepas salah satu tali spageti di bahunya


" Gak sya, aku mau pulang " tolak kembali pria itu, kalau pria lain yang ada di posisinya mungkin pria itu akan tergoda dengan tubuh Natasya yang bak gitar Spanyol tapi tidak dengan pria yang di depan Natasya jangan kan tergoda malahan ia jijik dengan sikap Natasya sekarang


" ayolah aku tau kamu mau kan " Goda kembali Natasya dengan baju hampir jatuh ke lantai karna tidak ada lagi penyangga baju seksinya itu, Natasya sudah melepas semua tali yang sebagai penyangga


satu kaki Natasya sudah berada di atas kasur dengan tubuh pria tadi yang ia dorong kembali


kini tubuh Natasya hanya lindungi oleh pakaian dalam nya dan penutup kedua buah dadanya, bajunya kni sudah jatuh ke lantai


" Sya ini salah " ucap pria itu hendak mendorong Natasya


" gak ini gak salah by " rayunya kembali dengan tubuh yang semakin ia maju kan ke depan


" sya kalau kamu gak bolehin aku pulang saat ini, mending kita gak usah ketemu " ancam pria itu dengan nada yang serius


" oke, kamu boleh pulang " ujar Natasya dengan nada kecewa karna nafsunya sudah bangkit melihat tubuh pria di kasur nya


pria itu langsung pergi dengan cepat menu meninggalkan Natasya yang hanya bisa menatap nya dengan mata yang di penuhi dengan nafsu


" gak lama lagi gue bakal bisa ngerasain tubuh lo itu " ucap Natasya dengan seringaian terukir di Bibir mungilnya


Natasya berjalan mengambil sebuah benda pipih di atas meja kecil di sebelah ranjang nya, ia mengotak ngatik dan saat sudah tersambung langsung ia letakkan di telinganya


" gue tunggu 30 menit lagi " Ucap Natasya berbicara dengan orang di sebrang telpon


" oke baby " terdengar sebuah suara barinthon yang sangat terdengar sangat seksi di telinga Natasya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


ada yang tau siapa pria yang bersama Natasya?


jangan lupa dukungan nya ya😄

__ADS_1


sampai ketemu di episode selanjutnya


__ADS_2