
" Lo " terkejut Alena melihat orang di depannya
" Aiss lo kucing ya " Gevan melihat bekas gigitan Alena pada lengannya yang sudah mulai mengeluarkan darah di tambah luka itu mulai menjadi keunguan
" ya lo sendiri kenapa meluk gue tanpa izin, jadi lo tanggung sendiri resikonya " ucap Alena santai tanpa ada rasa bersalah sedikit pun malah ia sekarang menyalahkan Gevan atas bekas gigitan darinya
" jadi sekarang gue yang salah " Tanya Gevan yang tak habis pikir dengan sikap Alena
" ya iya lah, masak gue yang salah "
" Dan ya lo ngapain di sini, jadi pengantit gue lo " tanya Alena curiga dengan kedatangan tiba-tiba Gevan di gang sepi
" Y...ya mau pulang lah, ogah gue ngikutin lo " gugup Gevan menjawab pertanyaan Alena
" Lain kali belajar lagi ya, lo gak bisa akting dan lagian jalan ke rumah lo gak lewat jalan ini " ucap Alena mengejek kebodohan Gevan yang mengira Alena tak tahu jalan ke rumahnya
Gevan terdiam mencerna ucapan Alena, seperti ada yang mengganjal di ucapannya tadi
" Sejak kapan lo tahu jalan ke rumah gue, lo aja belum pernah ke sana " tanya Gevan yang tahu kalau sebelum mereka menikah Alena tak pernah sekalipun ke rumahnya dan Alena tahu letak rumahnya pun saat mereka di jodoh kan, sekarang Alena sedang mengalami amnesia jadi tidak mungkin kalau ia ingat
" y.. ya dulu gue pernah denger dari temen mangkanya gue tahu " gugup Alena menjawab pertanyaan Gevan
Bukannya membuat kecurigaan Gevan selesai, malah semakin membuat Gevan curiga saat Alena menjawab dengan bola mata yang seperti menghindari tatapan dari Gevan
" Beneran Na, lo lagi gak boong kan " Gevan mencoba memastikan lagi dengan jawaban Alena
" i... ya lo kenapa sih van " marah Alena melihat sikap Gevan yang seperti mencurigai dirinya
" Gue cuma mau ngingetin lo, kalau lo emang udah ingat semuanya dan lo bohong sama gue, lo tahu kan seberapa besar dosanya " ucap Gevan sambil menatap Alena dengan tatapan yang sangat dalam beda seperti tatapan yang sebelumnya
Alena terdiam mendengar ucapan Gevan, tanpa membalas perkataan Gevan, Alena langsung pergi meninggalkan Gevan
Smirk.....
*
__ADS_1
*
" Lo harus jadi milik gue Alena apapun caranya, gue cuma mau lo " Di sebuah ruangan yang minim akan pencahayaan terlihat dua orang sedang berbicara tapi satu orang wajah nya tidak terlihat karena di tutupi oleh gelap yang menutupi wajahnya
" Dan untuk lo awasi Gevan setiap pergerakannya lo laporin ke gue " ucap orang misterius itu dengan bawahan nya
" Baik tuan " orang yang di perintah tadi langsung pergi setelah mendapatkan tugas dari sang tuan
" Alena, gue bakal ngehancurin semua orang yang berniat untuk ngerebut lo dari gue " ucap orang itu sambil tersenyum menatap ke sebuah foto yang di pegangnya dan foto itu adalah foto Alena yang sedang tertawa lepas dengan manis
***
" Nak tadi ada kiriman surat untuk kamu " Ucap Bu Risa dengan ekspresi murung
" Emang surat apa Ma " tanya Gevan yang baru saja duduk di samping sang Mama
" Surat dari pengadilan agama " mendengar ucapan sang Mama, membuat Gevan langsung terdiam
" Surat perceraian nak " sambung Bu Risa dengan suara pelan
" Ini sayang " Bu Risa mengambil surat di laci meja di sebelah tempat nya duduk
