Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
Dibekap


__ADS_3

Alena pergi menemui Bu Gea seperti yang di beritahu oleh Gio tadi, Alena mengetuk ruangan Bu Gea


" Permisi Bu, ada apa ya Ibu manggil saya " Alena menatap ke arah Bu Gea menunggu apa yang akan di bicarakan oleh guru yang terkenal killer di sekolah nya


Tapi ada yang aneh dari tatapan Bu Gea


" Maaf Alena tapi Ibu gak manggil kamu " Bu Gea menaikkan kacamatanya sambil berbicara dengan Alena


Alena yang merasa sudah di tipu oleh Gio langsung berpamitan ke Ibu Gea


" Awas aja lo Gio, gue bakal bikin perhitungan sama lo_ " Alena yang sedang berjalan dengan kesal mengarah ke kelas Gio tapi sebuah bekapan tangan di mulut nya membuat ia sontak terkejut apalagi saat ini ia di tarik paksa oleh seseorang ke belakang perpustakaan tempat biasanya para murid mencari tempat sembunyi dari anggota OSIS


" Lepasin gue pengecut jangan berani gini doang, kalau lo emang punya nyali berdiri di depan gue sekarang " Alena berontak saat kedua tangannya di pegang dan matanya di tutup oleh salah satu tangan orang yang tidak ia ketahui sekarang

__ADS_1


Seperti yang di katakan Alena barusan, belum sampai lima detik orang yang membekap Alena tadi sudah berdiri di depannya dengan tersenyum lebar


" Hai Alena" Alena seakan merasa tak percaya dengan orang yang sekarang tengah berdiri di depannya


" Gevan! Lo kenapa hobi bekap mulut gue hah" ya orang didepan Alena sekarang adalah Gevan


" Maaf Na, lain kali gak kayak gini lagi deh" Ntah kenapa Alena merasakan ada yang aneh dengan sikap Gevan kali ini, Gevan yang tengah berdiri di depannya sekarang lebih sering tersenyum tidak lagi seperti dulu yang hanya menampilkan muka datarnya


" Van kalau lo gini terus, gue bisa takut sekarang aja gue udah merinding karna tingkah aneh lo " Alena mengidik takut dengan tatapan Gevan sekarang, Alena berjalan mundur ntah kenapa ia merasa tidak aman kalau harus lama-lama di sini apalagi ia berdua dengan Gevan


" Na kamu jangan lari, aku udah susah-susah buat kamu keluar kelas masa kamu pergi gitu aja "


Deg

__ADS_1


" Van lo lagi gak sakit lagi kan" Alena terkejut dengan perubahan sifat Gevan sekarang, apalagi ekspresi nya sekarang seperti anak manja


" Gak kok Na, aku gak sakit malah aku masih kuat banget sekarang ya.. walaupun.. " Gevan berjalan maju ke arah Alena yang takut di campur dengan gugup di hatinya saat ia harus menerima perubahan dadakan dari Gevan


Sekarang Alena sudah tak bisa lari lagi, tubuhnya sudah mentok di dinding dan terhimpit oleh tubuh Gevan di depannya, Alena bahkan bisa merasakan deru nafas Gevan yang teratur di depannya


" Van lo mau apa lagi sih " Alena berusaha tetap tidak terlihat gugup ataupun takut tapi percuma saja semua itu sudah terlihat dari wajahnya apalagi sekarang Alena tak berani menatap langsung mata Gevan


" Na maaf, pagi ini aku ninggalin kamu sendirian tanpa beritahu kamu " Gevan berbicara selayaknya seorang anak yang sedang menyesal telah melakukan hal yang jahat


" Hah"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2