
" Na kamu gakpapa kan sayang, kepala kamu sakit ya sayang atau ada yang sakit di bagian lain " khawatir Bu Melia bertanya dengan deraian air mata, Alena sedikit terkejut dengan sikap papa nya,pak joni yang berdiri di belakang Bu Melia orang yang biasanya Alena tahu sangat dingin dengan dirinya tiba-tiba saja memasang raut wajah sangat khawatir dan itu tidak bisa ia tutupi oleh ekspresi wajahnya
" pa, Papa khawatir ya sama Alena " goda Alena dengan senyum dan alis yang naik turun
" Gak tuh, Papa gak peduli kamu mau sakit atau terkena musibah gak peduli Papa " Ucap Pak Joni yang Alena itu semua bohong karena saat Alena melihat mata sang Papa, bola matanya tak henti menghindar dari tatapan Alena
" Hahaha Papa Papa bukannya tadi kamu ya yang marah-marah sama orang diluar, dan kamu juga yang ngabarin Mama " ledek Bu Melia di sertai tawa, Bu Melia sangat geram melihat sikap sang suami yang gengsi nya terlalu tinggi, untuk mengatakan kalau ia khawatir dengan anak nya saja ia tidak berani atau lebih tepatnya gengsi yang terlalu tinggi
" Kamu salah lihat Ma " elak pak Joni
" udah pa, ngaku aja Alena lebih suka Papa yang sekarang, Papa yang gak dingin lagi ke keluarga nya sendiri " ucap Alena di sertai senyuman manisnya
pak joni mengangguk dengan senyuman sambil mengelus-ngelus puncak kepala Alena
Besoknya
Alena sudah pulang dari rumah sakit, kini ia sedang istirahat untung nya hari ini hari libur jadi ia tak usah tidak hadir di sekolah
" Ma Alena mau pergi keluar boleh ya " minta izin Alena pada Bu Melia yang menonton televisi di sebelah nya
" kemana " tanya Bu Melia masih fokus ke acara yang ia tonton
__ADS_1
" Alena mau pergi ke rumah suami Alena lah " ucap Alena sontak membuat Bu Melia terkejut bukan main
" Ingatan kamu udah pulih na " tanya Bu Melia dengan kegugupan
" Ingatan apa ma " bukannya menjawab Alena malah semakin bingung dengan pertanyaan sang Mama
" ingatan tentang suami kamu nak " ucap Bu Melia memastikan
" ohh suami Alena " Alena mengangguk seakan tahu apa yang di pikiran sang Mama
" iya, suami kamu siapa nak " Dengan kegugupan dan ketakutan yang Bu Melia rasakan saat ini, ia kembali memastikan siapa suami yang di maksud sang anak
" Saga ma, itu cuma bercanda kok ma " ucap Alena dengan sedikit dramatis
" boleh ya ma " Alena minta izin lagi
" ya pergilah, jangan lupa jaga kesehatan nya " Alena berpose layak nya seorang keamanan negara hormat kepada atasan nya
Disisi lain
" Aaaaaa "
__ADS_1
" Kamu kenapa begini sekarang, kenapa kamu berubah atau jangan-jangan kamu udah gak cinta lagi sama aku "
" Kenapa apa salah aku, atau kamu sebenarnya sudah mempunyai perempuan lain di belakang ku "
" Aaaaaaaa "
" Aku gak terima kalau itu beneran terjadi, sampai kamu terbukti mempunyai wanita lain dibelakang ku, akan ku bunuh wanita itu seperti wanita yang dulu pernah dekat dengan mu "
*
*
*
" Gevan kamu kenapa nak " tanya Bu Risa yang melihat wajah anak nya yang sudah pulang langsung murung
" Gak ma aku cuma kecapean aja kok " balas gevan langsung meaniki anak tangga dengan masih menatap lantai marmer dengan kualitas terbaik
" aku gak mau kamu pergi dari sisiku na, apalagi kalau kita bercerai aku gak mau, dan gak akan pernah aku ceraikan kamu "
.................
__ADS_1
jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjut nya