Gevan langsung mengambil surat itu lalu merobeknya menjadi butiran kertas yang berukuran kecil, memasukkan nya ke tong sampah
Bu Risa menatap sedih sang anak, ia tahu perasaan anaknya sekarang
Gevan langsung mengambil jaket kulitnya dan kunci motor, ntah kemana ia pergi sekarang
Gevan membawa motornya membelah jalan malam dengan kecepatan kencang, tak berapa lama ia memberhentikan motornya di sebuah klub terkenal di kotanya
Saat ia masuk bunyi dentuman musik yang mampu memekakkan telinga terdengar oleh Gevan, para lautan manusia bergoyang-goyang seirama dengan musik, para wanita memakai pakaian yang sangat kurang bahan yang membuat kaum adam terpana melihat tubuh mereka
Gevan berjalan pergi ke meja bartender untuk memesan minuman yang mampu membuat nya menghilangkan pikiran yang hampir membuat kepala nya meledak
setelah ia memesan minuman yang beralkohol tinggi, tak berapa Gevan mabuk, padahal Gevan termasuk orang yang pandai dalam minum tapi karna kadar alkohol dan berapa banyaknya ia minum
__ADS_1
Gevan yang kesadarannya sudah hilang melakukan hal yang tak pernah ia lakukan, Gevan masuk ke lautan manusia yang sedang menari, ia menarik sembarang wanita yang kurang bahan untuk menari bersama nya
Saat ia sedang menari dengan wanita di klub itu, tiba-tiba seseorang menarik tangannya
" woi gangu kesenangan gue aja lo " marah Gevan layaknya seorang mabuk yang merasa kesenangan nya telah di ganggu
" By kamu kenapa, kok kamu kayak gini sekarang sih " ucap wanita yang menarik Gevan tadi yang tak lain adalah Natasya
saat Natasya sedang berbicara dengan Gevan, wanita yang tadi menari bersama Gevan datang dengan wajah genitnya
" Kak gak nari lagi sama aku " ucap j@lang itu dengan wajah yang ia buat semenggoda mungkin
" Let's baby " Gevan langsung mengiyakan ajakan wanita j@ang itu, tapi saat mereka akan pergi sekali lagi Natasha mencegah Gevan
" Hei lo wanita j@lang, gak lihat ni pacar gue jangan berusaha lo ngengoda dia kalau gak gue bunuh lo di sini juga, pergii!!! " marah Natasya dengan wanita j@lang itu dengan perkataan yang mengandung ancaman
Wanita itu yang di ancam seketika takut, ia langsung pergi meninggalkan Gevan yang awalnya ingin ia jadikan mangsanya untuk malam ini
" Ayo by kita pulang " Ajak Natasya yang telah melihat kondisi Gevan yang mabuk parah
" Gue gak mau, gue masih mau senang-senang di sini " Ucap Gevan seperti orang mabuk, wajah nya saja sudah memerah akibat alkohol yang tadi ia minum
Natasya tidak punya pilihan lain, ia membawa Gevan walaupun Gevan bilang masih ingin senang-senang, Natasya memapah badan kekar Gevan dengan susah payah karna bobot badan mereka yang sangat jauh berbeda
Setelah dengan susah payah, akhirnya Gevan bisa masuk ke dalam mobil Natasya
Saat Natasya masuk, ia memasangkan sabuk pengaman untuk Gevan, Natasya mengemudikan mobilnya menembus jalan yang sudah mulai sepi karna hari tengah malam
Beberapa saat kemudian, Natasya memberhentikan mobilnya di sebuah rumah mewah yang tak lain adalah rumah Natasya sendiri
Natasya memapah Gevan yang mabuk berat tapi ia menggumamkan sesuatu, Natasya membawa Gevan ke kamarnya, ia membaringkan Gevan di atas kasur nya
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
__ADS_1
sampai ketemu di episode selanjutnya